*
"Reina!" Panggil seseorang.reina menatap ke depan dan menemukan mamahnya dengan dua koper yang mendampingi.
Reina berdiri dan membalas sapaan mamanya "mama!" Sapa reina lalu berlari memeluk mamahnya.
"Kamu apa kabar" tanya mamah sambil mengecup kening reina
"Gini-gini aja ko mah hehe" jawab reina.winda,mamah reina memeluknya lagi sebagai rasa pelepasan rindu.
"Mamah jangan pergi lagi ya" ucap reina dalam dekapan winda.
"Iya rein.mamah janji ga bakal pergi-pergian lagi tanpa kamu" kata winda sambil melepas pelukannya.
Winda beralih pada revan. "Ini siapa?pacar kamu?" Tanya winda pada revan.
"Hah?pacar?ahahahaha" kata reina sambil tertawa
"Mana ada pacar mahh...reina ga punya pacar.inituh temen seangkatan reina sekaligus ketos di sekolah" jelas reina.
"Halo tante" sapa revan sambil cium tangan
"Manggilnya jangan tante,mam aja" kata winda
"Iya tan,ehh mam" jawab revan keceplosan
"Kalian udah makan?" Tanya winda
"Belom hehe" jawab reina
"Tadi reina ping___" ucapan revan terpotong karna reina membekap mulutnya.
"Jangan bilang-bilang" bisik reina depan wajah revan.lalu reina berhenti membekap mulut revan.
"Reina kenapa?" Tanya winda
"Eumm ituu...eumm...yaa belum makan.iya belum makan" jawab reina ragu.
"Iya kan rev" reina menyikut lengan revan.mau tak mau revan menjawab 'iya'.
"Yaudah kalau gitu kita makan dulu ayo" ajak winda sambil membawa satu kopernya.
"Biar sama gue" ucap revan sambil merebut koper yang di bawa reina
"Ga.gue aja" tolak reina
"Gue kan cowo.sini gue bawain" ucap revan sambil berusaha merebut kopernya.
"Gausah,makasih.gue bisa sendiri" tolak reina.
"Yaudah kalau lo ga mau berarti lo harus jadi pacar gue" ucap revan santai
"Ga" jawab reina singkat.
"Makannya sini gue yang bawa" paksa revan.
"Ga!" Tolak reina lagi
"Oke.mulai detik ini kita pacaran." Ucap revan asal lalu pergi meninggalkan reina.
"Hah?pacaran?" Gumam reina.
'mulai detik ini kita pacaran' kata-kata itu masih memenuhi fikirannya.
Kafe bintang lima...
Reina tak henti-hentinya menatap revan sambil membayangkan kata-kata revan tadi.
Revan yang sadar di perhatikan reina pun bertanya. "Ngapa lo?liatin gue kayak gitu?" Tanya revan
"Ge-er banget.orang gue liatin jendela itu.kenapa harus ada debunya" alasan reina.
"Kamu masih sama ya kayak dulu" ucap winda.revan dan reina menatap winda serius.
"Maksud mamah?" Tanya reina
"Kalau makan pasti lama" ucap mamah.winda dan revan tertawa sementara reina hanya terdiam.
Reina membuka ponselnya setelah makanannya habis.ia mencari kontak bi imas dan mengirimkan pesan.
Bi imas
Bii bentar lagi reina pulang.
Siapin semuanya ya bi
Ok non.
Laksanakan
Selepas itu reina menutup ponselnya dan mengajak untuk pulang karna jam yang sudah malam.
"Mah pulang yuk.reina udah ngantuk" ajak reina
"Yaudah ayo" balas winda.lalu mereka pergi ke parkiran.
"Kamu mau langsung pulang aja revan?" Tanya winda
"Iya mam.udah malem soalnya" jawab revan.
"Kalau gitu revan pulang dulu ya mam" pamit revan sambil mencium tangan winda
"Iya.makasih ya buat waktunya" kata wida
"Hati-hati jangan ngebut" Pesan winda.
"Mimpi indah sayang" bisik revan pada reina.selepas itu motor revan melaju meninggalkan kafe.
"Kalau dilihat revan itu baik ya" ucap winda dalam mobil
'baik apaan.nyebelin gitu kayak kecoa' batin reina.
"Menurut mamah,kamu cocok loh sama revan" Kata winda di tengah perjalanan
"Ishh mamah apa apaan sihh..rein sama revan itu cuma temen" jawab reina.
'mulai detik ini kita pacaran' ntahlah kata-kata konyol itu selalu terbayang di fikiran reina.
"Bismillah semoga jodoh.aminn" kata winda.reina melebarkan matanya ke arah winda.
'iya aja gue mah' batin reina.
____________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
Putih abu-abu
RomanceMasa putih abu-abu memanglah masa yang paling indah.kata orang,kisah cinta di mulai dari situ. Ya!aku merasakan.rasanya jatuh cinta,patah hati, memperjuangkan seseorang,nyaman dengan seseorang,mendapatkan lalu di tinggalkan. Mungkin perih rasa...
