"Just like my life. With you. It's not too little. Not too much. Just right." -Hansol Chwe.
~~~
Vernon SVT x OC
cast hampir semua dari cast story "this feeling"
-semacam kisah spinoff dari this feeling-
Tapi bisa dibaca tersendiri kok.
"Hansol, ayo cepat! Nanti kita ketinggalan." Hyunki berjalan dengan cepat sambil menggandeng tangan Hansol. Berjalan di atas jalan yang sedikit bersalju dengan wajahnya yang ceria.
"Sabarlah Hyunki, lagipula kita masih punya waktu. Kalau kau berlari, nanti terpeleset."
Hyunki akhirnya pasrah dan mengikuti lambatnya Hansol berjalan.
Hari ini mereka akan terbang ke Korea, negara tempat mereka bertemu, tempat mereka saling mengenal, dan tempat mereka membuat kenangan-kenangan di sekolah menengah.
Hyunki akan menyelesaikan tugas animasinya sebentar lagi, oleh karena itu ia mencari pengisi suara untuk animasinya. Dan dia pergi ke korea dengan alasan itu, membujuk Haneul untuk membantunya.
Sedangkan Hansol, ia hanya menemani Hyunki. Toh final nya sudah selesai, dan semua lirik lagu yang dituntut perusahaannya juga sudah ia selesaikan sebelum pergi.
Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam bandara yang sudah memperlihatkan banyak orang di dalam sana. Hansol memandang datar suasana ramai bandara, sesekali bersenandung untuk menutupi rasa bosannya, sampai ia merasakan seseorang yang sedari tadi di sampingnya bergerak banyak, entah apa yang dia lakukan.
Hansol menoleh ke arah Hyunki yang saat ini tengah mengembangkan senyum manisnya sambil menengok kanan kiri.
"Uwah, Hansol-ah! Lihatlah itu! Bayi yang lucu, astaga sangat menggemaskan, lihatlah dia sedang makan." Hyunki dengan gemasnya menunjuk bayi yang sedang mengemut dotnya. Sepertinya kata 'makan' tidaklah terlalu tepat untuk digunakan.
Hansol menahan tawanya mendengarnya. Ia mengacak rambut Hyunki pelan.
"Selesaikan dulu final studimu, baru memikirkan seorang bayi. kau bisa memilikinya beberapa tahun lagi." Hansol dengan lancarnya mengucapkan kalimat itu.
Ia tidak mengetahui sekarang Hyunki sudah membulatkan matanya. Apa maksud Hansol?
"Ya! Apa maksudmu? Aku bahkan belum memikirkan hal seperti itu. Ais, kau menyebalkan." Hyunki menghentak-hentakkan kakinya lalu berjalan lebih cepat.
Hansol bingung melihat Hyunki yang sekarang sudah beberapa langkah di depannya.
'Memangnya aku salah apa lagi?' Pikir Hansol
Hansol dan Hyunki masih saling diam, bahkan setelah check in di bandara, Hyunki masih saja berjalan mendahului Hansol.
Hansol hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tetap menatap Hyunki dari belakang, takut kalau sampai Hyunki tersesat. Itu pikirnya.
Ia mempercepat langkahnya begitu melihat Hyunki akan duduk di salah satu kursi di boarding room. Hansol tidak mempermasalahkan Hyunki yang ingin duduk, tapi ia melihat beberapa pria yang juga sedang duduk di sana.
Belum berhasil Hyunki duduk, Hansol sudah menarik tangannya untuk duduk di kursi yang diantarai lebih banyak kursi lainnya. Hansol lalu duduk di bagian dalam, lebih tepatnya yang lebih dekat dengan kumpulan pria itu.
Hyunki bergeming, bingung dengan tingkah Hansol. Namun ia sebisa mungkin tidak bertanya karena masih mengingat rasa kesalnya. Tidak sampai situ, Hyunki kali ini semakin bingung, pasalnya sekarang Hansol sedang membuka jaketnya dan menaruhnya di pangkuan Hyunki. Lebih tepatnya, ia sedang menutupi kaki Hyunki yang memang terlihat karena sedang menggunakan rok selutut.
"Kau, kenapa?" Hyunki sudah sangat heran melihat Hansol yang masih diam, bermain dengan ponselnya.
"Orang bodoh mana yang menggunakan rok pendek saat sudah hampir musim dingin." Hansol bergumam dan tatapannya tetap pada ponselnya.
"Hah? But i wear a long coat and boots, Hansol. Jadi aku tetap hangat."
Hansol tetap diam dan mengangguk.
"Kau kenapa? Aku salah? Mestinya kan tadi aku yang marah. Kenapa sekarang sebaliknya?" Hyunki masih gemas dengan sikap Hansol yang tiba-tiba diam seribu bahasa seperti ini.
"Lagipula tadi kau tidak menegurku. Jadi, apanya yang salah?"
"Tidak ada, hanya saja aku cemas kakimu akan membeku kedinginan. Nanti aku yang repot." Hansol masih menunjukkan wajah datarnya. Namun ia diam-diam melirik ke arah kumpulan lelaki tadi untuk melihat mereka sudah pergi.
'Huh. Kalau saja aku tidak memberinya jaketku, orang-orang itu akan menatap Hyunki dengan mesum.'
"Aih, molla!"
Hansol yang sadar dari lamunannya, hanya berdeham.
"Nona Lee, jangan pernah gunakan rok ataupun celana pendek jika tidak bersamaku, ya?" Hansol sebisa mungkin bersikap biasa saja saat mengatakannya, lalu memberi Hyunki sebotol air yang berada di tasnya.
Baru saja Hyunki ingin membalas perkataan Hansol, panggilan yang diperuntukkan untuk penerbangan mereka terdengar. Dengan tergesa-gesa Hyunki berdiri dan menarik tangan Hansol untuk segera naik ke pesawat.
~~~
[Hansol pov.]
"Kenapa? Mengantuk?" Aku bertanya pada Hyunki yang saat ini terlihat lucu dengan matanya yang ia paksa terbuka.
Hyunki mengangguk cepat dengan polosnya.
"Iya, bangunkan aku bila sudah sampai." Dengan itu, Hyunki menyandarkan kepalanya lalu tertidur.
Aku tersenyum melihat Hyunki yang kini sudah nyaman dengan posisi tidurnya. Sangat menenangkan bagiku untuk melihatnya seperti itu.
Aku harap perjalanan kami ke Korea akan memberinya kebahagiaan.
. . [ToBeContinued] . .
Jadi ini buat kalian yang gemes sama vernon ehehe >.<
semoga suka^°^ Vomment jangan lupa :)))
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.