《Fourteenth》

70 47 3
                                    

Tak terasa tinggal menghitung beberapa hari lagi untuk menuju ke pertandingan basket antar sekolah,tim basket putra sering latihan sehabis pulang sekolah supaya mendapatkan hasil yang maksimal saat nanti bertanding,memang berlatih  basket itu melelahkan tapi tidak ada kata lelah bagi mereka,mau tidak mau mereka harus berhasil menjadi juara,dan kalau memang kalah ya syukuri,namanya juga pertandingan pasti ada yang memang dan yang kalah,yang menang tidak boleh tinggi hati dan buat yang kalah jangan berkecil hati.

Rania sedang berjalan di koridor sekolah menuju kelas nya,wanita cantik ini melebarkan senyum nya yang ramah ke setiap guru yang ia jumpai.

"Gak pegel senyum terus?".kata davin yang dari tadi ada di belakang rania tanpa rania ketahui.

Rania menghentikan langkan nya lalu menoleh ke arah davin.

"Eh ada davin".kata rania sambil tersenyum manis.

"Senyum mulu apa gak pegel?".tanya davin sekali lagi.

"Engga,kan senyum itu indah".jawab rania.

"Iya".kata davin lalu senyum,"mau ke kelas ya?".sambung nya.

"Iya".jawab rania.

"Saya bareng ya,kebetulan saya mau ke koprasi".kata davin.

"Ouh boleh-boleh,mau beli apa vin?".tanya rania sambil meneruskan jalan nya.

"Beli bolpoin,yang saya udah habis semua isinya lupa belum beli".

"Cuma beli satu doang?".

"Iya,biar sekali abis".

Rania menghentikan langkah nya,lalu membuka tas milik nya,setelah itu mengeluarkan sesuatu di dalam nya.

"Nih".kata rania ,yang memberikan bolpoin warna pink dengan hiasan gantungan unicorn di tutup bolpoin nya.

"Un-tuk apa?".tanya davin kebingungan.

"Untuk lo,udah pake aja bolpoin punya gw ini,jangan beli,udah mending duit nya lo simpen buat nanti istirahat dan bolpoin ini buat lo,dari gw!".kata rania lalu tersenyum.

Davin menerima bolpoin lucu itu dari tangan rania.

"Gak apa-apa saya pake?,nanti kamu gimana?".tanya davin memasktikan.

"Gw punya ini".kata rania yang mengeluarkan tempat bolpoin milik nya dan memperlihatkan betapa banyak nya bolpoin yang sama di sana.

"Kamu jualan?".tanya davin sambil masih tidak percaya melihat bolpoin sebanyak itu.

"Engga".jawab rania sambil menggelengkan kepalanya.

"Kamu bawa sebanyak ini setiap hari?".tanya davin yang terkejut.

"Iya".jawab rania percaya diri sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

"Gak takut ada yang curi?".tanya davin kembali.

Rania mendecak,"gak lah,nih ya kebanyakan yang suka curi bolpoin itu cowo,dan bolpoin gw ini kan lucu banget mana ada cowo yang mau curi kek ginian".kata rania menjelaskan.

"Kan bisa di ambil isinya saja".kata davin.

Rania berpikir sebentar,"ouh iya ya,kok lo pinter sih,gw malah gak kepikiran sampai situ,eh tapi kan gak semua ukuran bolpoin sama vin,iya gak?,iya dong?".kata rania yang bawel.

"Iy-iya,iya".jawab davin.

Lalu davin hanya mengangguk dan tersenyum kikuk ke arah rania,lalu mereka meneruskan jalan nya,berkat rania uang milik davin utuh tidak ternodai sedikit pun untuk membeli bolpoin di koprasi,lumayan berkah di pagi hari.

Make You Mine Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang