pair 4

195 18 2
                                        

Happy reading guys
🐰🐨


























Dingin malam kian menghembus,dalam kelam malam terlihat akan satu sosok yang masih gagah walau usianya sudah berabad,lagi asik mengamati 'pekatnya' malam yang hadir.Dibalik wajah yang tenang terpalit 'sejuta' perkara dalam pikiranya.

"Pengawal!! ...panggil panglima besar kemari untuk menghadap ku!!"titahnya lantang pada penjaga setia yang berjaga diluar kamarnya.

"Sudah saatnya putraku memiliki pasangan hidup yang telah aku 'tulis' dahulu"

Setelah mendapat perintah,kini hadir berdesup segerombolan 'binatang'berbulu datang untuk menghadap sang pemerintah di aula istana,tidak berapa lama kedengaran lolongan bersayutan yang kuat bergema di dalam ruangan besar itu yang menandakan bahwa ketibaan sang raja yang dinanti.dan lantas menunduk hormat.

"Kalian pasti tahu bahwa,anak ku kelak akan tiba waktu 'matangnya'bukan"!.jelas sosok gagah itu sambil memperlihatkan seringai kecil diwajah tampanya.

"Jadi kalian habisi 'dia' agar Lenyap dari alam ini,dan jangan ada yang lolos mengerti!!!"lalu bingkas berdiri meninggalkan panglimanya dan gerombolanya yang masih menunduk.









































•    •    •    •    •    •    •    •    •    •     •    •    •



"Hmm ... dimana ... dia?? Mengapa ahh!! ...tunggu!!!"

Zee dengan pantas cuba mengejar satu 'lembaga'putih tadi seperti menghindar darinya.sebelum itu Zee cuba mengikuti satu sosok putih seperti manusia yang tidak jauh darinya,namun saat Zee cuba mendekatiya,sosok itu seakan menjauh hingga berlari membuat Zee akhirnya masuk jauh kedalam hutan tanpa dia sedari hingga berhenti di satu punca air jatuh yang cukup indah.

"Kemana dia lari??"batin Zee,sebelum kembali memerhati sekelilingnya.

Agak lama mencari,akhirnya Zee membatalkan niatnya bagi menemui kelibat putih tadi.dia sendiri juga tidak mengerti mengapa dia bisa mengejar mahluk itu sampai setekad ini.sebelum pulang Zee memutuskan untuk pergi ke kaki air terjun bagi membasuh wajahnya,tapi langkahnya terhenti saat telinga tanpa sengaja terdengar sayup suara tangisan.

Suara tangisan yang pada mulanya hanya sayup-sayup,lama kelaman  berubah menjadi nyaring dan kuat.membuatkan Zee terpaksa menutup kedua belah telinganya.

Lama Zee menutup telinganya dari mendengar suara nyaring itu,selang berapa menit suara itu mulai pelan dan kian menghilang dengan sendirinya.Zee cuba mengambil napas  yang dalam bagi  menenangkan detak jantungnya yang sedikit tidak keruan gara-gara suara tadi.namun belum sempat dia merasakan lega,anak matanya menangkap 'sesuatu' yang agak asing di atas puncak air.

"Hahh! cuma musang putih rupanya! ... tapi menga ... ahh!! apa itu?? ... jangan!!! ...larrrii!!!"teriak Zee tiba-tiba.

Zee mencoba memberi amaran pada hewan yang tadi dianggap musang,kerna Zee melihat ada satu 'hewan'yang lebih besar ukuran serta mengerikan tiba-tiba muncul dan seakan ingin memangsa musang putih itu.dengan cepat Zee cuba meraih senjata api yang sedari tadi dibawanya agar dapat 'menghentikan' mahluk besar itu,tetapi apakan daya,semua usaha Zee sia-sia kerna mahluk ngeri itu sudah terlebih dulu membanting tubuh musang putih itu kebawah aliran terjun saat Zee belum sempat menekan picu laras senjatanya.

YOUR PAIRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang