Tentang kisah seorang gadis nerd yang bernama Jessica Jung yang selalu dibully oleh seorang bad girl sekaligus sang ketua dari geng brandalan sekolah yang bernama Kwon Yuri.
Tapi, siapa yang sangka ternyata di balik perlakuan Yuri yang selalu membul...
Pada saat CL telah di larikan ke rumah sakit, Bel pulang sekolah telah berbunyi. Yuri menepuk pundak Hyoyeon yang langsung di balas oleh Hyoyeon dengan tatapan bingung.
"Hyo" Panggilnya.
"Wae?" Tanya Hyoyeon.
"Kau hari ini pulang bersama Tae bukan?" Tanya Yuri.
"Ne. Kenapa?" Tanya Hyoyeon.
"Ah, aku ingin minta tolong padamu. Tolong antarkan motorku ke mansion. Soalnya, aku akan mengantar Jessica pulang hari ini" Ucap Yuri.
Mendengar itu, Hyoyeon tersenyum kemudian mengangguk.
"Cieee Yang baru saja meresmikan hubungannya hahahaha. Baiklah akan aku antar" Ucap Hyoyeon.
"Pajaknya jangan lupa, Yul" Ucap Jiyeon.
"Setuju!" Ucap Taeyeon.
"Tenang saja, teman teman. aku sudah memintanya untuk mentraktir kita minum soju tepat, sehari sebelum pernikahannya" Ucap Sooyoung tersenyum.
"Jinjja?! Kalau begitu, biarkan kami menginap di Mansion milik Tiffany juga di hari itu. Kebetulan, orang tua Tiffany sedang tidak ada dirumah untuk beberapa tahun kedepan. Karna, ada perjalanan bisnis. Dan kita ajak Jessica juga" Usul Seohyun.
"Ah, aku sih terserah" Ucap Tiffany.
"Baiklah, jika kalian begitu kami setuju saja" Ucap Taeyeon tersenyum.
"Baiklah, aku akan melakukannya. Aku pergi dulu" Ucap Yuri lalu berjalan keluar Uks.
Yuri berjalan ke arah kelas Jessica dan melihat Jessica sedang melakukan piketnya. Ia pun, berniat akan memberikan kejutan pada calon istrinya itu.
Yuri pergi meninggalkan kelas Jessica dan berjalan ke arah parkiran yang sudah menampilkan sepeda milik sang calon istrinya itu.
Yuri mengayuhnya entah kemana dan tak memperdulikan keadaan Jessica nanti.
Ia pasti akan suka -Batin Yuri terus mengayuh sepeda Jessica entah kemana.
****
Jessica berjalan keluar dari kelasnya seusai melakukan piketnya. Sepanjang perjalanan, ia menyunggingkan senyumnya. Entahlah, ia juga bingung.
Lalu, ia melihat ke arah jari manisnya yang telah terpakai sebuah cincin berlian lamaran Yuri tadi. Ia semakin tersenyum ketika mengingat Yuri yang tiba tiba berubah menjadi pangeran yang romantis baginya.
Namun, senyumannya luntur ketika ia tak menemukan sepedanya di parkiran. Ia pun seketika panik dan mulai mencari cari sepedanya.
Tak lama dari itu, Yuri datang dengan mengayuh sepeda Jessica yang telah di desain cantik dengan berbagai bunga di stang sepeda dan jok belakang sepedanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.