Hari ini seperti biasa, aku menghabiskan waktuku untuk menulis hal tentangmu yang kini semakin sulit untuk kudapatkan, aku benar-benar merasakan kepergianmu yang semakin terasa.
Andai, aku bisa menghampirimu dan melihatmu sekali lagi aku pasti akan tertawa dengan bahagia meski aku tahu itu menjadi perpisahan yang manis tapi aku belum mampu untuk mengatakan perpisahan kepadamu seseorang yang membuatku terlihat seperti orang bodoh.
Aku menutupi kesepian, kekecewaan, dan kesedihan dengan tawa yang aku perlihatkan pada semua orang seolah-olah aku tidak ada masalah denganmu, aku baik-baik saja.
Lelah?
Tentu aku sangat lelah seperti mau tidur dan tidak membuka mataku lagi.
Bertahan?
Iya aku bertahan karena aku yakin bahwa aku bisa melihatmu untuk waktu yang lama bukan hanya sementara seperti pelangi yang menyapa lalu menghilang entah kemana.
Aku benar-benar masih memikirkanmu yang memutar balikkan duniaku yang awalnya ceria menjadi memburuk secara perlahan karena aku tidak bisa menghapusmu dari kepalaku yang selalu memikirkanmu bahkan yang masih bertanya-tanya apakah kamu memikirikan aku? apakah kamu mengingatku yang selalu melakukan hal bodoh bersamamu?
Hal kecil yang tanpa sengaja menghampiriku masih membuatku berpikir kalo kamu ada disini saat ini ayolah kita menghabiskan waktu bersama sehari tertawa bahagia seperti yang aku harapkan tapi apakah hal itu mungkin yak? aku tidak yakin cuyy, aku terlalu takut semua itu hanya anganku.
Aku tertekan oleh keadaan ini, aku mau berteriak tapi aku sudah kehabisan tenaga untuk berteriak karena terkuras dengan air mata dan kekecewaanku aku sudah menghabiskan semua tenaga hari ini untuk bersikap bodo amat denganmu.
Jujur, aku masih memilih bertahan karena aku ingin kamu mengerti bahwa aku selalu memikirkanmu, peduli denganmu, dan tidak akan membiarkan kamu berjalan sendiri aku masih mengulurkan tanganku untukmu dan ingin membuatmu bahagia.
Jika aku boleh jujur, aku tidak suka dengan kata "menunggu" aku benci kata itu karena kata itu menyakitkan atau menyenangkan aku juga gak ngerti tapi disini...
kata itu menjadi kata yang aku takutkan sekali aku takut kata itu hanya menjadi kata yang sia-sia karena menunggumu yang belum tentu bisa aku dapatkan tapi aku bertahan karena aku masih yakin bahwa hari itu akan tiba, hari dimana aku bisa mendengar suaramu dan melihat eyes smilemu yang membuatku tersenyum dengan sendirinya.
"menunggu menjadi kata yang sangat membingungkan tapi jika mendengar hatimu terkadang kata menunggu itu bisa menjadi kata yang memberikan jawaban yang tak terduga"
YOU ARE READING
Dear You
Poésiemencintai meski tak harus memiliki, terkadang aku bertanya apakah aku harus memilih? berusaha atau melepaskannya? jika saja aku bisa bertanya pada langit bagaimana cara merelakan hujan yang jatuh tanpa rasa sakit? aku juga ingin bertanya pada bulan...
