Queen harus terjebak di dalam permusuhan antara Rafael dan Joshua. Dia terlalu lugu untuk bisa memahami, jika Rafael hanya sekadar memanfaatkannya.
Dan semua sudah terlambat ketika Queen menyadari hal itu. Joshua menawarkan cinta, sedangkan Rafael...
Queen menarik selimut, menutupi tubuh polosnya hingga ke ujung dagu. Meringkuk di ranjang hotel yang empuk, sembari menahan perih di antara kedua pahanya. Sudut matanya melirik pria bertubuh tinggi tegap yang tengah mengancingkan kemeja bercorak garis hitam dan putih.
"Tuan ... Rafael ...," lirih Queen, suaranya terdengar gemetar.
Rafael menoleh sebentar. Setelah semua kancing terpasang dengan rapi, ia mengambil sesuatu dari balik saku jasnya. Menuliskan nominal seratus lima puluh juta rupiah, lantas membubuhkan tanda tangan di sana.
"Anggaplah malam ini tidak pernah terjadi. Jangan sampai ada yang tahu, apalagi sampai terendus media." Rafael berucap tegas, tidak ada keraguan sedikit pun.
💔💔💔
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ya, akumemangbodoh. Tidakseharusnyaakuterjatuhkedalampelukanpriapenuhpesonaitu. Bagaimanatidak, priabernama Rafael ituterlalupandaimemerangkapseorangwanitadalamsebuahgairah yang tidakberkesudahan. Kenikmatansesaat, yang padaakhirnyamenyeretkukejurangpenderitaan.
Akulayaknyaseekorkelinci yang taklukolehseorangpemburu. Seolahakuadalahpermainan yang menyenangkanbaginya. Dia ... memperalatku. Dan iatidakpedulisekalipunkelinciperlahanmatididalamgenggamantangannya. Aku ... tidakberdaya.
- Queen -
💔💔💔
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akumenemukanpermainanbaru. Akutertarikpadanya? Samasekalitidak! Akubahkanbisamenemukanwanita yang segalanyamelebihidia. Dan lagi, akumemilikiseorangkekasih yang membuatkutidakinginberpalingpadawanitalain.
Tapi, harusakuakuijikagadisbernama Queen itusangatistimewa. Wajahpolosnyasenantiasamenampakkankeceriaan. Jemarilentiknyabegitupiawaimemainkantuts-tuts piano, menciptakannada-nada yang merasukhinggakedalamhati.
Sekalilagi, akutidaktertarikpadanya. Akuhanyamemanfaatkannya. Namunpadaakhirnya, akumenjatuhkannya. Keceriaandiwajahgadisitulenyapdalamsekejap. Aku ... melukainya. Ya, katakanlahakumemangpriabrengsek. Tapi, janganpernahmenyalahkanku. Salahkandia karena beranibermainapi, hinggaakhirnyaterbakardanhancurleburmenjadiabu.
- Rafael -
💔💔💔
To be Continued 18-06-2020
Halooo.. Kalian pembaca baru atau baca ulang?
Btw cerita ini tersedia ebook-nya di Play Store dan juga sudah tamat KaryaKarsa ya.. Yang mau baca duluan bisa langsung ke sana, atau bisa juga beli Pdf-nya dengan cara WA ke 08568627278