Kayra diam didepan gerbang rumahnya. Sudah 10menit dia menunggu. Mobil sport hitam menghampirinya.
"Kamu nunggu lama?" Tanya sosok pria tampan di balik kaca mobilnya.
"Iya, kenapa lama?" Tanya kayra
"Macet sayang" abi langsung turun dari mobil dan membukakan pintu masuk untuk kayra
"Makasih"
"Berangkat sekarang?" Tanya abi yang kini sudah duduk di samping kayra
"Iya"
Abi langsung menyetir mobil dengan kecepatan sedang. Tidak ada yang mereka bicarakan sama sekali. Semuanya terasa jenuh.
"Kamu tetep sama kay. Gak pernah berani ngomong duluan"
"Gue gak akan pernah berubah bi" jelas kayra
"Beli minum dulu yu?" Tanya abi
"Gue ikut aja" jawab kayra polos
"Kalau aku mati kamu mau ikut juga gitu?" abi menghentikan mobilnya di depan minimarket. Menatap kayra lekat.
"Ogah. Kalau lu mau mati ya. Mati aja sendiri" jawab kayra tega.
"Heuh.. yaudah ayo" pasrah abi langsung keluar dari mobilnya di susul kayra yang sibuk memakai topi distro berwarna putih yang di hiasi ring.
Abi berhenti sejenak di depan mini market dan berbalik menatap kayra.
"Panas ya?" Abi mengusap keringat kayra yang membasahi poni nya.
Kayra merasa sangat istimewa di perlakukan seperti itu. Ini pertama kalinya ia diperlakukan seperti tadi.
Sebelumnya abi tidak pernah sedikitpun menyentuh kayra jangankan memeluknya. Mengusap keringatnya seperti tadi pun tidak pernah. Ini pertama kalinya dia melakukan itu
Kayra tersenyum kecil
"Udah ayo beli minum. Gue jadi haus nih" kayra berusaha mengalihkan perihal tadi. Kini dia mendorong tubuh abi agar berjalan lebih dulu.
"Ciee bilang aja salting" ledek abi sambil masuk ke dalam
"Apa sih" kayra mengekori abi dan belaga tidak tau saja.
Setelah selesai membeli minuman abi dan kayra langsung keluar dan masuk mobil. Melanjutkan perjalanan ke sekolah yang sempat terhenti. Kayra melihat keluar jendela tampak seorang pria mengemudi motornya dengan sangat cepat.
"Heuh" dengus kayra sebal melihat pria yang melewati mobil yang kayra tumpangi
"Kenapa?" Tanya abi yang fokus menyetir mobil
"Cowok songong tuh lewat"
"Owhh arka?"
"Iya"
"Awass nanti suka lagi"
"Cih. Amit amit"
Abi hanya tertawa kecil melihat sikap gadis kecilnya marah marah tidak jelas
****
Mobil sport hitam memasuki area parkir yang sudah penuh. Baru saja mereka keluar dari mobil. Bel sudah berbunyi sangat nyaring membuat seluruh siswa bergegas masuk ke kelasnya masing masing.
"Gue duluan ya bi" kayra malah berlari meninggalkan abi begitu saja
"Arghhh dasar pacar jutek" sungut abi sebal
Kayra berhenti di depan kelasnya dan terdiam sejenak mengambil udara yang sangat sumpek. Maklum bocah SD selalu berlari lari tidak jelas.
Baru kayra melangkahkan kaki satu langkah dari pintu seseorang muncul di hadapannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, I'm Fine
Teen FictionKehidupan seorang gadis kecil dan tomboy yang berubah setelah dia mengenal cinta justru membuatnya tersiksa, apakah dia mampu melewati berbagai rintangan yang silih berganti? Ataukah dia akan terpuruk dengan semua itu Pemeran "sorry i'm fine" 1. And...
