Seorang gadis tengah duduk menyendiri di taman belakang sekolah. Ia merenung seperti memikirkan sesuatu. Ia menghela nafas kasar , lalu memandang sekeliling. Sepi. Pikirnya
"Hai" Suara seseorang dari arah belakang, membuat gadis itu menoleh kebelakang.
"Ya?" jawab gadis itu
"Lo mau gak jadi pacar gue" ucap pemuda itu
"Aldion Stevano, udah berapa kali sih basa-basinya. Kalau ada maunya gak usah sok sokan nembak, Untung gue udah tau sifat asli lo"
"Hehehe, tau aja lo Shil, lo tau gak?"
"Gak" potong Shilla
"Gue belum selesai ngomong, sayang. Dengerim dulu"
"Sayang-sayang pala lo peyang heh" ucap Shilla sambil menjitak kepala Vano
"Lo mah kurang ajar ya sama kakak kelas"
"Kalau kakak kelasnya kayak lo, ogah gue sopan. Cepet mau bilang apaan? bentar lagi bel nih, gue juga belum makan"
"Lo belum makan yang? kenapa belum makan? kamu harus makan, jaga kesehatan itu penting sayang"
Shilla hanya menghela nafas bosan mendengar celoteh laki-laki itu, bukan sekali ia dipanggil sayang akan tetapi sudah beratus kali ia dipanggil seperti itu.Shilla tak menyaka ia dan Vano akan seakrab ini, sudah hampir satu tahun ia mengenal Vano. Berawal dari ia yang menangis sendiri di Taman ini, saat itu ia baru pindah kesekolah ini lalu datang Vano yang tiba-tiba datang dengan gaya tengilnya sambil memberi sapu tangan. Saat itu ia menangis gara-gara teringat mantannya yang memutuskan dengan hal yang tak masuk akal, aihhh mengingat hal itu membuatnya tak berselera . Shilla yang tak berniat mengambilnya tapi dipaksa terus oleh Vano, Kemudian laki-laki itu mengajaknya berkenalan dan akhirnya menjadi sepasang sahabat seperti saat ini.
Tidak mendapat jawaban dari gadis di sampingnya, Vano segera menyeret gadis itu menuju kantin. Shilla hanya pasrah saat ditarik, melawan pun akan sia-sia. Dia tau Vano adalah laki-laki pemaksa apapun keinginannya harus terpenuhi. Sesampainya di Kantin Vano langsung menyuruh Shilla duduk, sedangkan ia sendiri segera memesan makanan untuk mereka. Shilla hanya duduk, perutnya kini telah berbunyi sendari tadi. Tapi tak ada tanda-tanda Vano datang, untuk mengalihkan rasa laparnya ia memainkan hpnya sesekali memengang perutnya yang terus berbunyi. Setelah beberapa menit dari arah kejauhan Vano memandang Shilla sambil menggelengkan kepalanya. Sepertinya sahabatnya itu benar-benar sudah kelaparan, lalu ia segera berjalan kearah Shilla sambil membawa nampan yang berisi makanan mereka."Serius banget yang, lagi bales chat cowok lain ya" ucap Vano tengil sambil duduk di depan gadis itu, Shilla hanya memutar bola matanya malas mendengar tuturan sahabatnya itu.
"Emang gue lo, yang cewenya banyak" balas Shilla sinis, sedangkan yang diajak bicara hanya terkekeh mendengar ucapan gadis di depannya itu.
"Gak usah cemburu sayang, seberapa banyaknya ciwi yang deket sama gue, chatan sama gue hanya lo yang gue sayang. Jadi jangan cemburu ya" ucap Vano meyakinkan gadia didepannya
"Ya ya ya, gue gak bakal percaya" ucap Shilla
"Kok gak percaya sih, Shil. Gue serius"
" Karena percaya itu hanya kepada Tuhan Yang maha Esa, kalau kepada manusia itu musrik" jawab Shilla sambil menjulurkan lidah kearah Vano
"Bukan percaya dalam konteks itu Shilla sayangg"
"Hehehe, iya tau. Btw ini kayak biasanya kan?" tanya Shilla
"Yups, kayak biasanya Nasi goreng ekstra pedas dan teh anget karena lo gak tahan kalau minum es" jawab Vino
"Yaudah kalau gitu, ayo makan" Shilla langsung memakan makanannya dengan lahap. Vino tersenyum melihat gadis di depannya makan, ia seperti tidak makan beberapa tahun.
"Eh ada yang lupa" ucap Vano tiba-tiba, Shilla menghentikan makannya lalu menatap Vano dengan tatapan bertanya
"Selamat Makan sayang" Kata Vano sambil tersenyum manis. Shilla hanya tersenyum membalas perkataan sahabatnya itu kemudian melanjutkan acara makannya yang tertunda. Setelah mendapat respon dari sahabatnya itu, Vano langsung memakan makanan yang telah ia pesan. Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara.
TBC.......
Author bawa cerita baru di akun yang baru , jangan lupa follow ya nanti difollback kok dan yang terpenting klik bintang di pojok bawah bagian kiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Heart That Talks (Hati Yang Bicara) [Hiatus]
Fiksi RemajaIni bukan cerita seperti Farel, Rahel dan Luna. Tapi ini cerita tentang Nashilla Ananda Franklin , Ayana Deliana Sanandra, dan Aldiondra Stavano . "Awalnya aku mengira kamu adalah sosok yang dikirim Tuhan untuk mengobati lukaku. Akan tetapi ma...