Sekarang adalah hari pertama Riani masuk sekolah. Minggu kemarin Ia sudah melaksanakan MPLS, jadi sekarang Ia sudah mulai pembelajaran.
Selama MPLS kemarin Ia tidak bertemu dengan Melvin. Pas Riani hubungi, katanya ada kepentingan keluarga yang gak bisa dilewatin.
"Bik, jagain Andros dengan baik ya"
"Siap den"
"Andros, kakak berangkat sekolah dulu ya. Kamu jangan nakal" ucap Riani lalu mencium Andros.
"Non sama Aden hati-hati ya"
"Iya bik"
Mereka berangkat menggunakan mobil dengan Natael yang menyetirnya.
"Jadi hari ini Melvin gak masuk dek?" tanya Natael di sela-sela nyetirnya.
"Enggak bang, katanya sibuk"
"Jadi sepi deh"
"Kan masih ada bang Alby"
"Alby gak ada omongnya, gak bisa di ajak becanda"
"Iya sih.... btw Bang Alby kok jarang ke rumah bang?" tanya Riani
"Gak tahu juga Gue, mungkin tuh orang sibuk"
Riani hanya menghembuskan nafas berat.
"Yuk"
"Udah sampai?"
"Ya, Lo bisa liat sendiri kita udah nyampe"
"Gak kerasa ya"
"Kita kan ngobrol selama perjalanan jadi gak kerasa"
Riani berjalan beriringan bersama Natael. Ia mendapat tatapan dari banyak orang, banyak yang iri dengan Riani.
Natael adalah salah satu most wanted di sekolah, bukan-bukan karena dirinya bad boy. Natael dan Melvin terkenal karena Alby. Alby terkenal dengan kepintarannya, siapa yang tidak mengenal Alby.
*Ok back to topic
"Bang Alby"
Saat hendak pergi ke kelasnya Riani bertemu dengan Alby. Masalah Natael, dia ada urusan dengan Nesya.
Alby diam di depan Riani begitu juga sebaliknya.
Mereka jarang bertemu akhir-akhir ini jadi pas ketemu agak canggung.
"Bang Alby kemana aja kok udah jarang ke rumah?" tanya Riani
Alby hanya diam dengan tatapan tajamnya.
"Bang Alby mau kemana?"
Tangan Alby dicekal oleh Riani.
"Kelas" jawab Alby dengan singkat
"Ini tangan bang Alby kenapa luka begini?"
Riani melihat ada luka di tangan kanan Alby.
"Aws~"
Alby menepis tangan Riani dengan agak keras, dan pergi begitu saja dari sana
"Tangan bang Alby kenapa ya?" tanya Riani
Bel masuk sudah berbunyi, itu tandanya pelajaran akan segera di mulai.
Selama jam pelajaran Riani tidak fokus karena masih memikirkan tangan Alby yang terluka.
"Lo mikirin apa Ni?" tanya Maudi membuyarkan lamunan Riani.
"Hah... enggak kok"
Maudi adalah teman Riani. Mereka kenalan waktu MPLS kemarin. Bukan hanya Maudi ada juga Citra dan Nanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psycho Or Childish
Fiksi Umum[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] Kehidupan seorang remaja yang penuh dengan penekanan. Mereka menerima setiap tekanan dari orang tua mereka. Hingga datang saatnya mereka jenuh dengan semuanya. . . "Aku ada untuk kamu kapan aja. Jadi kamu bisa ceritain se...
