Somplak

19 13 4
                                        

Abi menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah kayra.

"Udah nyampe. Masuk gih! Mandi sono, bau tuh badan kamu" tatapan abi terus tertuju pada kayra yang tengah memakai topi

"Sok tau, gue gak mau mandi males" kayra keluar dari mobil abi

"Heh perlu aku yang mandiin" tatap abi sengit yang kini ikut keluar mobil

Kayra bergidik merinding mendengarnya

"Ogah. Lu pikir gue mayat di mandiin?" Tatap kayra sengit

Jika sudah ditatap seperti ini cowok sekelas pun ngeri melihat kayra

"Ya kan kamu bocah SD kata temen temen" ledek abi

"Bukan temen temen aja yang ngatain gue, lu juga ngatain gue.. udah ah gue mau masuk"

Kayra langsung membuka gerbang dan menghilang dari pandangan abi

"Gue gak rela liat lu sama cowo lain kay" bisik abi

DRTTDRRTTT

ponsel abi berbunyi

"Iya sayang" jawab abi dari kejauhan

"Iya aku jemput. Tunggu di sana jangan kemana mana"

Kayra melihat semua kejadian itu dia melihatnya di balik jendela meskipun samar samar terdengar semua sangat jelas dimatanya

"Bukan aku yang dia telpon" kayra langsung berlari ke kamar.

*****

Kayra melepas pakaiannya beranjak ke kamar mandi dan langsung ganti baju santai.

"Capeee" kayra berbaring sambil mengambil ponselnya

Pkingg.. pkinggg

"Arka?" Tanya kayra sendiri

Arka
Kay?

Andriana kayra.p
Apaa?


Arka
Lagi ngapain?

Andriana kayra.p
Tiduran

Arka
Udah mandi? Sholat? Makan? Apa blom?

Andiana kayra.p
Udah ka

Arka
Syukurlah. Kalau lu perlu apa apa kontak gue aja yah! Kalau curahat gue juga siap dengerin ko

Kayra andriana.p
Heuuuu😭😭😭
Serius lu mau dengerin gue curhat

Arka
Eh lu knpa? Boneka cimol gue ke situ yah?

Kayra andriana.p
Iya

Perlahan cairan bening keluar dari kedua mata kayra, kini pipi mungilnya banjir. Kayra membenamkan wajahnya di balik bantal.

Gue gak boleh nangis, gue kuat, dulu gue sering di sakitin, kayra strong. Gumam kayra dalam hati sambil mengusap kedua pipi dan matanya yang masih basah.

Tingtongggg

"Arka" kayra langsung melonjak dari tempat tidurnya.

Arka melambaikan tangannya yang masih berdiri di luar gerbang

"BocilL" teriak arka

"Masuk" kayra malah duduk di terasnya sambil memainkan ponselnya

"Gila lu, gerbang lu di kunci, trus gue harus manjat gitu?" Sewot arka melebihi emak emak rumpi

"Gue lupa" kayra malah nyengir tak berdosa sambil menghampiri arka dan membukakan gerbang untuknya.

Kayra duduk di teras disusul dengan arka yang duduk sambil tumpang kaki

PLAKKK

"Gak ada sopan sopannya lu" pukul kayra

Arka hanya nyengir tak berdosa sambil menurunkan kakinya.

"Lu abis nangis?" Tanya arka memecah kecanggungan

"Kagak"

"Bohong"

"Liat nih muka gue nih"

"Sini gue liat! Tuh kan bener" wajah arka serius

"Bener apanya" tanya kayra panik. Ia tidak mau ada satupun orang yang melihatnya menangis

"Ada bidadari jatuh dari langit" cetus arka pelan sekali. Namun kayra mendengarnya samar samar

"Ngomong apa lu barusan?"tanya kayra curiga

"Nggak. Gak ngomong apa apa,sensi amat sih lu"

"Heummm. Lu mau ngapain ke sini"

"Katanya lu mau curhat" wajah arka tampak kesal

Kayra tersenyum licik menatap arka

"Apa maksud lo mau dengerin gue curhat?" Tanya kayra sinis

"Eumm gue lagi baik aja" jawab arka tenang

"Heuh. Oke jadi gini"

Kayra menceritakan semua kronologi saat tadi dia pulang bersama abi.

"Oke gue paham"

"Paham doang gitu? Gak mau ngasih gue saran?"  Tanya kayra sebal

Arka terkekeh pelan melihat wajah kayra yang berubah memerah karena menahan kesal. Dia tampak begitu manis, tanpa topi yang selalu menghalangi wajahnya.

"Lu lebih manis gak pake topi" celetuk arka

"Terserah gue donk. Gue lebih suka pake topi, kecuali kalau di rumah"

"Iya" wajah arka sangat datar namun nampak sedikit gusar
"Gue pulang ya, gak enak kalau lama lama" lanjut arka

"Yaudah,kan gue udah curhat lagian lu cuma dengerin doang kan" wajah kayra fokus dengan benda persegi panjang yang masih di genggam.

"Pesan dari abi?" Tanya arka

"Iya"

"Nanti gue bantu lu, tapi lu harus janji gak boleh nangis karena dia"

Kayra berhenti menatap ponselnya. Sedikit aneh dengan sikap arka belakangan ini. Dia tengil tapi selalu care. Dia menyebalkan namun sangat baik. Ah entahlah mungkin itu hanya perasaan kayra saja.

"Bunda gue bentar lagi pulang. Lu pulang aja gih! Nanti bunda gue marah kalo liat ada cowo main ke sini" ucap kayra penuh harap

"Oke. Pantesan anaknya galak ya ternyata titisan dari bundanya" celetuk arka yang langung di sambut jitakan dari kayra

"Tuh kan galak" tambah arka sambil berdiri lalu berkemas dengan tasnya

"Iya udah sono balik" kyra memdorong arka dengan kekuatan supernya

"Iya gue balik ga usah modus deh"

"Modus? Modus apaan?" Tanya kayra penasaran

"Itu dorong dorong gue, padahal mau pegang pegang gue kan?"

"Mata lu peyang. Geer amat jadi orang, makan apa lu tadi di rumah?" Kayra marah marah tidak jelas sambil berkacak pinggang

Arka tertawa renyah melihat sikap kayra yang terbuka kepadanya, entah ada angin apa kayra selalu merespon sikap arka yang sangat menyebalkan

"Astagfirullah, Sejak kapan gue punya temen somplak kek dia" kayra bergidik heran sambil menatap arka yang kini pergi meninggalkan halaman rumahnya.

Sorry, I'm FineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang