Bagian 7

74K 5.2K 100
                                        


***

Sekarang Ara sedang berjalan melewati koridor sekolah untuk pergi ke kamar mandi. Sebenarnya bukan untuk buang air kecil atau apapun yang bersangkutan tentang itu, melainkan hanya untuk berkaca sebentar sambil berlama-lama disana atau lebih tepatnya Ara ingin membolos pelajaran.

Tetapi, belum sempat Ara membelokkan dirinya ke kamar mandi, tiba-tiba saja tubuhnya sudah di tarik oleh seseorang. Tangan kekar yang dimiliki orang itu, membuat Ara sama sekali tidak bisa melawan. Kekuatan orang itu jauh lebih besar dibanding Ara.

"Lepasin, bangsat! Lo siapa, sih?!" teriak Ara yang sekarang sudah berada di perpustakaan. Kedua bola matanya membulat, setelah melihat siapa seseorang yang menarik tangannya. "Ternyata lo? Untuk apa lo tarik tangan gue dan bawa ke sini?" lanjut Ara dengan nada ketus.

Tanpa menjawab, Arga langsung melemparkan sebuah buku tulis beserta pulpen tepat di atas meja.

Ara mengerutkan keningnya. "Apa-apaan ini?"

"Kerjain tugas gue. Hari ini gue lagi males buat mikir, jadi gue mau lo yang kerjain ini semua sampai selesai. Dan hasilnya harus bener." titah Arga.

"Dasar sinting! Gue nggak mau!" tolak Ara mentah-mentah.

"Lo ngebantah gue lagi?"

"Gue bukan babu lo!"

"Oh ya? Lantas hal yang kemarin itu apa?"

Perlahan-lahan Arga mulai memajukan langkah kakinya mendekati Ara. Dengan senyuman menyeringai yang tercetak di bibir Arga membuat Ara menelan ludahnya karena merasa ketakutan. Kedua kaki Ara juga spontan berjalan ke belakang menghindari Arga.

Sampai akhirnya, Ara merasakan tubuhnya yang hampir terpental ke depan karena dinding yang menghalangi. Ingin berlari dari arah samping pun Ara tidak bisa, sebab Arga dengan cepat langsung menahan kedua bahu Ara menggunakan tangan kekarnya.

"Kerjain atau gue kasih hukuman yang setimpal dengan perlakuan lo waktu itu," ancam Arga, nada bicaranya seperti orang yang sedang mengintimidasi.

"Tapi, kan—"

"Apa? Tapi apa?"

"Ga... Tolong jangan..."

Ting

Bunyi notifikasi pesan membuat keduanya refleks terdiam. Pandangan Ara dan Arga sama-sama menatap ke arah saku celana Arga yang di dalam nya terlihat ada cahaya sedikit yang berasal dari ponsel Arga yang menyala. Ara bernafas lega, setidaknya notifikasi itu bisa menyelamatkan Ara dari laki-laki mengerikan ini.

Bara

lo di mana?
bokap lo dateng ke sini, dia datengin kita semua karena nyari lo buat ambil senjata yg lo bawa hari ini
lo bawa apaan lagi si?
mending sembunyiin diri lo di tempat yang aman, nanti biar gue yang cari alibi supaya dia balik

ARGA [TERBIT] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang