Jungkook memarkirkan motornya di parkiran sebuah kafe. Ia masuk ke dalam dan memilih meja yang paling ujung dan agak tersembunyi di pojok ruangan.
Seorang pelayan mendekatinya dan Jungkook memesan 2 minuman lalu duduk tenang sambil menunggu seseorang. 10 menit berlalu dan Jungkook masih sabar menanti sambil bermain game cacing di handphonenya.
"Jungkook"
Seseorang memanggil namanya. Jungkook mendongak dan tersenyum pada seseorang yang sudah ditunggunya itu.
"Silakan duduk" sapa Jungkook sopan menunjuk kursi di depannya dan menyodorkan minuman yang telah dipesannya.
"Jadi kalian udah pacaran?" Tanya orang misterius di depannya sambil menyeruput minumannya.
"Udah"
"Udah ciuman?"
"Udah"
"Bagus! Lanjutkan! Tapi jangan sampai lu kasih keperjakaan lu, oke!"
"......"
Jungkook menyesap minumannya pelan. Ekpresi wajahnya melembut dan itu tak luput dari pengamatan orang di hadapannya.
"Kenapa? Lu suka beneran ama dia?"
"Ah... em, nggak kok..."
"Awas aja kalo lu suka beneran! Ingat perjanjian kita!"
Jungkook mengangguk pada sosok di hadapannya.
"Ingat ya! Kalau lu sampai macam-macam, perjanjian kita batal!"
"Ah... jangan dong. Aku benar-benar membutuhkan itu. Please... hyung...."
Laki-laki itu, yang dipanggil hyung oleh Jungkook menyeringai.
"Lanjutkan pekerjaanmu kalau begitu...."
Jungkook mengangguk.
"Ini sedikit uang muka agar kau lebih semangat" si hyung menyodorkan sebuah amplop coklat berisi sejumlah uang.
"Ah... Terima kasih hyung...." ucap Jungkook pelan. Ia mengambil amplop coklat itu dan memasukkannya ke tasnya. Ia memang sangat membutuhkan uang itu.
"Kalau begitu aku pamit. Beritahu kalau ada perkembangan apapun!"
Jungkook mengangguk. Si hyung menepuk bahunya lalu berlalu. Jungkook mendesah pelan. Ia ikut bangkit dan membayar minumannya lalu pergi dari kafe itu.
.
.
.
.
'Jadi ini rasanya pacaran?' batin Yoongi senang.
Minggu-minggu berikutnya dengan Jungkook terasa lebih indah dari 20 tahun hidup Min Yoongi sebelumnya.
Jungkook itu beda dari yang lain. Ia peduli padanya. Jungkook mendengarkan semua celotehnya. Berusaha mengenal dan mengerti dirinya. Dan perlahan Min Yoongi pun mulai membuka hatinya pada pemuda itu.
Min Yoongi dari kecil hidup dimanja harta benda namun tak pernah merasakan kasih sayang orangtua. Karena itu ia tak percaya pada cinta. Kedua orangtuanya ada di luar negeri mengurus bisnis mereka. Sementara ia hidup seorang diri di Seoul untuk kuliah.
.
.
.
.
Yoongi memberikan minuman yang diambilnya dari kulkas pada Jungkook. Mereka ada di apartemen Yoongi sekarang.
"Terima kasih" ucap Jungkook sambil menerima minumannya dan mencubit pipi pacarnya itu gemas.
Yoongi duduk di sebelahnya meminum minuman yang sama. Mereka mulai ngobrol macam-macam. Sesekali bercanda dan bercengkrama, sebagaimana layaknya dua insan yang dimabuk cinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
✔️ Perjaka Terakhir
FanfictionSemua seme memujanya. Semua seme mengejarnya. Semua seme penasaran ingin mengajaknya ke ranjang. Sayang, Min Yoongi itu punya satu fetish. Dia hanya tidur dengan perjaka. Titik. Jungkook seme Yoongi uke boy x boy
