Part 3

7.4K 376 18
                                        

DEG!

Seluruh amarah yang memenuhi segala rongga dada Kyuhyun menguap begitu saja. Sekujur tubuhnya bergetar hebat. Rasanya kakinya bahkan tidak mampu menopang berat badannya saat ini. Kata-kata itu, kata-kata yang dilontarkan Sung Hyo barusan menghantam perasaannya tanpa ampun. Sakit. Bahkan pria itu rasa ia lebih baik mati ditusuk ribuan belati saja daripada mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut wanita itu. Gadis itu berhasil menghempaskan harga dirinya dari tempat tertinggi ke jurang terdasar dalam sekejap

Ia seperti pria tidak berharga saja. Istrinya bahkan secara terang-terangan mengatakan tidak mengharapkan kehidupannya. Sial! Sekarang ia harus bagaimana? Pria itu menekan dadanya dengan tangan kanannya, menahan rasa sakit yang semakin menjalar, sedangkan sebelahnya digunakan untuk menjaga tubuhnya agar tetap berdiri dengan menahan tangannya di tembok.

Kyuhyun menatap istrinya yang sama terlukanya dengan pandangan nanar. Setidaknya mereka impas. Ia harus menanggung dosanya karena mendorong Sung Hyo hingga melukai dahinya, sedangkan ia sendiri harus menelan sakit hatinya akibat perkataan gadisnya. Yang ini bahkan berkali-kali lipat lebih menyakitkan daripada luka fisik yang dialami Sung Hyo.

“DAN AKU SANGAT MENYESAL MENGAPA BUKAN KAU SAJA YANG MATI DI KECELAKAAN ITU!”

Kata-kata itu terus berputar-putar dikepalanya. Sakit? Tentu saja. Mati adalah pilihan terbaik. Baru kali ini seorang wanita berhasil membuatnya terpuruk seperti ini. Kyuhyun beranjak. Pria itu meraih gagang pintu lalu meningggalkan apartemen mereka. Ia perlu menenangkan hati dan pikirannya untuk saat ini.

***

BLAM!

Sung Hyo mendongkakkan kepalanya saat terdengar suara pintu dibanting keras. Ia tahu, tentu saja Kyuhyun yang melakukannya. Gadis itu sibuk menyeka air matanya saat ini. Lega. Itulah yang dirasakannya. Akhirnya ia menyerukan kata-kata yang sudah sejak lama ingin ia ungkapkan. Ya, kalau ia diberi kesempatan , tentu ia akan memilih Hyuk Jae yang tetap hidup pasca kecelakaan itu. Mungkin saja saat ini ia sudah menikah dan hidup bahagia dengannya. Menjalani pernikahan dengan orang yang paling kau inginkan disisa usiamu, untuk menua bersamamu, lalu hal apalagi yang akan membuatmu menyesal? Rasanya tidak ada.

Sung Hyo bangkit dan langsung menuju kamar mandi. Ia harus membersihkan dirinya karena ia belum mandi sejak tadi pagi. Saat selesai, masih menggunakan jubah mandinya, gadis itu menatap perlahan wajahnya di cermin. Meneliti kemungkinan adanya bekas luka di tempat lain. Ia mengusap bekas luka di dahinya pelan dengan jempolnya. Luka ini, mungkin saja meninggalkan bekas yang tidak akan pernah hilang. Begitu juga dengan perasaannya. Ia akan selalu mengingat kejadian malam ini.

Gadis itu tersenyum tajam. Bekas luka itu jugalah yang membuatnya semakin tidak merasa menyesal telah melontarkan kata-kata tersebut kepada Kyuhyun.

***

Lantunan musik yang disetel keras, memusingkan kepala bagi orang-orang normal yang mendengarnya serta mempercepat kerja jantung sebagian orang, bergema di seluruh tempat ini. DJ yang ahli memaikan disc, puluhan orang yang sedang menari asal, serta hari yang semakin malam membuat suasana ruangan dunia malam ini semakin bertambah semangat.

Kyuhyun menyipitkan matanya memandang sekumpulan manusia itu sambil menelan bir yang sudah entah keberapa gelasnya itu dalam sekali teguk. Matanya sudah terasa berat sejak tadi. Ia memang tidak pandai meminum minuman berakohol. Ia adalah tipe pria yang tidak suka berurusan dengan minuman keras karena biasanya ia sudah mabuk walau hanya minum satu gelas saja. Tapi kali ini berbeda, istrinya sendirilah yang berhasil membuatnya menelan habis-habisan minuman yang tidak disukainya itu. Sial! Ia tidak menyangka perkataan gadis itu berdampak begitu besar pada kehidupannya sekarang. Memangnya ia harus berkorban seberapa besar lagi untuk mendapatkan hati istrinya sendiri? Ia sendiri ragu, seberapa lama lagi ia bisa bertahan jika keadaanya tetap tidak berubah.

I Wonder If You Hurt Like MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang