Aku lelah, iya aku lelah karena masih mengharapkanmu. Padahal aku mengerti kamu tidak akan pernah memalingkan wajahmu padaku. Aku kecewa? tidak aku tidak kecewa dengan apa yang kamu perbuat, hanya saja aku kecewa pada diriku yang masih bertahan hingga sejauh ini.
Ingin rasanya aku berteriak di telingamu " Aku Mencintaimu!! sungguh mencintaimu!!!" tapi suara itu sudah tidak bisa aku keluarkan lagi dari mulutku yang selalu memanggilmu dan mendoakanmu.
Ingin aku menunjukkan kekecewaanku kepadamu tapi aku tidak mampu melihatmu lagi. aku seperti seorang pengecut yang tidak berani menghadapi dirimu lagi.
Aku marah sangat marah padamu tapi aku tau kamu tidak akan peduli, apakah kamu selalu seperti ini? apakah kamu adalah salah satu dari kebanyakkan orang yang kutemui dalam kehidupanku untuk menyakitiku lagi dan lagi?
Apakah aku harus mencintaimu seperti ini?
Apakah kamu pantas untuk kucintai padahal kamu membuatku menangis hingga air mataku habis?
Lantas, siapa yang salah disini? aku yang tulus mencintaimu dengan hatiku dan kamu yang hanya mengisi kekosongan di dalam hidupmu?
Siapa yang salah?
Aku rasa kita yang salah.
Kita yang memiliki keinginan dan keegoisan yang sangat tinggi tanpa memikirkan perasaan satu sama lain, kita yang saling menyakiti. Aku yang haus akan cintamu dan kamu yang memanfaatkan perasaan ini untuk membalas rasa sakit yang kamu rasakan ketika kamu tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan
Maaf, jika aku yang terlalu cinta kepadamu dan tidak mengerti caranya untuk berhenti mencintaimu meski aku sudah menyadari bahwa hatimu tidak bisa kuraih dan aku tidak dapat mengenggam tanganmu dan aku bertahan.
Bertahan..
Dan membuatku hampir terjatuh ke jurang yang dalam.
Ingatlah disini aku mencintaimu tulus seperti jam dinding yang terus berdetak tanpa henti dan jika jam itu berhenti berdetak itu berarti aku sudah mati.
"Hargailah dia yang mencintaimu seperti detik yang berdetak di jam dinding dan jika berhenti hanya satu kemungkinan ia telah mati"
YOU ARE READING
Dear You
Puisimencintai meski tak harus memiliki, terkadang aku bertanya apakah aku harus memilih? berusaha atau melepaskannya? jika saja aku bisa bertanya pada langit bagaimana cara merelakan hujan yang jatuh tanpa rasa sakit? aku juga ingin bertanya pada bulan...
