Setelah selesai revan mencari kontak rainka dan menelfonnya.Deringan sebuah panggilan masuk berbunyi mengalihkan perhatiannya.
"Revan?" Tanya rain lalu tersenyum
Melihat nama yang menelfonnya dan langsung mengangkatnya.
"Hai van! Sapa rainka girang
"Hai! Semangat banget"
"Hehe,kamu udah makan?"
Sedangkan dimeja makan sonya tengah membantu siska untuk menyiapkan makan malam mereka.
"Panggil abang gih,suruh turun kebawah makan bareng"suruh siska
"Iya bun"ucap sonya beranjak pergi menuju kamar revan.langkah sonya terhenti karna mendengar suara revan yang sedang menelfon seseorang.sonya yang kepo tingkat akut ini pun mendengarkan dari luar
"Belum nih"ucap revan
"Kenapa belum?makan gih"
"Gamau"rengek revan
"Kenapa gamau?"tanya rainka yang gemas mendengar rengekan revan yang seperti anak kecil
"Suapin"manja revan
"BUNDAAA ABANG LAGI PACARAN!!!"
Teriak sonya dengan suara dan tawaan yang menggelegar.revan yang mendengar teriakan sonya pun kaget dan langsung mengunci pintunya.
"Itu siapa?"
"Sonya adek aku"
"Lucu banget haha, kamu makan gih"
"Oke"
"Oh iya besok aku jemput ya!kita berangkat bareng"ajak revan
"Oke boss revan"
"I love you
"I love you too" balas rainka tersipu malu lalu mematikan telfon
Revan turun kebawah menuju meja makan dan melihat adik dan bundanya seperti sedang menahan senyum.
"Kalau mau ngeledek langsung aja jangan ditahan" sindir revan
"Jangan lupa besok bawa orangnya kesini"titah siska yang diangguki revan.
Rainka sudah siap dan menuju kebawah untuk sarapan,dimeja makan rain melihat rani tengah menyiapkan makanan.
"Mak"
"Ape"
"Mak!!"
"Apasih rain?! Gabut bener idup lu"ketus rain membuat rani puas
"Pagi ribut, siang ribut,malam mau nutup mata untuk tidur aja ribut"
Keluh dion sambil sambil turun kebawah hendak menuju keluar untuk memanaskan motornya
Revan sampai dirumahnya dan memarkirkan motornya di samping motor revan.
" ngapain lo kesini"sinis dion yang pasti itu hanya candaan
"Ya mau jemput adek lo lah" kekeh revan
"Van,gue minta tolong ke lo"ucap dion serius
"Tolong?"
"Iya.gue minta ke lo tolong jangan pernah bikin adek gue sakit hati apalagi sampai dia nangis!dia tulus sayang sama lo,gue gak akan maafin lo kalau sampai lo bikin dia nangis"
"Gue gak akan nyakitin rainka,karna gue cinta sama dia"ucap revan tulus
"Gue percaya sama lo"ucap dion menepuk pundak revan" yudah lo masuk adek gua ada didalem"ajak dion lalu mereka berdua masuk
"Pagi tante"sapa revan sopan dan menyalami rani
"Eh revan, sarapan bareng yuk?ajak rani
"Makasih tante,tapi tadi dirumah udah sarapan" tolak revan dengan halus
"Oo gitu,eh jangan panggil tante dong!panggil mama aja ya?"
"Iyaa ma"malu revan
"Yaudh mah rain sama revan pergi dulu"
Rainka dan revan tiba disekolahnya,
Tak heran banyak umpatan dan banyak juga pujian untuk mereka berdua
"Hm,kamu duluan aja ya!aku mau ke wc dulu"
"Aku temenin ya?"
"Gusah van,aku cuma bentar kok"
Ucap revan meyakinkan
"Yaudh aku duluan ya,ntar kalau ada apa2 langsunh telfon aku"
"Sin" intruksi ica anteknya sindi
"Ikut gue!" Mereka pergi mengikuti rainka,saat rainka telah masuk ke dalam wc sindi pun menguncinya dari luar.
KREKK
rainka yang mendengar suara pintu terkunci mencoba membukanya,tapi naas pintu itu benar2 sudah terkunci
"Woi!bukak pintunya"teriak rain menggedor2 pintu.
Risa yang kebelet ingin ke kamar mandi pun bergegas keluar dari kelas menuju wc.saat hendak masuk risa bertabrakan dengan sindi yang hendak keluar dengan tergesa2.
"Woi!buka pintunya!!" Teriak rain menggedor2 pintu
"Itu suara rainka! Lo habis ngapain di dalam"selidik risa yang mencekal tangan sindi
"Gue gak ngapa2in!lepass!" Sekali hentakan cekalan itu terlepas.
Risa membiarkan sindi kabur dan lebih memilih mengecek keadaan rainka didalam
"Lo gapapa?"tanya risa setelah membuka pintu dan mengeluarkan rainka
"Gue gapapa,tadi ada yg ngunciin gue dari luar"
"Sindi dkk yang ngunciin lo"ucap risa"gausah difikirin ,yuk ke kelas!"ajak risa tertawa dan merangkul pundak rainka menuju krlas
Jangan lupa vote dan koment ya,cuma
Sebentar kok buat kalian klik di bagian votenya😢
KAMU SEDANG MEMBACA
COMPLICATED
ActionGemilang High School "RAINKA!!" bentak revan kepada rainka membuat gadia itu terkejut bukan main "Kak tolongin aku,sakit "revan membantu vira berdiri dan menatap tajam ke arah rainka "Kamutu kenapa jadi kasar kek gini ha!!" "Tadi aku didorong sama r...
