Sung Hyo menyelesaikan mandinya kemudian duduk di sofa dan sambil membaca majalah yang baru dibelinya dalam perjalanan pulang dari kantor. Namun tampak jelas bahwa gadis itu tidak fokus. Ia hanya membolak balik halaman-halaman tersebut tanpa mencerna apa isinya.
Pip pip pip…
Terdengar suara password pintu apartemen mereka dipencet, tanda pintu sedang dibuka. Tentu saja gadis itu tahu siapa yang melakukannya, pria yang baru saja menjadi suaminya Cho Kyuhyun. Sung Hyo mendesah pelan. Entah mengapa perasaanya menyuruhnya untuk menghindari Kyuhyun saja, seperti tidak ingin mendengarkan pria itu memaksanya untuk melakukan hal yang tidak diinginkannya.
“Mau kemana kau? Mengindariku?” tanya Kyuhyun saat gadis itu beranjak dari sofanya, hendak menyembunyikan diri di kamarnya. Pertanyaan yang dilontarkan pria itu lebih terkesan seperti pernyataan di telinga gadis itu, membuatnya bergidik ngeri. Pria itu bisa membaca pikirannya.
“Ti-tidak,” jawab gadis itu gugup. Sejujurnya ia mengusahakan suaranya terlihat wajar, bahkan terkesan dingin. Entalah, ia hanya ingin membuat dinding pembatas antara dirinya dan pria itu. Ia tidak ingin membiarkanya mendekatinya, membuka setitik cela yang bisa memungkinkan pria itu menyusup, memasuki rongga hatinya. Ia tidak ingin baik-baik saja dengan pria itu.
Pria itu, Cho Kyuhyun menghembuskan nafasnya kuat melihat wajah istrinya yang tampak tidak peduli. “Sudahlah.., aku sedang tidak ingin bertengkar karena hal tidak penting seperti ini.”
Sung Hyo tampak melogo. Apa? Sedang tidak ingin bertengkar? Harusnya aku yang mengucapkan kata tersebut. Lagipula bukankan dia yang suka mencari masalah denganku? Argh! Sial! Mengapa dia selalu berhasil membuatku tampak seperti pihak yang bersalah?
Gadis itu mendecak sebal dan baru saja ingin meninggalkan tempat itu ketika Kyuhyun bertanya, “Kau.. Apa kau melihat dokumen-dokumen pentingku?”
Sung Hyo mengerutkan keningnya. “Dokumen apa?”
“Kertas-kertas.. Tadi pagi saat aku meninggalkan tempat ini, semua dokumen kutinggalkan di atas meja. Aku tidak sempat membereskannya karena terburu-buru. Jadi apa kau melihatnya?”
Sung Hyo membelalakkan matanya. Jadi kertas-kertas yang ia anggap sampah itu? ARGH! Seharusnya sebelum membuangnya ia melihat isinya terlebih dahulu. Kalau begini caranya, ia benar-benar akan menjadi pihak yang bersalah saat ini.
“Eh… itu…” Sung Hyo menggigit bibir bawahnya, tampak gugup melanjutkan pembicaraannya. Bagaimanapun ia salah karena telah membuang kertas-kertas sialan itu seenaknya. “Maafkan aku. Aku kira itu kertas yang tidak penting, jadi.., aku membuangnya.” Gadis itu mengucapkannya cepat, lalu menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata Kyuhyun.
“APA? Ya! Kau tahu apa yang sudah kau perbuat? Kau baru saja menghilangkan proyek tender ratusan milyar. Gila! Aku bahkan tidak bisa percaya ini semua. Gila! Benar-benar gila!” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya kesal.
“Aa-aku tidak sengaja. Sungguh. Aku tidak sengaja,” jawab Sung Hyo terbata-bata. “A-aku akan melakukan apapun asal bisa mengganti itu semua.”
Kyuhyun menoleh lalu menatapnya tajam. “Benarkah?” tanyanya yang tampak semangat.
“Apa?”
“Kau bilang akan melakukan apa saja untuk mengganti dokumen-dokumenku yang kau buang itu.”
“Tentu saja! Aku selalu perpegang pada kata-kataku.”
“Kalau begitu, mulai saat ini kau harus tidur dikamarku, lalu setiap pagi kau harus menyiapkan sarapan dan tentu saja menemaniku menghabiskan sarapan, begitu juga dengan makan malam. Kau juga harus bersikap seperti layaknya seorang istri padaku. Ingat! Sekarang aku adalah suamimu. Jadi kau harusnya tahu apa yang harus kau lakukan.”
KAMU SEDANG MEMBACA
I Wonder If You Hurt Like Me
RomanceSung Hyo terpaksa menikah dengan Kyuhyun setelah kematian kekasihnya, Lee Hyuk Jae. Pernikahan yang tidak didasari rasa cinta itu berujung munculnya masalah-masalah yang tak kunjung usai. Perjuangan Kyuhyun mendapatkan hati Sung Hyo terasa berat. Pe...
