2 - Teman

16 2 0
                                    

Hari kedua. Iya hari ini adalah hari keduaku di sekolah baru ini. Ah lebih tepatnya hari kedua setelah kami mulai belajar dan hari kelima aku menginjakan kaki di sekolah ini.

Belum ada sesuatu yang spesial yang terjadi padaku kecuali perkenalanku dengan Reyna. Kami masih selalu berdua kemana-mana bak pinang dibelah dua. Tapi tidak setiap waktu juga, karena ya seperti yang kalian tahu Reyna itu social butterfly alias pintar bergaul jadi dia terkadang juga mengobrol sembari bercanda bersama yang lain. Aku kadang ikut –dengan paksaan Reyna tentunya– tapi selalu pergi ditengah-tengah obrolan karena merasa tidak nyambung.

Aku sedang membaca sebuah novel sembari menyumbat telingaku dengan mendengarkan lagu-lagu dari playlistku. Lalu tiba-tiba ada seseorang yang mengambil sebelah earphoneku dan duduk diam di sebelahku. Seperti dia sedang menikmati musik dari playlist ku ini. "Bagus." katanya.

"Hm?" Aku bertanya, memastikan apakah dia berbicara padaku?

"Lagunya bagus. Love again-nya NCT dream kan?" lanjutnya.

Aku hanya menatapnya. Sedikit heran ternyata ada juga laki-laki yang tahu lagu k-pop. Dan secara bersamaan dibuatnya berdebar-debar. Bagaimana tidak, dia itu Drian. Orang yang membuatku jatuh cinta hanya pada pandangan pertama. Klise.

"Oy! Kok malah bengong?"

"Ah sorry. Iya lagunya NCT." sahutku sekenanya.

Dia menatapku heran. Sepertinya dia belum puas dengan jawabanku. Aku memalingkan wajahku –malu.

"Gitu aja? Gak penasaran gitu kenapa aku tau? Jarang kan ada cowo yang tau lagu k-pop atau bahkan suka k-pop."

Tentu saja penasaran. Sahutku dalam hati hehe.

"Hm. Ya memang kenapa? Itu kan hak semua orang. Suka atau ga suka pun ya itu hak kalian."

Dia diam. Oh? Apa aku terlalu kasar?

Aku memutuskan untuk lanjut membaca lagi dan membiarkan sebelah earphone-ku tersumbat ditelinganya. Kami saling terdiam dalam waktu yang lama. Sampai guru pelajaran berikutnya masuk, dia baru beranjak dari sebelahku.

"Namamu Naya kan? Nanti kita ngobrol lagi." katanya sambil berjalan kembali ke bangkunya.

"Cie Naya punya temen baru nih." itu Reyna. Dia baru saja datang dari ngerumpi di pusat gibah, bangkunya Sian.

"Itu teman kamu juga. Kita kan sekelas."

"Tapi aku belum pernah ngomong sama dia jadi belum resmi temenan. Kamu kan udah. Nanti kenalin ya biar bisa temenan juga." katanya sembari tersenyum.

"Ya terserah kamu aja."

Lalu kami kembali serius pada pelajaran Pak John.

When I love someone.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang