Warn⚠
This is Mature"Aahh Hansol." Seungkwan tersenggal diantara cumbuan Hansol di bibirnya. Pria itu mencumbunya dengan cepat, tergesa dan penuh gairah.
"Aku merindukanmu." Itu yang berkali-kali Hansol rapalkan. Sungguh ia sangat merindukan Seungkwan melebihi apapun didunia ini. Wanita ini yang ia tinggalkan bertahun-tahun yang lalu, yang hanya bisa ia lihat dari jauh kini ada digenggamannya. Dia sangat cantik dan Hansol memujanya sebagai yang tercantik. Ya, Seungkwannya memang yang tercantik dan ia mendambanya dengan sangat.
Mereka masih di ruang tengah apartement Seungkwan. Di atas sofa berwarna mustard itu.
"Dimana kamarmu?" Hansol bertanya pada Seungkwan yang masih terengah. Sebut saja Seungkwan gila tapi mata coklat yang memandangnya dengan tajam itu membuatnya tersihir, mengesampingkan akal sehatnya dan menunjuk ruangan berpintu coklat itu.
Lalu tubuhnya di bawa ke dalam gedongan Hansol sebelum mendarat pelan di ranjang berseprei Putih tulang itu.
"Tutup pintunya Hansol." Seungkwan berujar pada prianya.
"Jasmine kadang langsung masuk saat terbangun." Apa sih yang sedang Seungkwan coba katakan? Seungkwan jadi memerah karenanya.
"Ya, Jasmine bisa terbangun jika mendengar teriakanmu." Hansol lalu beranjak dan menutup pintu itu. Juga menguncinya dari dalam.
"Siapa yang akan berteriak?!" Tanya Seungkwan dengan tidak terima.
"Kau." Ujarnya dengan suara rendah yang membuat Seungkwan bergidik karenanya.
"Sungguh aku merindukanmu, Kwan." Pria bersurai coklat itu mendaratkan bibirnya di rahang Seungkwan. Memberi kecupan-kecupan disana saat tangannya sibuk membuka kemejanya. Dan Seungkwan memejamkan matanya dengan munafik saat Hansol berhasil melepas atasannya, menampilkan tubuh panasnya yang membuat Seungkwan merasa basah di bawah sana.
"Hansol..." Yang di panggil sedang sibuk mengurai kancing-kancing di atasan wanitanya. Menariknya dari lengan Seungkwan dan membuatnya teronggok di lantai bersama atasan miliknya.
Hansol mencumbu leher jenjang itu, memberinya gigitan dan jilatan yang membuat Seungkwan melenguh pelan sambil mengacau rambut Hansol untuk melampiaskan gejolak yang ada.
Mereka kembali berciuman, dan kini Seungkwan menjadi lebih agresif dari yang sebelumnya, menggigit bibir Hansol bahkan melesakkan lidahnya di mulut pria itu yang membuat Hansol keheranan dengan betapa liarnya Seungkwan. Mereka seperti lawan yang imbang untuk mencari kenikmatan yang di sebut surga dunia.
"Nnghh..." Seungkwan di buat terbuai dengan dengan terjangan lidah prianya itu di mulutnya hingga ia tidak sadar kini ia sudah bertelanjang dada.
Seungkwan memerah. Ia malu bukan main.
"Kulitmu halus sekali." Hansol memujanya. Mengusap-usap lengan Seungkwan dan membawanya ke atas kepala wanita itu. Menahannya dengan satu tangannya yang membuat Seungkwan tersentak kaget. Choi Hansol benar-benar brengsek. Seungkwan mengeliat mencoba melepaskan cengkraman Hansol di tangannya, tapi ia sadar ia bukanlah lawan yang sebanding untuk melawan Hansol.
"Aahh..." Seungkwan mendesah saat Hansol menyesap puncak payudaranya dengan cara paling brengsek. Pria itu menjilatinya dan memainkan lidahnya disana membuat Seungkwan menggelinjang keenakan.
"Bagaimana rasanya?" Sungguh Seungkwan ingin mengutuk Hansol karena pria itu bertanya di saat yang tidak tepat. Dan haruskah Seungkwan menjawabnya dengan 'enak, ayo hisap lagi.'
Seungkwan merasa ia sudah gila.
Pelipis Seungkwan dibahasi titik-titik keringat karena kegiatan panas mereka. Hansol mengusapnya lalu mendaratkan kecupan disana.
Tangan Seungkwan sudah dibebaskan karena tangan Hansol yang itu kini sedang bermain-main di bawah sana. Mempermainkan Seungkwan dengan cara paling bajingan.
"Aaahh Hansool!" Protes itu bahkan terdengar seperti desah keenakan.
Sungguh Seungkwan sempit sekali.
Hansol merasa miliknya semakin mengeras saat ia merasakan betapa kuatnya pijatan dari pusat Seungkwan di jarinya. Jari itu melesak semakin cepat membuat Seungkwan kewalahan dan berorgasme dengan hebat.
"Aaahhhh..." Hansol tidak melewatkan ekspresi kenikmatan itu dari raut Seungkwan. Ia jadi semakin keras.
"Kau seksi sekali babe." Hansol berbisik ditelinga Seungkwan, lalu memberi jilatan disana.
"You're so wet." Jemari Hansol masih asik dibawah sana.
○●○●○●
Dahlah ku tidak mampu, di lanjut chapter depan yooo😆😆
Maaf kalo jelek, maklumin yaaa
Ini hanyalah sebuah karya, mungkin ada yang tidak suka mature jadi dimohon kebijaksanaannya. Karena menurutku mau itu mature apa engga, karya ya tetep karya. Semuanya tergantung gimana para pembaca melihat sebuah karya❤❤ ( Halah ngomong apa to😂) pokoknya ya kembali ke pembaca sekalian
Happy reading lur... (happy readingku selalu di bawah😂 ngga nyambong blas! Babah wes😂)
P.s.
Fic ini berisi bagian mature dari beberapa Chapter smut di Endless Romance dan ff-ff yang akan datang❤ jadi kalau bisa baca endless romance dulu yoooHayooo sapa yang membuatku pengen publish 21+? pelakunya tolong menyerahkan diri😆😆
Makasih atas dukungannya❤❤ sayang kalian banyak banyak😚
