happy reading!
[♡]
Sesuai kesepakatan awal, keduanya bertemu di depan ruang olim. Yunseong datang dengan keadaan terengah-engah, salah satu tangannya menjulur meminta sesuatu pada Minhee yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Yunseong di depan ruangan, bahkan dia sempat beberapa kali ditanyai kenapa tidak masuk yang hanya dia balas dengan gelengan.
“Mana student ID gue?” Yunseong menerimanya dan langsung membuka pintu ruangan itu.
Ruang rapat yang biasa disebut ruang olim—karena sering digunakan untuk pertemuan anak-anak olimpiade—menjadi tujuan mereka karena ruangan ini sebenarnya jarang digunakan akibat letaknya yang berada di ujung gedung utama yang luasnya sebelas dua belas dengan mall itu.
Keduanya mengambil tempat duduk bersebelahan di meja bundar yang terletak di tengah ruangan. Jika boleh jujur, ruangan ini sebenarnya terlihat seperti perpustakaan kecil dengan buku-buku panduan, buku soal dan sejenisnya memenuhi rak. Benar-benar sudah beralih fungsi, sepertinya.
“Ekhm,” deham Yunseong memecah keheningan. Dia mengulurkan tangan kirinya, "Kita belom kenalan secara proper, by the way. Gue Yunseong, Hwang Yunseong. As you know, kembaran Junho. And apparently orang yang bertukar tubuh sama lo.”
Minhee menerima uluran tangan Yunseong. “Gue Kang Minhee. Kakaknya Seongmin. Dan kebetulan sahabatnya kembaran lo.”
“Aneh banget berasa kenalan sama diri sendiri. Tapi diri gue mengenalkan sebagai orang lain.” Gumam Minhee yang tentunya masih bisa didengar Yunseong. Ruangan itu terlalu sepi—terlebih karena ruangan itu kedap suara—sehingga suara sekecil apapun masih bisa terdengar.
“Sama, kali. Aneh banget. Kira-kira kenapa kita ketuker ya? Lo ada ngelakuin hal aneh atau yang nggak biasa lo lakuin gitu ngga belakangan ini?” Yunseong menggerakan kursi putar yang didudukinya dengan kakinya, agar ia berubah posisi menghadap ke Minhee. “Wow, gue ganteng juga ternyata.”
Minhee bercedih mendengar pujian yang Yunseong lontarkan untuk dirinya sendiri. Ia ikut bergeser agar balas menghadap Yunseong. “Ngga, orang akhir akhir ini gue sibuk SC. Elo kali yang ngelakuin hal aneh.”
“Ngga lah, gue mau ngapain.”
“Siapa tau, lo nggak sadar ngelakuin apa gitu. Masa di au yang gue baca mereka ketuker karena minum ramuan. Lo ada salah minum kali.”
“Ngaco. Gue aja kemana mana bawa botol minum sendiri. Lagi pula itu cuma AU, min. Udah ah, dari pada bahas hal-hal nggak jelas mending kita tukeran jadwal dulu.” Yunseong mengeluarkan ipad Minhee dari tasnya, lalu menyerahkannya kepada pemiliknya.
Minhee pun mengganguk, lalu melakukan hal yang sama. Dia mengeluarkan ipad Yunseong dari tasnya dan menukarnya dengan miliknya.
Keduanya terlalu sibuk bertukar jadwal dan membahas informasi-informasi yang kemungkinan akan digunakan nantinya sampai tiba-tiba kedatangan seseorang mengagetkan keduanya-
“WOY PAGI PAGI UDAH PACARAN AJA BENTAR LAGI BEL MASUK NOH …….loh Yunseong? Minhee?” orang yang tadi mengagetkan yunseong dan minhee malah balik terkejut. “Lo berdua ngapain heh?”
“Ngapain sih mo?”
“Lah, lo berdua yang ngapain? Gue mah mau ngambil berkas ini kemaren ketinggalan.” Jungmo berkata sambil bergerak menggambil berkas yang dia maksud dan menggangkatnya—bermaksud menunjukanya kepada Yunseong dan Minhee sebagai bukti.
“Ngapain lo sampe ketinggalan? Pacaran ya lo kemaren disini?” tuduh Minhee tanpa sadar bahwa dia masih berada dalam tubuh Yunseong.
Untungnya Jungmo tidak sadar—atau memang itu hal yang wajar dilakukan Yunseong kepada Jungmo, minhee tidak tahu—sehingga dia hanye mengeluarkan cerngiran andalannya dan berkata, “ya gitu lah hehe.”
“Udah sana lo, urusin aja pacar-pacar lo. Jangan ganggu.” Usir Yunseong cepat, yang sebenarnya juga lupa bahwa dirinya masih berada dalam raga Minhee.
“Sensi amat, Min. Iye elah gue keluar, jangan sinis gitu napa tumben banget.” Jungmo berjengit ngeri, dan langsung berjalan keluar. Yunseong dan Minhee menatap Jungmo dengan tatapan yang berbeda—Minhee dengan tatapan bingungnya dan Yunseong dengan tatapan sinisnya—sampai dia benar-benar keluar dari ruangan itu, lalu mereka melanjutkan kembali diskusinya.
Minhee sejujurnya masih penasaran dengan sosok Yunseong. Bagaimana ya, bagi Minhee, Yunseong adalah orang asing yang entah kenapa terasa sangat familiar. Tapi untuk sekarang Minhee harus memendam rasa penasarannya. Ada hal yang lebih penting yang harus dibahas terlebih dahulu.
“Eh, seong, lo left-handed ya? Kayaknya kita kalo mau nyatet mending diketik deh. Nanti takutnya keliatannya aneh, masa lo tiba-tiba nulis pake tangan kanan, gue pake tangan kiri.” Yunseong mengangguk, menyetujui ucapan Minhee.
Minhee benar, akan sangat mencurigakan jika mereka tiba-tiba terlihat bisa menulis dengan tangan yang berbeda padahal diantara mereka tidak ada yang bisa menggunakan tangan kanannya seperti tangan kirinya, atau sebaliknya. Atau lebih mudahnya disebut ambidextrous.
Yunseong melirik sekilas jam di dinding ruangan, lalu bergerak membereskan barang-barangnya. “Ayo min, bentar lagi masuk.”
Minhee mengangguk, mengikuti Yunseong membereskan barangnya lalu berjalan keluar menuju kelas mereka.
Mereka berpisah di ujung lorong, kelas Minhee berada di sebelah kiri, kelas Yunseong berada di sebelah kanan. Bersebelahan, hanya saja letak pintunya berada di ujung lainnya.
Nyaris saja Minhee salah belok, jika saja Yunseong tak langsung menariknya dan mengarahkannya ke kelas Yunseong. Tanpa menarik perhatian tentunya. Walau sebenarnya keduanya berjalan bersama saja sudah cukup menarik perhatian. Tapi mereka tidak terlalu memperhatikannya.
“Woy Seong!” Minhee sudah diberi tahu Yunseong kalau teman sebangkunya adalah sepupu Minhee, Jungmo. Itu tandanya stok kesabaran Minhee harus diperbanyak, karena sepupunya yang satu itu sangat menyebalkan.
“Seong lo udah ngerjain pr bahasa?” tanya Jungmo.
“Udah.”
“Liat dong, Seong.”
“Nggak.”
“Seong liat.”
"Nggak."
"Ayolah, Seong, sekali-kali."
“Nggak. Masa bahasa sendiri lo masih nyontek. Pake bahasa apa lo sehari-hari?”
“Pake love language, Seong. Emang elo, jomblo.”
“Bangsat.” Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk Minhee.
[♡]
*SC: Student Council

KAMU SEDANG MEMBACA
[1] Your World | Hwangmini
FanfictionHwang Yunseong dan Kang Minhee tidak pernah bertegur sapa, sampai keduanya tertukar. warn: bxb, harsh words.