Kisah rumit yang berawal dari Cinta yang tak diundang.
Cinta rahasiaku yang hanya Allah yang mengetahuinya. Kesalahan terbesar dalam hidupku, ketika aku mengenalmu.
Ku ceritakan keluh kesah ku dalam sebuah surat untuk Rabb-ku. Semoga kalian terbawa...
"Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan." Buya Hamka
28 Januari
Tanggal 28 Januari satu Bulan setelah aku resmi menjadi pacarnya Asep, Sungguh mengejutkan Aku mendapati Asep sedang bersama wanita lain dan dia Menciumnya.
Hatiku di penuhi emosi dan aku menemuinya tanpa basa basi aku langsung.....
"Plak ....... "
Aku tampar dia dengan sangat keras, Sambil menangis aku menanyakan siapa dia kepada Asep. Namun, Asep hanya bilang dia kakaknya.
Tak lama kemudian datanglah satu orang gadis yang tak ku kenal,
"Asep gak punya kakak, Dia anak tunggal" katanya sambil memandang Asep dengan sinis
"Kamu siapa?" Ucapku
"Gua Ros mantan pacarnya Asep, Kamu tau dia itu PlayBoy. Gua tau kamu Anisa anak kota yang baru pindah, Asal lo tau yah dia ini cowok gak bener tiap kali ada wanita kota yang cantik pasti dia berusaha dapetin setelah dapet, dia tinggal dan cari cewek lain yang menurutnya lebih cantik. Gua juga korban si biang kerok ini (sambil menunjuk Asep), Gua saranin ama lo putusin aja sebelum lo tambah sakit hati. Gua juga anak kota, Gua dari Jakarta Pusat sebulan yang lalu dia putusin gua, Karena galau gua pindah Sekolah dan gua sadar seharusnya gua gak galau harusnya gua bersyukur. Denger - denger lo pacar barunya yah, Gua liat di Sosmed Asep. Kalau lo pacarnya dia siapa?" Jelasnya
Aku hanya bisa terdiam sambil mata berkaca-kaca dan aku pergi begitu saja, Asep mengejar ku tapi aku tak menghiraukan nya. Aku terus berjalan pulang sambil menangis, Hingga dia menarik tanganku
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apa hah?" Ucapku kesal
"Aku bisa jelasin" Ucap Asep
"Apa yang mau dijelasin semuanya udah jelas Sep, Saya mencintaimu tulus karena kamu baik tapi kamu ...... Hah udahlah kalau kamu mau wanita kota pergilah kamu ke kota cari wanita yang sama kayak kamu"
"Dia kakakku sumpah" Jelasnya
"Kakak? Kakak ko ciuman, pelukan dan asal kamu tau, Aku dengar kamu bilang sayang sama dia sebelum kamu menciumnya dasar laki-laki Bre*sek"
"Plaakk .... " Asep menamparku
Sambil menangis aku berkata
"Aku tak menyangka kamu begini, Detik ini juga jangan hubungi aku kita putus, dan asal kamu tau gua gak akan pindah Sekolah kayak mantan lo karena lo, Gua akan tetap disini dan membongkar kebusukan lo pada semua cewek yang suka padamu di Sekolah" Ancam ku
"Apa yang kamu bilang tadi teh?, Kamu mau adukan aku ke semua cewek di Sekolah. Saya teh gak akan biarkan itu terjadi. Sini kamu ..... "
Asep membawaku dengan keras ke satu Vila dekat sana. Aku takut, Aku sangat takut....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa lo bawa gua kesini ? lepasin tangan gua!!" Sambil berusaha melepaskan tangan yang di genggamnya erat
"Kamu teh akan mati disini sebelum kamu ngelakuin hal itu. Tapi sebelumnya..." Wajah Asep berubah nakal
Aku takut tolong aku... Aku hanya bisa berdoa di dalam hati "Ya Allah lindungi Aku" Terus saja seperti itu
Asep menarik hijab ku dan dia mulai mendekatiku. Kini aku dipenuhi rasa takut "Ya Allah pria ini ingin melecehkan ku." Gumam ku dalam hati.
Asep terus mendekatiku dan Ia berbeda dengan watak aslinya yang aku kenal, Dia mendekat dan mendekat hingga .....
Nantikan kisah selanjutnya, terimakasih sudah baca. Jangan lupakan vote dan komennya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dan keserupaan Nama, Tempat dan kejadian ini hanya cerita fiktif biasa bukan maksud menyindir.