kehidupan seorang psikolog yg mulai merasa terganggu sejak salah satu pasiennya yg misterius,banyak diliputi misteri dan harus terjun ke dalam dunia gelap
Kisah seperti apa yg terjadi pada hidup nya???
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pov kim sohyun
Seorang gadis remaja duduk dengan termenung dihadapan ku, semua pertanyaan yang ku ajukan pada nya membuat ku sulit berasusmsi.
Sejenak aku meneliti deretan respon yang didapat saat konsul beberapa hari yg lalu dengan klien itu, dan ini adalah pertemuan ke 3 kami.
"Bagaimana dokter kim?" Ucap salah seorang yang menemani klien ku itu.
"Hm.. Apakah sebelumnya ia pernah mengalami trauma? Mungkin ia pernah terpukul akan suatu peristiwa yang melibatkan orang yang paling ia sayangi?"
Wanita paruh baya itu sedikit merunduk dan kemudian mengangguk lemah
"Iya.. Sejak kepergian kakeknya ia menjadi seperti ini, dan sejak itu juga ia sering dibully oleh teman-temannya sebab bersikap aneh"
"Baiklah, setelah saya analisis saya berasumsi anak anda sedang mengalami yang namanya penyakit skizofrenia, yaitu gangguan dalam berfikir, merasakan, dan berprilaku dengan baik, hal yang memperburuk nya karna bullyan yang ia terima disekolah.."
"Maksudnya dokter?" Kim sohyun mendekatkan dirinya dan kembali menguraikan permasalahn ini.
"...Saat seorang anak sedang mengalami trauma berat dan mendapat perlakuan yang tidak baik, maka itu akan memperburuk keadaannya secara mental dan psikisnya, itulah mengapa ia tidak bisa lagi membedakan mana orang yang baik padanya dan yang berlaku buruk, sehingga ia bisa menyerang siapa pun yang menurutnya bisa mengancam dirinya"
Wanita itu tampak menangis, ia sangat terpukul mengetahui kondisi anak semata wayang nya sampai seperti ini.
Sebenarnya ini normal.. Tapi sepertinya masih ada yang aneh
"Bu, bisa kita bicara diluar sebentar" ajakku dan ia mengikut, sementara anaknya masih termenung memandangi jendela.
Setelah dirasa jauh hingga tak terdengar oleh si anak.
"Sebelumnya saya ingin memberitahu bahwa.. Ini sedikit aneh, jika ia trauma sebab kematian seseorang maka efek nya tidak sampai seberat ini, paling tidak ia tidak trauma akan benda-benda tajam" Jelasku dan si wanita hanya diam.
Aku memperhatikan gurat wajahnya, ada yang lain dari raut wajah itu.