***
Setelah berhasil kabur dari area pertempuran antar geng motor, sekarang Daffa sudah berada di markas seorang diri. Dia menjadi merasa bersalah karena sudah meninggalkan teman-temannya yang berkelahi dengan anak buahnya Arga, terlebih lagi dia memikirkan keadaan Rezy sekarang. Entah apa yang terjadi selanjutnya di sana, melawan Arga memang tidak mudah.
Dia mengambil bungkusan rokok yang berada di saku celana, kemudian mengambil satu putung rokok, lalu menyalakan pemantik api. Menghisap sebatang rokok, lumayan membuatnya jadi tenang. Sesekali dia memegang luka yang berada di wajahnya, dan meringis pelan.
"Ck, Arga sialan. Dia udah bikin muka gue jadi rusak." gerutu Daffa. "Untuk pertama kali, gue dikalahkan oleh musuh gue sendiri. Gue nggak nyangka dia punya tenaga sekuat itu."
Ceklek
Pintu markas tiba-tiba terbuka, dan menampilkan sosok pemuda yang wajahnya sudah dipenuhi luka lebam, yang ternyata ialah Rezy. Dia datang sendirian tanpa ditemani siapapun.
"Zy!" Daffa terkejut melihat kedatangan pemuda itu, tanpa menjawab panggilan Daffa, Rezy langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa seraya memejamkan matanya seperti orang kelelahan. "Are you okay? Muka lo habis ditonjokin sama siapa? Arga?" lanjutnya.
Rezy menggeleng pelan.
"Anak buah Arga ternyata kuat juga. Apalagi temen-temen deketnya dia, gue bener-bener nggak bisa menyeimbangkan mereka."
"Ternyata benar, mereka bukanlah lawan yang gampang. Lalu gimana dengan keadaan anak-anak yang lain?"
"Ada yang selamat, dan ada yang mati."
"Anjing." umpat Daffa, semuanya menjadi kacau. "Gue nggak bisa terima kekalahan ini. Harusnya mereka semua yang mati, bukan kita."
Rezy menoleh dengan mata sayup. "Dari awal gue udah bilang sama lo, mereka bukan orang yang gampang buat di lawan. Apalagi lo juga tau Arga itu siapa, dari pada gue ngusik kehidupan dia, lebih baik gue pensiun aja. Gue nggak bisa mati gitu aja di tangan dia, Daf."
"Zy, gue punya alasan kenapa harus lawan dia."
"Alasan apa, sih, Daf? Dari kemarin lo selalu bilang alasan, alasan, dan alasan. Lo punya masalah apa sama Arga? Atau, jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi antara lo dengan dia di masa lalu?"
"Ya. Ini tentang masalah yang pernah Arga lakukan di masa lalu, terlebih lagi kepada keluarga gue."
"Gue tahu setiap orang punya privacy hidup masing-masing, tapi setidaknya lo bisa kasih gue alasan yang kuat. Kalau cuman karena dia pernah buat masalah di masa lalu lo, bukan berarti kita juga harus kena imbasnya. Itu nggak adil." jelas Rezy, pasalnya dia sungguh tidak sanggup untuk melawan Arga. Terlebih lagi, menyerang mereka tanpa alasan yang jelas, membuatnya semakin dibuat bingung.
Daffa terdiam sebentar. Untuk menceritakan semua hal yang terjadi di masa lalu pada orang lain, tidaklah segampang itu. Dia masih belum bisa menceritakan pada siapapun, atau kepada teman dekatnya sendiri pun, dia tidak bisa.
"Sorry, Zy. Belum saatnya gue menceritakan semua ini, mungkin tanpa gue ceritakan, lo bakal tau sendiri nantinya," kata Daffa sambil mengalihkan pandangannya.
"Hidup lo terlalu privasi banget, ya?" sindir Rezy.
"Maaf."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGA [TERBIT]
Fiksi Remaja[BUKU SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU ONLINE] [Atau di shopee : salenovel] Arga Rajendra adalah sosok laki-laki berhati dingin, angkuh dan tak peduli pada siapa pun, selain keluarga dan teman dekatnya sendiri. Ada rumor yang mengatakan, bahwa siapapun...
![ARGA [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/228122972-64-k323698.jpg)