T W E N T Y E I G H T

472 23 7
                                    

Bus yang mereka tumpangi berhenti di tempat pemberhentian untuk beristirahat dan makan siang. Pasal nya sudah beberapa jam mereka barada didalam bus, sampai sampai semua murid sudah tertidur dan kewalahan dikarenakan perjalanan mereka yang cukup memakan waktu.

Seorang guru yang berada di depan berjalan kebelakang menemui para murid murid yang masih mengumpulkan nyawa dan kesadaran mereka masing masing. Lalu ia menyuruh berbaris untuk segera keluar dari bus.

Tempat makan tersebut sangat ramai, bisa dilihat jika semua siswa siswi dari sekolah kami yang memenuhi tempat tersebut.

Lisa Rose dan Jennie langsung buru buru mengambil tempat duduk.

Jennie hanya diam dan melamun sedari tadi, mereka sama sekali tidak tertarik untuk makan.

"Gue gak selera makan nasi, perut gue udah kenyang karena ngemil," ucap Rose, Jennie pun mengangguk, kondisinya sedang sama dengan keadaan Rose.

Berbeda dengan murid murid lainnya, semuanya sibuk mengantri untuk membeli makanan.

"Gak bagusloh kalau cuma makan cemilan doang. Gimana nanti kalau kalian muntah diperjalanan karena gak makan nasi," ujar Lisa.

",Kita makannya satu bagi tiga aja. Kalau sendiri sendiri, nasinya gak habiskan sayang,"Ujar Lisa lagi.

Akhirnya Rose sama Jennie setuju, malu maluin kalau muntah di perjalanan, fikir mereka.

"Jadi kita pesan apaan nih?," tanya Lisa.

Rose akhirnya membuka menu daftar makanan yang ada dimeja mereka. Jennie pun ikutan ngelihat tapi sambil tiduran dimeja.

"Mau ayam geprek gak?," tanya Rose sambil nunjuk  gambar makanan yang ada di menunya.

"Kok nampanya porsi ayam gepreknya banyak gitu ya," Tanya Jennie.

"Lo cuma lihat digambarnya doang, kalau udah yang aslinya didepan mata cuma kayak sekutil nasi kucing," ucap Lisa.

"Hmm, yaudah pesan ayam penyet satu," ujar Jennie.

Karena Lisa yang ngajak mereka buat makan, jadi mereka nyuruh Lisa buat ngantri pesan makanannya. Lisa mau mau aja, asal uangnya bayar bertiga.

Akhirnya Lisa sampai di pengantrian buat beli makan. Kakinya udah pegel nunggu antrianya. Udah dari yang paling belakang akhirnya sekarang udah yang paling depan. Tapi lagi lagi dia dapet masalah sama mbak mbak penjual makanannya.

"Mbak, Ini  namanya penipuan! Tadi  saya liat harganya dimenu yang dimeja cuma dua belas ribu doang, kenapa sekarang jadi tiga belas ribu lima ratus!," Lisa udah kesal banget mgelihat mbak mbak didepannya, sampai beberapa siswa siswi yang lagi ngantri ngelihatin mereka.

"Setau saya, semua daftar menu harga makanan yang ada dimeja udah diganti dek. Jadi mungkin adek salah liat," jelas Mbak Mbaknya.

"Gue udah jelas jelas ngelihat kok buk, harganya dua belas ribu doang," jawab Lisa yang gak mau kalah.

"Pokoknya harganya tiga belas ribu lima ratus, kalau adek gak mau bayar, silahkan keluar dari antrian karena masih banyak yang mengantri  buat beli makan juga," ucap Mbak nya.

Iya kali sih karena gue bawa duit pas gue balik lagi nemui Rose sama Jennie terus balik ngantri lagi, fikir Lisa.

"Mbak tolong kasih makanannya kedia, biar saya aja yang bayarin,".

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 18, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MARRIED WITH HIMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang