keajaiban (END)

827 48 10
                                        

Hari-hari woo seok lalui dirumah sakit menjaga istrinya tanpa kenal lelah ia berharap istrinya segera bangun dari tidur panjangnya
sekarang yun bin sudah mulai terbuka dengan kehadiran woo seok ia menerima jika pria itulah yang di cintai putrinya baginya sekarang yang utama adalah membuat putrinya tersadar kembali mengenai rencana pernikahan dengan keluarga cha ia berencana meng akhirinya karena yun bin sadar wooseok lebih mencintai putrinya dengan tulus dibandingkan dengan eunwoo yang mencintainya karena sebuah obsesi untuk memilikinya
wooseok tidak pernah membiarkan putrinya terluka sedikitpun sedangkan eunwoo dengan ke egoisan nya menyebabkan yeyoon terbaring tak sadarkan diri sekarang ini

yun bin dan yejin mengunjugi rumah sakit pagi ini
"WooSeok ka...,istirahatkan dirimu kau juga harus menjaga kesehatan mu,biar oemma yang akan menjaga yeonie pulanglah "ucap yejin

"Tidak oemmonie ....aku akan tetap disini,sampai ia terbangun bagaimana jika ia bangun nanti aku tak ada disisinya mungkin ia akan sedih"ucap wooseok

"Tapi kau perlu istirahat "ucap yunbin
"Biarkan aku istirahat disini saja,aku mohon ijinkan aku tetap disini "ucap wooseok memelas
"Baiklah jika itu maumu aku tak akan melarang mu "lanjut yun bin

Bersamaan dengan kedatangan keluarga kim dengan waktu yang berbeda eunwoo pun datang untuk melihat keadaan yeyoon
Melihat wooseok yang sekarang mendampingi yeyoon ia cukup merasa cemburu apalagi sekarang ini wooseok telah mendapat lampu hijau dari ayahnya yeyoon

Sikap yun bin pada eunwoo sedikit berubah setelah kejadian kecelakaan itu
Perjodohan eunwoo dan yeyoon dibatalkan
Keluarga cha cukup berlapang dada dengan keputusan keluarga kim karena mereka tau sekarang ini yunbin sangat kecewa pada putra nya
Mereka bisa menerima itu,sedangkan eunwoo masih belum merelakan nya

Melihat eunwoo saat ini berada dirumah sakit membuat woo seok naik darah ia menghampiri eunwoo dan menarik kerah baju eunwoo dengan kedua tangan nya
"Apa yang kau lakukan disini,kau telah mencelakai istriku dan merenggut calon anak ku "ucap wooseok dengan penuh kemarahan
Eunwoo hanya bisa diam menunduk tanpa sepatah katapun
Yejin yg melihat itu berusaha menghentikan wooseok
"Sudah hentikan jangan buang-buang energimu untuk itu" sahut yejin menenangkan wooseok
Mendengar permintaan yejin wooseok berusaha meredam emosinya
Ia sebenarnya sangat marah tapi karena ibu mertuanya yang meminta ia menurutinya

------------

Bulir airmata menetes menghujani pipinya wooseok semakin deras tak kunjung reda ia menggenggam tangan yeyoon dengan erat "sayang kumohon bangunlah"ucapnya

Tiba-tiba jari-jari itu bergerak,yeyoon membuka matanya perlahan-lahan ia mendapati wooseok tengah diduduk disampingnya ia membalas genggaman tangan wooseok dengan sisa tenaga yang masih ia miliki ketika ia mendapati reaksi itu wooseok langsung menoleh ke arah yeyoon betapa bahagianya ia mendapati yeyoon yang sudah tersadar dari komanya ia langsung menangis bahagia dan terus mengucap syukur

Mendegar kegaduhan di dalam ruangan yunbin dan yejin pun masuk ke ruangan tempat yeyoon dirawat karena saat itu mereka sedang berada diluar ruangan
Melihat woo seok yang tak berhenti menangis dan mengucap syukur membuat yejin penasaran
"Apa yang terjadi"ucap yejin
"yeonie sudah sadar" ucap woo seok
Mendengar hal itu yejin tidak bisa menyembunyikan kebahagian nya sedangkan yunbin langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan putrinya
yeyoon masih terbaring lemas tidak berdaya,sepertinya ia masih merasa bingung dengan keadaan di sekitarnya

