Bagian 4

87.6K 6K 447
                                        

-Tidak usah salah mengartikan perhatian dari seseorang, ia hanya sekedar perduli bukan suka ataupun tertarik, jadi tidak usah terlalu berharap kepadanya-

_____

KRINGGGG

Suara bunyi bel istirahat berbunyi, seluruh siswa SMA elit Sriguna pada berbondong-bondong berlarian menuju arah kantin untuk menyerbu kursi yang akan mereka tempati, bahkan ada beberapa murid yang jatuh akibat dorongan dari murid lainnya. Suasana kantin akan mendadak sangat ramai, jika sudah jam istirahat seperti ini. Semua orang juga langsung memesan makanan, dengan posisi saling berdempetan. Mereka semua rela menganteri panjang hanya untuk membeli makan di kantin saja, karena menurut mereka makanan kantin sekolah adalah makanan paling terenak.

Akan tetapi, itu semua tidak berlaku untuk Ara. Hari ini dia tidak berniat untuk jajan di kantin, melainkan dia ingin jajanan luar sekolah, yang dimana hanya ada siomay dan ketoprak. Meski cuman ada dua pedagang saja, Ara tetap berjalan ke arah luar untuk membeli salah satu makanan tersebut.

BUGH.

BUGH.

Suara tonjokan yang begitu keras membuat pendengaran Ara terganggu, sepertinya memang ada perkelahian di lapangan. Entah kelas mana yang melakukan perkelahian tidak berguna itu, akan tetapi Ara sama sekali tidak memperdulikan nya meskipun ia cukup terganggu dengan adanya suara pukulan tersebut.

Bahkan Ara tidak menyadari ada seorang pemuda yang sedang mengambil sebuah batu berukuran sedang, dan pemuda itu melempar batu tersebut tepat di depan Ara yang sedang berjalan.

"MINGGIRRR!" teriakan yang berasal dari salah seorang pemuda yang sedang berkelahi itu, langsung membuat semua orang menengok ke arahnya, dan sama-sama terkejut.

Peltak.

Timpukan batu yang di lemparkan oleh sosok pemuda asing, berhasil mengenai kening Ara. Sontak Ara menghentikan langkahnya dan meringis kesakitan, kemudian dia memegangi keningnya yang memerah dan sedikit mengeluarkan darah.

"Aduh...,"

"Bangsat!" umpat pemuda yang tadi sempat berteriak atau lebih tepatnya Arga. "Are you okay?" Arga sedikit menundukkan kepalanya untuk melihat kondisi gadis itu. Dia sedikit merasa bersalah, karena dia tahu timpukan batu itu sebenarnya ingin dilemparkan kearahnya.

Ara mendongak. "Sakit..."

Arga berdecak pelan. Kemudian menengok ke belakang, bersiap untuk menembak pemuda yang telah melemparkan sebuah batu kepada Ara. Namun sialnya, tembakan malah meleset. Alhasil orang itu berhasil kabur.

"Sial. Nggak kena." gumam Arga kesal, padahal hampir saja mengenai kepala Reval.

Saat itu juga Reval kabur yang di ikuti oleh teman-temannya. Arga yang sudah ingin mengejar lelaki itu, seketika dia mengurungkan niatnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk mengejar Reval, karena hal yang terpenting adalah kondisi Ara yang sudah terkena lemparan batu tadi.

Arga kembali berjalan menghampiri Ara yang sambil menundukkan kepalanya.

"Ayo ke UKS."

ARGA [TERBIT] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang