***
Pulang sekolah akhirnya pun tiba,
Seperti biasa seluruh murid berkeluaran dari kelasnya masing-masing. Suasana ketika pulang sekolah memang selalu ramai, sama seperti jam istirahat. Ada beberapa orang dari mereka yang masih memilih untuk mengobrol santai dekat koridor yang mungkin sembari menunggu jemputan, namun ada juga yang langsung berjalan menuju parkiran untuk cepat-cepat sampai di rumah.
Dan sekarang Ara, Jane dan Lisa sedang berjalan beriringan sambil mengobrol ringan, juga sesekali tertawa ria. Terkadang, menurut mereka obrolan yang paling seru itu adalah ketika kita pulang sekolah. Entah mengapa selalu tiba-tiba ada banyak topik yang seru, akan tetapi berbeda jika mereka sedang berada di kelas maupun bertemu.
Mengobrol juga, sih, namun tidak seseru ini. Terdengar cukup aneh memang. Yah, itulah kenyataannya.
"Hari ini lo pulang sama siapa, Ra?" tanya Jane sambil berjalan dengan memegangi sebotol minuman soda.
"Sendiri," jawab Ara seadanya.
"Boleh nebeng?"
"Enggak!"
"Pelit lo!"
"Biarin, lo bawa mobil sendiri, kenapa harus nebeng?"
"Ck, gue sekalian pengin main ke apartemen lo, Araaaa!"
Berbeda dengan Lisa yang tidak pernah meminta tebengan kepada siapapun. Gadis itu selalu mandiri untuk pergi kemanapun tanpa ditemani siapa-siapa. Terkecuali memang ada orang yang menawarkan dirinya sendiri untuk menemani Lisa, dia bisa menerimanya. Namun, untuk soal Lisa yang meminta duluan, tidak pernah dilakukannya.
Karena menurutnya, selagi dia bisa sendiri, dia tidak perlu bantuan siapapun lagi.
"Jane kadang-kadang emang suka aneh. Bawa mobil, tapi minta tumpangan sama orang, giliran nggak bawa mobil malah nggak mau numpang. Kocak lo!" cibir Lisa yang berada di sebelah Ara.
"Kadang gue juga suka lupa kalau ternyata gue bawa mobil. Maklum, namanya masih muda," balas Jane asal.
"Suka-suka lo, deh!" Lisa terkekeh pelan, kemudian celingak-celinguk di saat sudah hampir menuju gerbang sekolah. Hari ini seperti biasa dia pulang menggunakan taksi online. "Taksinya udah sampai! Gue duluan, Guys!"
Lisa pun langsung berlari seraya melambaikan tangan nya, yang di balas dengan lambaian tangan juga oleh Ara dan Jane.
"HATI-HATI!" teriak Ara dan Jane bersamaan.
"Sana pulang! Udah mau sore!" usir Ara sambil menyenggol pelan lengan Jane.
Jane mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa lo nggak mau pulang bareng gue, sih? Lumayan, kan, gratis? Dari pada lo harus sewa taksi online kayak Lisa tadi, buang-buang uang, kan? Kalau aja Lisa juga mau di anter pulang sama gue, bakal gue anterin, tuh, sampai depan pintu kamarnya!" cerocos Jane.
"Kita beda arah, Jane. Mungkin kalau lo sama Lisa masih bisa pulang bareng, karena kalian searah."
"Tapi masalahnya Lisa selalu nggak mau pulang bareng. Apa jangan-jangan mobil gue bau kecoa makanya dia nggak mau?!!"
"Apaan, sih! Ada-ada aja! Gue balik duluan, hati-hati bawa mobilnya!"
"Yah, tapi—"
"JANGAN NGEBUT, YA!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGA [TERBIT]
Fiksi Remaja[BUKU SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU ONLINE] [Atau di shopee : salenovel] Arga Rajendra adalah sosok laki-laki berhati dingin, angkuh dan tak peduli pada siapa pun, selain keluarga dan teman dekatnya sendiri. Ada rumor yang mengatakan, bahwa siapapun...
![ARGA [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/228122972-64-k323698.jpg)