10

25 3 1
                                    

Setelah meninggalkan kelas, Fely pun menuju Taman belakang sekolah untuk menenangkan dirinya.

Gue pengen bahagia dengan cara gue sendiri, apa gue ga berhak bahagia? gumam Fely

"Lo berhak bahagia kok" ujar Ansell

"Lo siapa?" tanya Fely

"Kenalin gue Ansell" jawab Ansell sambil menjabat tangan

"Fely" ujar Fely, sambil menerima jabatan tangan Ansell

"Udah tau" ujar Ansell dengan kekehan

"Iya in deh" jawab Fely ikut terkekeh

"Nah gitu dong , setidak nya lo ga sesedih tadi" ujar Ansell sambil tersenyum

"Oh ya, lo boleh kok cerita ke gue kalo lo ada masalah. Ya walaupun gue orang baru, tapi gue bisa kok jaga rahasia lo" ujar Ansell lagi

"Iya, gue coba. Gapapa kan" ujar Fely

"Iya Gapapa. Sans ae lah" ujar Ansell dengan kekehan

------------

Sejak itu beban Fely mulai berkurang sejak hadir nya Ansell tadi.

"Eh, gue ke kelas dulu ya" ujar Fely

"Eh iya, bareng aja. Gue juga mau ke kelas juga" ujar Ansell

"Yaudah, yuk" ujar Fely dan Ansell bersamaan

Dalam perjalanan mereka berdua selalu bercerita tak lupa bergurau ria juga.

Saat di koridor banyak tatap mata dari siswa siswi. Sesekali ada yang membicarakan mereka.

Eh, itu bukan nya Ansell ya. Kok sama anak baru itu

Iya yah, perasaan Ansell ga pernah tuh deket sama cewek, kecuali sama anak baru itu

Kok serasi ya, yang satu cantik, yang satu lagi ganteng

Ih, hati eneng sakit bang, liat abang sama cewek laen

Eh, itu bukannya yang tadi dilabrak Dani temen nya Ansell kan?

Eh iya juga yah

Dih sok ngaku ngaku jadi pacarnya Dani lagi

Dan masih banyak lagi

"Udah ga usah didengerin" ujar Ansell menenangkan

"Emang gitu tuh mulut netijen" lanjutnya

"Iya, gapapa" ujar Fely dengan senyum paksanya

--------

Saat sudah di kelas, Fely langsung diserbu oleh sahabatnya. Tak kala ejekan teman-teman nya juga.

"Eh itu si Fely kok ga malu ya udah tadi dilabrak Dani, terus tadi ke kelas dianter Ansell" ujar salah satu teman kelasnya

"Iya yah, dipelet kali tu sama Fely" ujar teman lainnya

"Udah-udah, bisa diem ga" ujar Joanna

"Lo pada nyicris mulu dah, heran gue" ujar Aqilla

"Gimana tadi, bener ucapan lo apa Dani?" tanya Kyla to the point

Fely masih diam

"Jawab woe, diem bae. Selama ini lo anggap kita apa?" tanya Joanna

"Nah, punya masalah tu ngomong sama kita, masak lo pendem sendiri. Ga asik lo mah" ujar Aqilla

"Sabar bisa ga sih kalian. Biar Fely cerita dulu" lerai Kyla

"Gimana, bener lo apa Dani nih?" tanya Kyla

Fely masih tetap diam.

"Anjir parah nih, punya sahabat budek kayak lo" ujar Aqilla dengan bercandanya

"Iya, bener Dani" jawab Fely sambil menunduk

"Tapi sumpah gue baper aja sama Dani waktu itu. Soalnya Dani tu ga mau kalo diajak jalan sama cewek, tapi sama gue dia mau" lanjut Fely dengan kepala didongak kan dengan membela dirinya.

"Parah lo" ujar Aqilla

"Makanya jangan baper dulu. Udah tau Dani kek gitu orangnya" ujar Kyla

"Iya tuh" ujar Joanna

"Yaudah lain kali jangan diulang lagi, gue gabisa liat lo di caci sama fans nya Dani" ujar Joanna

"Iya, gue usaha in" ujar Fely sambil tersenyum

"Lah, malah diusahain. Gila lo emang" ujar Aqilla

Fely diam. Liat aja, gue ga Akan nyerah gitu aja ujar Fely dalam hati dengan senyum smirk nya

-------

Up lagi guys

Jangan lupa vote ya, comment, share ketemen-temen kalian, dan follow.

Semoga bermanfaat

Lanjutttt

HALUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang