Sabar 5 end

180 18 3
                                    

Afgan menarik tubuh mungil Rossa ke dalam pelukannya, dalam pelukkan Afgan Rossa kembali menangis.
"Demi Allah Cha, bukan hanya kamu, aku juga sakit melihat kamu harus bersama Oji" bisik Afgan di telinga sang kekasih yang masih menangis.
"Bawa aku pergi dari sini, aku gak mau ada disini" pinta Rossa dan di turuti oleh Afgan yang membawanya menjauh dari depan ruang rawat Fauji.
"Maafkan aku sayang, kamu jadi terjebak disini gara-gara aku" ucap Afgan, membuat Rossa menggelengkan kepala.
"Aku gak apa-apa aku ikhlas melakukan ini buat kamu, hanya saja" ucapan Rossa terhenti karena melihat dokter keluar dari ruang rawat Fauji dan terlihat dari kejauhan mama Fauji menangis setelah bicara dengan dokter.
*
Rossa melepaskan genggaman tangan Afgan dan menunjuk ke arah mama Fauji, Afgan langsung mengajak Rossa kembali ke depan ruang rawat Fauji.
"Tante ada apa?" Tanya Afgan
"Oji kritis Gan, semua pengobatan yang kita coba gagal, tubuhnya menolak obat-obatan yang masuk dari kemo terapy, sekarang kondisinya sangat kritis" ucap mama Fauji dengan tangis.
"Sabar ya tante, kita cuma bisa berdoa yang terbaik untuk Oji, ayo kita masuk lihat keadaan Oji" ucap Afgan yang di angguki oleh Rossa juga mama Fauji
Ketiganya memasuki ruang rawat Fauji.
*
Di dalam ruang rawat, tampak Fauji sudah siuman, Afros juga mama Fauji tersenyum dan melangkah mendekati ranjang namun yang pertama di raih oleh Fauji adalah tangan Rossa, membuat Rossa terkejut lalu menatap Afgan, melihat sang kekasih mengangguk, Rossa pun membiarkan Fauji menggenggam tangan nya.
"Tolong Cha, u..untuk ka..kali..ini aja, ka..kamu bil..bilang kalau.. ka..lau kam..u sa..say..sayang aku" pinta Fauji terbata, ka..kam..kamu Ci..cin..ta a..ku" lanjut Fauji lagi membuat Rossa merasa tidak nyaman namun tal bisa menolak, Rossa memaksakan untuk tersenyum lalu menggenggam tangan pria yang sama sekali tak dicintainya.
"Iya Ji, aku juga sayang sama kamu, aku (terdiam dan menghela nafas) "aku cinta kok sama kamu" ucap Rossa dengan airmata tertahan.
*
Setelah mendengar ucapan Rossa, Fauji tersenyum, tak lama nafasnya tersengal-sengal, membuat sang mama panik dan memanggil dokter.
"Ja..ja..ja..ngan ma..mar..ah sam..a Oc..ha Gan, te..terima. ka..sih Cha" ucapan terakhir Fauji lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
Rossa hanya terdiam melepaskan genggaman nya pada tangan Fauji lalu berbalik dan menangis di pelukkan Afgan sang kekasih.
Afgan membalas pelukan Rossa dan berusaha menenangkan nya, dengan mengusap punggung lembut bahunya
"Inalillahi wa inalillahi rojiun, selamat jalan Ji, semoga lo mendapat tempat terbaik disisi Allah karena lo sahabat yang baik" gumam Afgan.
*
Duka mengiringi pemakaman Fauji hampir semua pelayat telah meninggalkan pusara trmpat peristirahatan terakhir Fauji kecuali Afros yang masih berjongkok di hadapan gundukan tanan merah bertabur bunga.
"Maafkan aku sayang, di hadapan kamu, aku menangusi kepergian Oji" ucap Rossa lirih.
"Aku tau kamu merasa bersalah Cha, tapi ini bukan kesalahan kamu sayang, ini sudah takdir" ucap Afgan lembut yang langsung merangkul Rossa untuk menenangkannya.
"Tapi aku sudah berbohong sama dia di saat terakhirnya" tukas Rossa di tengah isaknya..
"Sayaaang..
Tbc

SABARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang