"Just like my life. With you. It's not too little. Not too much. Just right." -Hansol Chwe.
~~~
Vernon SVT x OC
cast hampir semua dari cast story "this feeling"
-semacam kisah spinoff dari this feeling-
Tapi bisa dibaca tersendiri kok.
Akhirnya urusan Hansol sudah benar-benar selesai sekarang. Sudah beberapa hari ini ia sangat gelisah dengan keadaan Hyunki.
Siapapun yang mendengar keadaan Hyunki sekarang pasti tidak akan percaya. Kemarin, Hyunki sudah kembali ke Korea, sendirian. Ia bahkan tidak memberitahu Hansol.
Hansol menatap tasnya diam. Beberapa jam lagi ia akan berangkat. Bukan, bukan ke Amerika, dia ingin pergi ke Jepang menemui Haneul. Dia tidak punya pilihan lain, Haneul susah dihubungi dan sekarang tugas Hyunki itu sangat mendesak bagi Hansol.
Bukannya ia tidak bisa menemukan orang lain untuk mengisi suara karaker itu, tapi ia sangat menantikan wajah bahagia Hyunki yang sangat menggemaskan bila keinginannya terwujud. Lagipula mereka sudah sejauh ini, sampai ke Korea demi ini, sangat sayang bila dibatalkan.
Tidak hanya itu, sekarang ia cukup yakin dapat menyelesaikannya dengan lancar karena sekarang ia berangkat ke Tokyo bersama Chan. Ia tak akan lupa perkataan Hyunki bahwa Chan akan menjadi pengaruh besar untuk Haneul.
"Aduh, konyol juga yah tugas seperti ini sampai harus terbang ke berbagai negara. Hebat sekali kalian." Itu bukan Chan yang sedang meledek Hansol, suara itu berasal dari loudspeaker ponsel Chan yang sedang terhubung dengan Seungkwan.
"Aku bahkan tidak mengerti Seungkwan, aku kan tidak kuliah." Chan mengakhiri kalimatnya dengan tawa.
"Wah tuan muda, kau bilang tidak kuliah? Ingat ya kau hanya mengambil cuti, bukan berarti kau berhenti." Seungkwan mencibir Chan dengan nada malas.
Chan memang mengambil cuti kuliah karena lelah dengan jadwalnya, katanya ia ingin fokus dulu dengan minatnya dalam dunia tari, bagaimanapun ia tentu masih ingat harus meneruskan perusahaan ayahnya, jadi ia hanyalah ingin bersenang-senang untuk sementara waktu.
Hansol hanya menangguk-angguk kecil dengan tatapan datarnya.
"Kami akan berangkat sekarang." Chan mengakhiri panggilan itu setelah mendapat persetujuan dari Seungkwan.
...
"Kalian berdua sama saja, ya. Pandai memanfaatkanku." Canda Chan yang tengah menikmati makanan yang telah disediakan oleh pihak maskapai yang mereka gunakan.
"Aku tidak memanfaatkanmu. Kau kan khawatir dengan keadaan Haneul yang tidak menghubungimu, dan aku butuh Haneul untuk membantu Hyunki, jadi kita sama-sama untung dengan berangkat sekarang."
Chan hanya tertawa kecil mendengar jawaban Hansol. Ia cukup yakin menitipkan Hyunki yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya itu kepada lelaki seperti Hansol. Ia tahu sekarang Hansol hanya memikirkan Hyunki, kalau tidak bagaimana ia mau repot-repot pergi ke Tokyo demi ini.
Kalau dipikir-pikir ada banyak orang yang bisa mereka minta untuk membantu Hyunki, tapi Hansol hanya memikirkan keinginan Hyunki yaitu menggunakan suara Haneul dalam karakternya.
Hansol membuka dompetnya lalu melihat sebuah flashdisk kecil disana.
"Menurutmu, mengapa Hyunki memberikan ini?" Pikirannya terbayang wajah Hyunki saat ia masih memperhatikan benda kecil itu, flashdisk itu berisi salinan animasi buatan Hyunki yang sudah selesai.
"Hm.. Entahlah. Dia memberikannya padaku lalu bilang 'beritahu sahabatmu itu, aku sudah berhasil menyelesaikan ini, meskipun belum sukses dengan tujuan awal kami ke sini. oiya, itu bukti aku bisa sungguh-sungguh mengerjakan tugasku dan tidak ingin membuang waktunya yang berharga itu dengan menemaniku ke Korea.'"
Chan masih mengunyah sedikit makanan di mulutnya saat memperagakan cara Hyunki yang sedang berujar panjang lebar.
Hansol tersenyum sedih dan menunduk. Ia tidak pernah mengira keadaan hubungan mereka akan seperti ini. Entah bagaimana hal yang dia pikir hanya masalah kecil justru membuat hubungan mereka seperti dilanda masalah besar.
"Aku bahkan tidak pernah merasa membuang waktuku demi dia." Gumam Hansol yang masih dapat didengar oleh Chan.
"Eh, aku ingat, saat Hyunki keluar kamarku, dia juga berteriak begini 'satu lagi, bilang pada tuan chwe itu, aku merindukannya.'"
Hansol tertawa kecil mendengarnya.
Dia tahu, dia memang harus berbaikan dengan Hyunki saat kembali nanti. Tidak perlu berbohong, Hansol juga sangat merindukan Hyunki.
~~~
Pesawat yang ditumpangi Hansol dan Chan mendarat di Tokyo dengan selamat.
"Jadi? Apa yang akan kita lakukan?" Chan bertanya penasaran kepada sahabatnya itu.
Hansol sedang menunggu minuman yang ia pesan di sebuah kafe kecil yang berada di bandara itu.
"Hm? Pertama, kita ke hotel saja dulu. Kau butuh istirahat dulu. Aku tidak mungkin memaksa, bagaimanapun aku yang butuh disini, dan aku yang menyebabkan keadaan rumit ini."
Hansol menjelaskannya kepada Chan dengan tenang.
Chan hanya mengangguk menanggapi perkataan Hansol.
"Apa ini 'pertengkaran pasangan' pertama kalian?"
Pertanyaan Chan itu dibalas gelengan kepala pelan dari Hansol.
"Bukan yang pertama kali, tapi kupikir ini salah satu yang cukup rumit." Hansol menjawab pertanyaan Chan tadi lalu berjalan meninggalkan kafe bandara, ia meneguk pelan minumannya.
Chan mengikutinya dari belakang, menyusulnya dan berpindah ke sebelah Hansol saat ia teringat ingin mengatakan sesuatu.
"Hyunki parah juga ya saat sedang cemburu." Chan berucap sambil membayangkan Hyunki yang beberapa hari ini sangat kacau.
"Kau harus bercermin, Lee Chan-ssi. Aku masih ingat bagaimana keadaanmu saat Woojin dan Haneul sangat dekat."
Chan menatap datar Hansol yang berkata dengan santai.
"Yah, baiklah aku akui, bagaimanapun kami bersaudara."
Mereka berdua tertawa bersama karena ucapan Chan.
—
[TBC]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.