"Wanita murahan! Rupanya kau di London berselingkuh, mengaku bekerja tapi justru malah bersenang-senang dengan pria lain."
"Jika aku wanita murahan lalu kau ini apa hah?! Jangan sok suci! Kau pikir aku tidak tahu yang selama ini kau lakukan hah?! Kau pun sama saja, Tua bangka tidak tahu diri!"
"Apa kau bilang?! Berani kau menghinaku seperti itu? Sepertinya kekasih gelapmu itu sudah banyak membawa pengaruh buruk bagimu."
"Oh ya? Lalu bagaimana denganmu hah?! Kau pun memiliki banyak wanita simpanan, bahkan jauh lebih muda dariku. Bahkan salah satunya ada yang seumuran dengan Sehun, dimana kau taruh otakmu itu? Kau seperti sedang mengencani putrimu sendiri."
"Tutup mulutmu, Brengsek!"
"Kau yang memulai, Sialan!"
Sehun menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan demi teriakan yang keluar dari mulut kedua orang tuanya, awalnya ia senang karena orang tuanya pulang ke rumah setelah hampir 2 minggu berada di luar negeri namun rupanya kepulangan mereka hanya untuk bertengkar dan saling berteriak.
Sehun yang berada di kamarnya yang berada di lantai 2 bahkan bisa mendengar pertengkaran kedua orang tuanya dengan jelas. Ia hanya bisa menangis mendengar orang tuanya bertengkar, ini bukan yang pertama kalinya. Namun Sehun tak bisa berbuat apa-apa, pernah ia mencoba melerai namun justru orang tuanya malah memarahinya. Sejak saat itu Sehun tak pernah lagi ikut campur jika orang tuanya mulai bertengkar, ia hanya bisa mendengarnya dari dalam kamar seperti saat ini.
"Halo... Jongin, kau sedang apa?"
"....."
"Oh begitu ya. Maaf aku tidak tahu jika kau sedang berkencan dengan Kyungri, kalau begitu aku akan tutup telponnya..."
"....."
"Oh tidak, Jonginnie. Tidak ada apa-apa kok, aku hanya ingin tahu apa yang sedang kau lakukan saja."
"....."
Untuk sesaat Sehun terdiam saat mendengar kembali teriakan kedua orang tuanya yang sedang bertengkar di susul suara pecahan kaca, ia sangat yakin pasti banyak barang-barang di dalam rumah yang rusak.
"Tidak, Jonginnie. Kau jangan pikirkan, itu hal yang biasa. Yasudah kututup ya, selamat bersenang-senang dengan kekasihmu. Sampai jumpa." Sehun langsung menonaktifkan ponselnya sesaat setelah ia memutus sambungan telponnya dengan Jongin. Ia terdiam dan merenung.
Niat hati Sehun ingin bicara dan menangis pada Jongin menumpahkan keluh kesahnya, namun rupanya ia tak bisa melakukannya. Sehun tak tahu bahwa Jongin sedang berkencan dengan Kyungri, ia jadi tak enak hati. Jongin pasti akan langsung ke rumahnya jika ia banyak bicara di telpon, Sehun tak mau mengganggu kebersamaan Jongin dan Kyungri.
Sehun terdiam saat sesuatu menetes dari hidungnya, ia mengusapnya menggunakan jemarinya. Itu darah, Sehun mimisan.
Dengan cepat Sehun mengambil beberapa lembar tissue dan membersihkan hidungnya, darahnya cukup banyak dan ia harus menyumpal hidungnya menggunakan tissue. Kepalanya mulai terasa pusing dan ia putuskan untuk berbaring diatas ranjangnya.
.
.
"Kyungri, sebaiknya kita pulang sekarang." Ucap Jongin secara tiba-tiba, Kyungri yang sedang makan jelas saja terkejut dan menghentikan makannya.
"Apa? Pulang? Tapi 'kan kita mau menonton bioskop setelah makan siang." Kyungri protes, ia jelas tak ingin pulang begitu saja dan masih ingin bersama kekasihnya. Lagipula mereka baru satu jam bersama.
"Lain kali saja oke? Aku ada urusan-"
"Urusan apa? Sehun lagi? Ada apa dengan wanita itu? Kenapa dia selalu mengganggu kita berdua!" Kyungri mulai kesal, ia tahu Jongin baru saja menerima telpon dari Sehun dan sekarang pria itu mengajak pulang karena ada urusan. Urusan apa lagi selain Sehun?

KAMU SEDANG MEMBACA
THE GREAT LOVE | KAIHUN
RandomHanya sepenggal kisah sepasang sahabat yang diam-diam saling mencintai selama bertahun-tahun lamanya Akankah mereka jujur pada perasaan masing-masing dan bersatu?