Part 6

14.2K 1.6K 388
                                        

Baca selagi cerita ini on going / repost ya.. Karna kalo udah tamat mau cepet2 di unpublish.

Yang udah penasaran banget bisa langsung ke KaryaKarsa atau Play Store. Atau bisa juga beli ebook-nya langsung di aku, WA aja ke 08568627278

Thanks 🥰🥰🥰


***

Queen menahan napas saat Rafael menyentuh sisi lehernya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Queen menahan napas saat Rafael menyentuh sisi lehernya. Sentuhan ringan itu membuat syaraf-syaraf tubuhnya menegang. Baru kali ini ada lelaki yang berani menyentuhnya secara intens. Ah, perasaan macam ini, desiran di dalam darahnya terasa begitu asing.

Di saat Queen masih sibuk memikirkan gejolak di dalam dirinya, tanpa diduga Rafael menunduk dan wajahnya semakin mendekat dengan Queen. Lantas, pria itu dengan lancang mengecup bibir gadis di hadapannya!

Queen terbelalak. Ciuman pertamanya! Direbut secara paksa oleh lelaki brengsek yang tidak disukainya! Rafael kurang ajar! Refleks, Queen mendorong Rafael, lalu melayangkan tinju ke wajah pria itu.

Rafael yang tidak menduga akan mendapat serangan mendadak, mundur selangkah sembari memegangi tulang pipinya. Luapan gairahnya beberapa saat lalu, digantikan oleh rasa nyeri di wajahnya. Ternyata Queen bukan hanya polos, melainkan juga liar! Di saat semua wanita berebut ingin mendapat ciuman Rafael, Queen justru memberikan bogem mentah pada pria itu.

"Kenapa memukulku?" Rafael menatap Queen tajam.

"Anda lancang mencium saya!" Queen mengusap bibir dengan punggung tangannya, seolah jijik oleh perbuatan Rafael beberapa saat lalu.

"Aku hanya mengecup bibirmu, bukan mencium!"

"Apa bedanya?" Queen meraih tas kecilnya dari atas meja. "Saya tidak sudi berteman dengan pria yang tidak tahu sopan santun seperti Anda. Jadi tolong, lupakan saya, anggaplah kita tidak pernah saling bertemu."

Setelah melemparkan tatapan permusuhan pada Rafael, Queen beranjak pergi. "Jangan kejar saya!" teriaknya tanpa menoleh.

Melangkah cepat menuju tangga, turun ke lantai di bawahnya. Ia menajamkan pendengaran, memastikan kalau-kalau Rafael nekat membuntutinya. Namun, suasana sepi, tidak ada suara langkah di belakangnya. Huft, syukurlah. Semoga saja pria itu menyerah setelah mendapat kejutan manis di wajahnya. Berani berbuat macam-macam, sama saja itu memancing kemarahan Queen.

Queen melewati pintu lift dengan perasaan lega. Menekan tombol ke lantai satu, berharap setelah ini ia terlepas dari godaan iblis tampan bernama Rafael. Ah ya, berbicara tentang memancing kemarahan, nampaknya beberapa saat lalu bukan hanya emosi Queen yang terpancing. Percaya atau tidak, sentuhan jari-jari kokoh Rafael telah memantikkan api gairah di dalam tubuh Queen.

Queen terpejam, membayangkan kejadian yang membuatnya nyaris takluk oleh tatapan tajam Rafael. Pria itu hanya menyentuh lehernya, tetapi sudah mampu meluruhkan sendi-sendi tubuh Queen. Bagaimana jika Rafael menyentuhnya di bagian yang lain? Astaga, Queen! Apa yang kau pikirkan?

TrappedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang