happy reading!
[♡]
Minhee merebahkan dirinya di atas kasur Yunseong. Setelah puas memainkan ponselnya—menyusuri timeline aplikasi burung biru, untuk melihat kelakuan teman-temannya disana. Dia kembali berkutat dalam pikirannya, memikirkan apa yang harus dia lakukan saat ini.
Tadinya dia ingin berkumpul atau sekedar hangout dengan Yunseong terlebih dahulu sepulang sekolah, tapi entah ada angin dari mana, kedua orang tua Minhee menyuruhnya pulang cepat. Jadi mau tidak mau Yunseong harus langsung pulang ke rumah Minhee—karena dia masih berada di dalam tubuh Minhee.
Minhee beranjak bangun dan berjalan ke area dapur apartemen Yunseong. Dia mulai terbiasa berada di dalam aprtemen ini, tidak seperti awal mereka tertukar—yang sebenarnya baru kemarin—dia hanya berani mengitari kamar Yunseong. Yunseong juga mengijinkannya kok.
Minhee berniat untuk memasak, tapi saat dia mengecek isi kulkas dan lemari makanan, isinya benar-benar nyaris kosong. Hanya ada beberapa bahan wajib seperti telur dan beras.
"Yah, padahal pengen buat cheesecake yang kayak di twitr itu." Gumam Minhee.
Tadi saat membuka aplikasi burung biru itu kebetulan ada mutualnya yang meretweet thread membuat blueberry cheesecake desert box.
"Ah, gabut banget. Apa beli aja ya bahan-bahannya di indoapril bawah?" Minhee berpikir sejenak, sambil mengecek saldo pergijeknya yang sudah dia pindahkan ke ponsel Yunseong. "Yaudah deh, masih banyak ini saldonya, dari pada gabut juga."
Minhee segera menyambar jaket Yunseong yang berada di atas sofa, lalu berjalan keluar apartemen menuju ke indoapril yang terletak di lantai dasar bangunan itu.
Dua puluh menit kemudian Minhee kembali membawa dua kantong belanja yang dapat dipakai ulang. Selain membeli bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat cheesecake desert box, dia juga membeli beberapa minuman seperti susu, juga bumbu nasi goreng yang sudah jadi dan tinggal di goreng bersama nasi, takut sewaktu-waktu dia malas untuk memasak. Dan jangan lupakan es krim, menu wajib sehari-hari, walau ia tak memakannya setiap hari.
Minhee merapihkan belanjaannya, dan menaruhnya di tempat yang sudah ditentukan. Menyisakan bahan untuk membuat cheesecake desert box yang toppingnya akan ia ganti menggunakan nutella.
Kemudian Minhee mencuci tangannya—ingat kebersihan nomer satu—lalu mulai mengikuti tahapan-tahapan sesuai seperti yang diberi tahu dalam thread cara pembuatannya.
"Dah selesai, tinggal nunggu mengeras sama dingin terus tinggal dikasih topping deh."
Setelah memasukan adonannya kedalam kulkas, Minhee kembali ke dalam kamar dan menunggu. Tiba-tiba rasa kantuk menyerang Minhee dan dia pun tertidur.
[♡]
"Kak! Kak! Kak Minhee, bangun!"
Seongmin menggerak-gerakan tubuh kakaknya ke samping, menepuk-nepuk pelan punggung dan pipinya bergantian. Berusaha membangunkan sang pemilik kamar.
"Engh.."
Minhee menggeram tertahan. Matanya yang menyipit masih menyesuaikan diri dengan cahaya yang masuk.
"Kak lo tidur apa gladi resik mati sih. Susah banget dibanguninnya." Dumel Seongmin, kesal. Pasalnya kakaknya itu sudah ia coba bangunkan dari jaruk panjang masih berada di angka delapan sampai jarum panjangnya bertemu angka dua belas. Itu sudah 20 menit.
"Apaansih lo. Gue di mana?" Minhee bangun, sesekali mengucek dan mengerjapkan kedua matanya.
"Ya lo di rumah lah, kak. Mau di mana lagi? Udahlah kumpulin nyawa lu dulu abis itu turun. Udah ditungguin mama sama papa." Setelah mengucap itu Seongmin berjalan keluar dari kamar sang kakak, membanting kecil pintunya saat ia tutup, masih jengkel dengan kakaknya.
Minhee kembali mengerjapkan matanya. Kasur putih, seprai putih, dan tembok putih. Ini kamarnya. Sontak senyum Minhee mengembang. Dia berlari ke depan cermin terdekat dan melihat bayangan tubuhnya ada di sana.
"YES AKHIRNYA!!!"
Minhee berlari turun ke ruang keluarga, tempat kedua orang tuanya dan adiknya, Seongmin, berkumpul.
"Hai papa, hai mama." Ucap Minhee bergantian mengecup pipi kedua orang tuanya.
"Kamu ngapain sih kak, gedebak gedebuk aja, baru bangun juga kamu." Tegur Mama Minhee.
Tapi Minhee tidak mengubrisnya. Dia bergantian menghampiri Seongmin dan mengecup pipinya berkali-kali. Seongmin mengerang berusaha melepaskan diri dari pelukan kakaknya.
"Kak, udah kasian itu adeknya."
"kamu kenapa sih kak? Tumben banget."
Papa dan Mama Minhee berujar bergantian, sambil menatap Minhee bingung. Sementara Minhee masih mengganggu adiknya itu.
"KAAAK IH NGAPAINSIH, LEPASIH HUEEEE. MAMAA PAPAA KAK MINHEENYA INI ANEH." Teriak Seongmin tidak tahan dengan perilaku kakaknya yang sangat aneh itu.
"Kak itu hapemu bunyi. Kamu tidur ngantongin hape?"
Minhee beralih melepaskan pelukannya pada Seongmin dan mengambil ponselnya dari dalam saku. Saat ia ingin menerima panggilannya, nada deringnya sudah mati duluan.
"Udah gih sana kak, cuci muka dulu. Kita mau pergi masa mukamu masih muka bantal gitu. Kalo telfonnya penting telfon lagi sana orangnya."
"Iya maa."
Minhee mengikuti ucapan Mamanya, kembali ke kamarnya, merapikan diri dan mencuci muka. Kemudian ia mengambil ponselnya dan menelfon balik, awalnya yang terdengar hanya nada sambung, tapi tak lama setelah itu orang di seberang sana mengangkat panggilannya.
"Halo—"
"Yunseong. Gue udah balik ke tubuh gue, Seong." Ucap Minhee cepat, masih merasakan euforia yang didapatnya sejak kembali ke tubuhnya.
"Haha iya. Gue juga udah balik." Yunseong di seberang sana berujar tenang.
"Lega banget rasanya Seong, parah."
"Udah berarti ya, urusan kita berhenti di sini?"
Minhee merasakan hal aneh yang mengganjal saat mendengarnya, tapi dia tetap menyetujuinya. "Yep, urusan kita selesai."
"Oke. Udah ya gue matiin."
"Okay."
Dan sambungan itu terputus.
END
bercanda hehe...
work ini masih jauh dari kata selesai tenang aja...
jadi bagaimana perasaan kalian sejauh ini saat membaca book ini? asik kah? atau ngebosenin?
hmch aku galau banget seharian ini gak tahu kenapa, bawaannya pengen nulis tapi nggak bisa diem nanti pindah pake hape terus ganti pake laptop. gitu terus berulang-ulang.
anyway kalian apa kabar? aku rasanya pengen peluk kalian satu satu kalo bisa
yaudah virtual hug aja yuk *hug*
haha udah ah kepanjangan nanti notenya. jaga kesehatan ya kalian semua!
salam sayang,
30178s.

KAMU SEDANG MEMBACA
[1] Your World | Hwangmini
Fiksi PenggemarHwang Yunseong dan Kang Minhee tidak pernah bertegur sapa, sampai keduanya tertukar. warn: bxb, harsh words.