Dokter datang untuk memeriksa yeyoon,semua keluarga harap-harap cemas dengan kondisi yeyoon saat ini
Setelah dokter memeriksanya
Dan meyakinkan bahwa yeyoon baik-baik saja dan telah melewati masa krisisnya
Keluarga merasa lega
Setelah dokter keluar dari ruangan kemudian yejin menghampiri yeyoon di ranjangnya dan duduk disampingnya
Yejin membantu hyeyoon untuk bersandar pada ranjangnya
"Bagaimana keadaan mu sayang" ucap yejin yang menangis bahagia
yeyoon mengangguk,ia masih merasa pusing saat terbangun dari komanya
"Apakah kau masih mengenali kami"tanya yunbin
yeyoon melihat sekeliling ia mendapati wajah -wajah yang ia cintai
Ayah dan juga woo seok
Ia tersenyum dan mengangguk melihat ekspresi yang ditunjukan yeyoon
yunbin bahagia begitu juga wooseok ia menghampiri yeyoon dan memeluknya dengan erat kemudian berkata
"Terimakasih sayang kau sudah bertahan sejauh ini" ucap wooseok
yeyoon yang masih bingung merasa heran kenapa ayahnya sama sekali tidak marah atau mencoba memisahkan nya saat wooseok memeluknya
Ia melihat ke arah ayahnya,ayahnya paham mungkin yeyoon sedikit takut
Kemudian ayahnya berkata
"Jika dia adalah pria yang kau pilih akan membahagiakan mu maka ayah restui kalian berdua"ucap yunbin
Mendengar hal itu yeyoon menitikan airmatanya
Kemudian ia membalas pelukan woo seok dan menangis karena merasa bahagia dapat bertemu dengan suaminya kembali
Mereka berdua berpelukan karena saking bahagianya
"Apakah aku harus koma dulu,agar aku bisa bersatu dengan mu"ucap yeyoon

Ucapan yang yeyoon lontarkan membuat semua keluarga disana terkejut terutama wooseok
"Kau jangan bercanda dengan ucapan mu,kami sudah sangat menderita menunggumu untuk bangun" ucap wooseok
Yang di angguki yeyoon dengan senyuman

Karena keadaan yeyoon yang terus membaik,akhirnya ia di ijinkan pulang sebelum pulang ia harus melakukan periksaan terakhir
Dokter datang untuk memeriksanya setelah dirasa cukup dokter pamit
tapi yeyoon menghentikan langkahnya karena yeyoon merasa masih ada yang kurang dokter belum memberitahukan perihal kandungan nya apakah janin nya baik-baik saja
"Bagaimana dengan kandungan ku" tanya yeyoon
Mendengar pertanyaan yeyoon keluarga merasa sedih kemudian wooseok menghampiri yeyoon dan memeluknya dengan erat
Dokter berlalu meninggalkan ruangan itu karena mungkin keluarga lah yang akan menjelaskan pertanyaan dari yeyoon
"Mengapa kalian tampak sedih,apa ada yang salah" tanya yeyoon
yunbin dan yejin memalingkan wajahnya mereka mencari kesibukan dengan membereskan semua barang-barang yang akan dibawanya pulang,mereka menyerahkannya pada wooseok untuk menjelaskan nya
"Maaf,sayang ....kita telah kehilangan calon buah hati kita"ucap wooseok
Mendengar hal itu hyeyoon tidak kuasa membendung air matanya ia menangis
Rasa sakit melebihi yang dirasakan menjulur ke seluruh sanu barinya yeyoon tidak menyangka ia telah kehilangan buah hatinya
"Sabar sayang,perjalanan kita masih panjang kita masih bisa mendapatkan nya di lain waktu" ucap wooseok berusaha membuat istrinya agar tidak lebih terluka
Walau perasaan wooseok sebenarnya saat ini ia juga merasakan kesedihan yang mendalam karena kehilangan tapi ia berusaha tegar di depan istrinya

--------'xxxx

Pagi yang cerah dan suasana yang hangat menenangkan jiwa
yeyoon terbangun pagi ini ia mendapati sosok pria yang ia cintai tidur dikamarnya ia lelap tertidur seakan akhir-akhir ini ia tidak pernah merasakan tidur dengan nyaman
yeyoon tersenyum memandang wajah itu
Wajah yang bersinar terang seterang matahari yang menyapa alam di luar sana
yeyoon beranjak dari tempat tidurnya dan membuka tirai kamarnya

Cahaya yang masuk membuat pria itu terbangun ia melihat istrinya yang berdiri di depan jendela kamar itu kemudian ia menghampirinya dan memeluknya dari belakang
"Kau sudah bangun "ucap yeyoon
Pria itu mengangguk,ia semakin erat memeluk tubuh mungil itu dan berbisik ditelinga nya "akhirnya setelah melewati jalan yang panjang yang penuh dengan kesedihan dan juga airmata kita akhirnya bisa bersama"ucap wooseok
yeyoon tersenyum merapatkan punggungnya pada dada bidang wooseok yang masih dengan erat memeluknya

"Kapan kita akan mendaftarkan pernikahan kita secara resmi"ucap yeyoon
"Secepatnya sayang "

Jika sudah resmi aku pun akan membawamu  ke LA sesuai janjiku pada ayah ku ucap wooseok tersenyum

mereka menikmati cahaya pagi itu dengan penuh kebahagiaan dan seperti halnya pagi ini yang cerah mereka akan memulai hidup yang baru dengan semangat baru tentu dengan restu yang telah mereka dapatkan

Ternyata hati tidak pernah salah memilih kepada siapa ia harus mencintai

Cinta hinggap di setiap manusia tanpa mengenal usia dan masa,seseorang tidak bisa hidup tanpa cinta.

End

❤❤❤❤❤❤❤

my first love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang