Sudah, kuperjuangkan kamu yang aku harapkan. Namun, aku hanya menjadi tempatmu mengadu ketika kau sedang dikecewakan.
Hari ini hujan menyapaku lagi dengan segenap kenangan yang kita ukir saat kamu masih berada disisiku. Aku rasa hujan ingin aku menangis sekencang-kencangnnya tanpa ada yang mendengarkan.
Hujan yang datang hari ini membawa luka lama yang sudah hampir aku lupakan lagi, apakah dia memang ingin aku menangis lagi? kurang banyakkah air mata yang tumpahkan untuk dia yang tidak bisa aku gapai lagi.
Harapan yang perlahan menghilang kembali lagi karena hujan mengingatkan aku pada dia yang tidak memedulikan aku yang menangis tersedu-sedu. Aku ingin melangkah dan melupakanmu atau bahkan menghapusmu dari kisah hidupku.
Aku ulurkan tanganku ke luar jendela dan merasakan hujan yang turun membasahi tanganku dan sangat dingin tapi juga memberikan kehangatan dalam anganku tentang kita. Aku sudah mulai melepaskanmu tetapi kamu datang kembali membuatku menangis lagi.
Ketika hujan turun aku teringat akan semua kenangan kita masa bahagia kita dan masa terpuruknya kita yang telah aku tinggalkan jauh di belakang.
Kenangan yang harusnya aku lupakan kini kembali lagi tanpa aku harapkan, Dirumah ini kita memulai kenangan itu dimana kita tertawa lepas tanpa menghiraukan suara hujan yang mengingatkan aku bahwa kenyataan terkadang bisa jadi air mata.
Kita menghilang dalam dunia yang kita ciptakan bersama. Aku adalah perempuan yang tidak memikirkan masa depanku bersamamu kelak apakah kita masih bersatu atau tidak, aku yang menghayal untuk menikmati hari demi hari waktu demi waktu hanya bersamamu tanpa menyadari suatu hari akan ada perpisahan yang menciptakan luka dan air mata, aku yang tidak menghiraukan perkataan orang sekitar tentangmu, dan aku pula orang yang paling bodoh karena mencintaimu tulus padahal belum tentu kita akan bersama selamanya.
Iya, mungkin aku harus pergi, pergi ke tempat dimana aku tidak mengenal siapapun hanya diriku sendiri dan mencari penggantimu. Aku sudah mencoba untuk menerima keadaan ini tapi aku masih saja memikirkanmu.
"jika memang harus pergi, pergilah dan sembuhkan dirimu karena dirimu juga perlu dicintai"
YOU ARE READING
Dear You
Poesiamencintai meski tak harus memiliki, terkadang aku bertanya apakah aku harus memilih? berusaha atau melepaskannya? jika saja aku bisa bertanya pada langit bagaimana cara merelakan hujan yang jatuh tanpa rasa sakit? aku juga ingin bertanya pada bulan...
