「言い出すと聞かない。まるで子供だ」なんて
"Kau tidak pernah mendengarkanku!Kau seperti bocah!"Nene mendengus dan langsung menutup tirai jendela kamarnya yang menghadap jendela kamar lelaki bermanik Amber itu dengan senyuman jail yang terpatri di wajahnya sesaat setelah melanjutkan ejekannya yang entah kenapa belakangan ini lelaki itu bertambah gencar mengejeknya perihal rumor konyol yang gadis itu percaya.
聞き入れる気がない やるって決めたから!
"Aku tidak mau mendengarkanmu! Karena aku sudah memutuskannya!"Amane hanya tertawa mendengar balasan teriakan gadis itu entah apa yang lelaki itu tertawai, walau hanya terlihat siluet wajah lelaki itu yang terlihat dari tirainya Nene tahu betul ekspresi apa yang lelaki itu tunjukkan sambil memandangi Nene.
"Ya ya ya Nona Daikon, tapi nanti kalau Minamoto-senpai sudah punya pacar kau jangan menangis ya~"Ejek Amane lagi lalu tertawa sambil menutup tirai jendela kamarnya, Nene mendengus untuk kesekian kalinya berusaha tidak melempar meja nakasnya kearah kamar lelaki itu.
Nene menghela nafas lalu mengintip sedikit dari balik tirai jendela kamarnya dan mendapati siluet 2 orang laki-laki yang sedang berpelukan, siapa lagi kalau bukan Tsukasa kembaran Amane yang suka sekali memeluk Amane.
Setelah puas memandangi siluet 2 lelaki itu hingga lampu kamar mereka di matikan, Nene pun kembali melanjutkan menulis diary-nya yang tersendat karena Amane tiba-tiba mengajaknya mengobrol dan berakhir mengejeknya dengan sebutan Daikon lagi.
Dan kali ini ejekannya bertambah dengan "Nona Daikon yang percaya dengan rumor aneh", mengingat kalimat itu saja rasanya Nene seakan bisa mendengar bagaiman intonasi lelaki itu dalam mengucapkan ejekannya.
"Kurang 40 hari lagi dan aku akan membuat mulut laki-laki menyebalkan itu diam! Aku yakin itu!"Gumam Nene berapi-rapi.
恋をしてわかることがあった もっと好きになった
"Aku menyadari jika aku jatuh cinta dan aku merasa semakin jatuh cinta padanya"ムキになった 気になって泣いてないって
"Aku jadi lebih sensitiv,lebih penasaran, dan cengeng"小さな勇気の欠片を51の日に集め 想いよあの空に届け────
"Dengan mengumpulkan potongan keberanianku ini dalam 51 hari, Kumohon, biarkan
perasaanku mencapai langit────"Nene memandangi tulisan diary-nya lalu menghela nafas dan tersenyum simpul.
Nene P.O.V
Yugi Amane-kun?
Dia sahabatku sejak kecil, dia bukanlah laki-laki Ikemen yang sempurna macam Minamoto-senpai bahkan tingginya saja hanya berbeda beberapa centi denganku, 'Menyebalkan' adalah nama tengahnya, dia selalu mengejekku dengan sebutan 'Daikon', dia selalu tahu cara merusak moodku ketika aku sedang senang pada sesuatu.
Kami tumbuh bersama karena kami bertetangga sejak kecil dan hampir tidak ada kenangan tumbuh kembangku tanpa lelaki bermata Amber itu, rasanya seperti memiliki kembaran karena aku satu sekolah bahkan sering satu kelas dengan lelaki itu.
Walau kelihatannya dia benar-benar lelaki yang menyebalkan tapi dia selalu tahu bagaimana cara menghiburku ketika sedih, bagaimana dia tersenyum menyemangatiku ketika aku gagal melakukan sesuatu, bagaimana cara dia selalu melindungiku dari orang-orang yang menjahiliku di balik tubuh mungilnya itu, bagaimana dia selalu memelukku ketika aku menangis atau mengelus rambutku.
Terdengar seperti Kakak yang baik ya?
Mungkin, itu karena dia memiliki saudara kembar yang kekanakan hingga membuatnya tumbuh dengan sifat seperti itu.
Dia menyebalkan!
Aku benci ketika dia tertawa karena mengejekku dengan sebutan 'Daikon', tapi anehnya aku tidak pernah bisa sepenuhnya membenci atau menjauh dari lelaki itu.
Ya, aku menyukai Yugi Amane-kun.
Aku menyukai bagaimana lelaki itu selalu bisa menyebalkan namun terkadang juga bersikap manis padaku seperti setia menungguku pulang ketika aku masih sibuk merawat bunga di kebun sekolah atau ketika aku sakit dia pasti sangat rajin menanyakan kabarku atau mengunjungiku hingga larut malam.
Awalnya aku memutuskan untuk menyembunyikan saja perasaanku karena aku tak ingin persahabatan ini hancur namun belakangan ini melihat kedekatan Amane-kun dengan Shinjima Mei-san membuatku cemas jika lelaki itu akan berhenti menggangguku lagi seperti biasanya atau tak lagi memperhatikanku karena sudah berpacaran dengan Mei-san.
Karena itu, aku memutuskan untuk mempercayai rumor "51 days" itu sembari aku mengumpulkan keberanianku untuk menyatakan perasaanku pada lelaki menyebalkan itu.
Aku yakin, aku pasti bisa!
Nene P.O.V end.
-Next Day-
Pagi itu seperti biasa, Amane sudah menunggu Nene di depan rumah dengan sepeda kesayangannya itu dengan Tsukasa yang nampaknya sudah bosan menunggu.
"Ohayou, Tsukasa-kun"Sapa Nene sambil tersenyum menutup pagar rumahnya, Tsukasa berlari memeluk Nene seperti biasa lalu melepaskannyaNene.
"Ohayou Nene-chan, ayo kita berangkat!"Ucap Tsukasa riang seperti biasanya, Nene tertawa mengikuti langkah Tsukasa di ikuti dengan Amane yang menuntun sepedanya dari belakang.
"Kau tak menyapaku Nona Daikon?"Tanya Amane kesal karena Nene mengabaikannya, Nene mendengus karena masih kesal belakangan ini Amane gencar mengejeknya.
"O-ha-you A-ma-ne"Ucap Nene dengan nada malas membuat Amane semakin kesal, Nene menahan tawa melihat bagaiman ekspresi lelaki itu ketika dongkol hanya karena Nene sengaja tidak menyapanya.
Dan Nene menyukai ekspresi itu, tunggu saja! 40 hari lagi Nene akan membalas semua ejekan lelaki menyebalkan itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Childhood Blue || JSHK
FanfictionIni cerita tentang sepasang sahabat yang tumbuh bersama sejak kecil dan berusaha mengelak soal perasaan mereka yang terhalang sekat tipis. Suatu hari, Nene mendengar rumor tentang "51 Days" dan berniat mempercayai rumor itu. Rumor apakah itu? 𝕵𝖎𝖇...