4

25 5 0
                                    

"Makin?"

"Makin suka sama Lo!"jawab Bilan.

"Ihh males banget di sukain  sama  play'boy." Bulan tertawa lalu masuk ke dalam cafe mendahului Bilan.

"Gue emang play boy,tapi rasa ini beda sama Lo Lan!"gumam Bilan lalu masuk ke dalam cafe menyusul Bulan.

Bulan sudah ada di depan meja yang sudah di booking oleh Bilan. Disana sudah ada loli dan Bayu sedang mencari bahan tugas di laptop nya.

"Hai!"sapa Bulan pada mereka.

"Hai juga Lan! Bilan gak bareng sama Lo?" Tanya loli.

"Bulan masih di parkiran tuh! Gue tinggalin." Bulan menarik kursi yang ada di depan loli.

"Wahy parah Lo! Nanti kalau Bilan nyasar ke meja cewek yang di depan gimana!" Sahut Bayu.

"Yee mana gue tau! Lagian kan emang itu kerjaan dia." Mereka tertawa mendengar ucapan Bulan.

"Pasti lagi ngomongin gue!" Bilan tiba-tiba datang dan duduk di sebelah Bulan.

"Maaf mas nya PD banget! Tuh kerjain bagian Lo!" Loli menyodorkan buku cetaknya.

"Baru aja gue mau pesen makanan."gerutu Bilan.

"Makan Mulu kerjaan nya! Udah cepet kerjain nanti Bulan bantu." Ujar Bulan lalu membuka tas laptop nya.

"Iya iya sayang!"

"Sayang sayang! Sayang Lo tu banyak kali bro?" Celetuk Bayu.

"Berisik Lo!"

Bilan mulai membuka buku cetak nya dan membaca dengan teliti soal-soal nya.

"Bilan! Bukan yang ini soalnya,tapi halaman 220!"Bulan mengambil alih buku yang di pegang Bilan.

"Ya maaf!"

Bulan, Bilan,Loli dan Bayu kini sedang menikmati makanannya. Pukul 18.15 mereka sudah selesai dengan tugas nya.

"Nanti pulang nya jangan lebih dari jam 7 yaa! Takut ayah marah sama Bilan." Ucap Bulan lalu menyingkirkan piring yang sudah kosong dari hadapannya.

"Iyaa Lan! Nanti ayah mertua marah lagi."balasnya.

"Mana mau ayah nya Bulan punya menantu kayak Lo Lan!" Celetuk Loli.

"Loli jahat banget sih sama abang Bilan!" Balas Bilan mendramatis.

"Alay Lo gak bisa ke tolong Lan!"

"Ehh kayaknya gue sama Bayu duluan yaa! Udah mendung gue takut hujan nanti."ujar Loli.

"Iya Loli! Bulan sama Bilan juga mau pulang abis ini." Mereka mengangguk.

Tinggal lah dua manusia ini, Bulan dan Bilan. Sangat canggung. Bulan sibuk dengan ponsel nya sedangkan Bilan ia sibuk dengan tatapannya yang selalu menatap Bulan di samping nya.

"Iya deh gue tau cantik! Gak usah di tatap gitu juga kali."seru Bulan mengubah arah duduknya menjadi menatap Bilan.

Mereka saling menatap hingga dalam. Entah apa yang ada di pikiran Bilan hingga tidak mau memalingkan wajah nya dari Bulan.

"Apa rasanya natap Bulan?" Tanya Bulan masih dengan tatapan yang sama.

"Adem hati gue kalau liat Lo!"jawab Bilan.

"Ehh maksud gue adem karena kita gak berantem gitu."gugup Bilan membuat Bulan tertawa.

"Gak usah gugup gitu! Ayo pulang."lagi dan lagi Bulan menarik tangan Bilan.

Enta benar atau tidak. Ini seperti yang Daniel katakan pada Bilan. Iya akan jatuh cinta pada Bulan. Dengan waktu secepat ini kah?

"Kenapa bisa sama dia sih gue cinta nya."gumam Bilan sangat pelan.

BulanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang