Darrel takjub menatap wanita dalam gaun pengantin di hadapannya yang dibawa oleh Mamihnya Sabrina juga Maudya Mama dari Aldi sahabatnya.
Darrel sudah selesai mengucap janji pernikahan di depan Penghulu juga Respati yang dijadikan wali nikah Areva karena memang Areva sudah yatim piatu dengan kerabat yang tidak tahu entah dimana karena memang tak pernah memperdulikan dirinya.
Dalam balutan kebaya putih untuk akad nikah, Areva tampak luar biasa cantik. Darrel memang tak pernah melihat Areva merias wajahnya berlebihan. Dia biasanya hanya merias wajah seadanya dan itu sudah sangat cantik ditambah hari ini sentuhan perias pengantin juga kebaya pengantin begitu sempurna menjadikan Areva yang tercantik bagi Darrel.
Sempurna... Bisik hatinya. Wajah Darrel berseri-seri. Senyuman seolah tak bisa lepas darinya. Dan tatapan Areva yang malu-malu membuatnya ingin segera membawa gadis itu ke kamar pengantin.
Ia tak pernah merasakan gairah sebesar ini. Areva tak perlu pakai lingeri atau baju sexy yang menunjukkan lekuk tubuhnya seperti mantan kekasihnya Salsabilha untuk memancing gairah kelelakiannya. Pakaian tertutup saja sudah membuatnya sesak dibawah sana.
Tatapan mata Areva, senyumnya yang menawan mampu membuat adik kecil Darrel membengkak. Untung dia pakai celana bahan bukan berbahan ketat kalau tidak malu bukan main dia saat ini.
"Takjub sih takjub tapi pengantinnya dicium dulu." Kata Aldi menepuk punggung Darrel membuat Darrel tersadar.
Ia menggaruk belakang kepala yang tidak gatal karena salah tingkah lalu mendekati Areva mengulurkan tangan kemudian Areva mencium punggung tangan Darrel dibalas pria itu mengecup kening Areva... perasaan hangat luar biasa yang memenuhi relung hati membuat Darrel yakin jika ini akan jadi yang pertama dan terakhir baginya.
"Aku mencintaimu istriku, aku berjanji akan melewati susah senang bersamamu sampai maut memisahkan kita." Ucapnya pada Areva membuat mata Areva terbelalak karena kaget, dia nggak nyangka jika Darrel menyiapkan kata-kata semanis itu. Sementara orang tua juga keluarga dan tamu yang hadir bertepuk tangan bahagia.
Aldi terkekeh tanpa suara... Sekarang sahabatnya itu sudah sah jadi bucin sang istri.
Areva menatap mata Darrel dan tampak ketulusan di sana. Ia menunduk seketika. Jantungnya berdebar.
Ucapan Darrel barusan, seriuskah? Tanyanya dalam hati.
---
Menyatakan cinta pada Areva tanpa memakai logikanya adalah sesuatu di luar kendali Darrel. Ia hanya ingat kata-kata Aldi jika dari semua yang dia inginkan kesimpulannya hanya satu. Dia mau Areva.
Aldi sedang tertawa menatapnya sambil memberi kode yang begitu sangat dipahami meskipun tak diucapkan sahabatnya itu, tapi sebodo amat. Toh dia duluan yang jadi bucin istrinya. Apa salahnya ia juga cinta pada Areva. Dan lagi seorang ibu akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, dan Mamih menyiapkan calon istri ups salah, istri terbaik baginya.
Cantik wajah juga hatinya, serta sikap dan sifatnya yang mampu membuat Darrel terpesona dalam waktu singkat.
Darrel dan Areva yang tengah menerima ucapan selamat dari undangan dalam resepsi pernikahannya tampak sangat bahagia. Tapi saat seorang wanita hamil bergaun ungu pastel menyalami mereka Darrel terdiam sesaat, bagaimanapun sosok itu pernah sangat berarti baginya, menemani dirinya bertahun-tahun bahkan ia renggut kegadisannya dengan sebuah janji pernikahan yang kandas.
"Selamat ya Rel..." Ucapnya dengan tatapan kecewa bak gadis patah hati. Tapi apa yang bisa ia lakukan?
Areva melihat interaksi Darrel dan wanita hamil tersebut. Perut Salsabilha sudah membuncit sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantunya Mamih (Ready Ebook)
RomanceAreva Anggrekyani Mustafa adalah sosok yang selalu diinginkan Sabrina untuk jadi pendamping hidup anaknya. Sejak kecil Sabrina menyayanginya seperti anak sendiri dan bertekad kelak gadis itu benar-benar jadi bagian keluarganya. Dan ketika usia dewas...
