flashback

1.4K 137 3
                                        


We laugh together, we cry together

These simple feelings were everything I had

When will it be?

If I see you again

I will look into your eyes

And say, "I missed you"

÷÷÷

"Hyung, n-nenek sudah pergiㅡhiks. Nenek meninggalkan aku s-sendirian," Pemuda Jeon bertutur dengan sesegukan diiringi liquid bening yang mengalir dengan begitu derasnya.

Pemuda di sampingnya menatap sosok Jungkook yang nampak begitu putus asa. Surai kecoklatan itu terlihat jelas begitu berantakan. Pathetic.

Jungkook hanya punya neneknya kala itu. Ayah dan ibunya telah berpisah sejak ia masih balita, hak asuh anak kecil itu jatuh ditangan sang ibu, namun ibunya ternyata lebih dulu pergi meninggalkannya. Ayahnya kini entah dimana, apalagi Jungkook sendiri kini tidak mengenali siapa ayahnya.

Jungkook menatap langit malam dengan maniknya yang telah digenangi airmatanya. Tepat sore hari neneknya dimakamkan dan setelah matahari terbenam ia datang sendirian ke tepi sungai. Entahlah, baginya menangis sendirian rasanya lebih menenangkan.

Karena kau tidak perlu memperlihatkan kelemahanmu pada siapapun.

Namun, tak tau bagaimana sosok di sampingnya bisa dengan mudah menemukannya. Pemuda itu menyusulnya dengan membawakan jaket hangat lalu memasangkannya ditubuhnya. Ia berkata akan menemaninya dan tidak akan membiarkan Jungkook sendirian.

Kini mereka berdua duduk bersama di sebuah bangku yang cukup panjang disana. Jungkook menatap kosong sungai didepannya dengan manik bulatnya yang masih sempat menitikkan airmata sambil bergumam pelan tentang neneknya.

Sungguh tidak tega rasanya melihat Jungkook begitu lemah seperti ini. Tapi ia memutuskan untuk diam saja untuk saat ini, biarlah Jungkook menangis sebanyak yang ia mau.

"Taehyungie hyung?"

Suara itu mengalun dengan begitu lembutnya. Jungkook memanggilnya serta menolehkan kepalanya. Tampak jelas matanya yang sembab serta wajahnya yang basah akibat terlalu banyak menangisi neneknya tersayang.

Lemah.

Itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan Kim Taehyung saat ini. Saat menatap paras cantik itu begitu menyedihkan dihadapannya.

Tanpa pikir panjang, Taehyung menarik yang lebih muda kedalam pelukannya. Mendekapnya begitu erat hingga ia dapat merasakan degup jantung Jungkook yang tak beraturan.

Jungkook masih terisak kala teringat neneknya yang selalu ada untuknya, sosok wanita tua yang begitu lembut dengan senyuman ramahnya sukses membuat Jungkook lagi-lagi tak henti meneteskan airmata saat tersadar keluarganya itu telah pergi meninggalkannya.

Taehyung masih setia mendengarkan Jungkook yang menangis dengan keras dalam rengkuhannya. Terasa betul kini dadanya telah basah oleh airmata Jungkook. Namun, peduli apa, yang terpenting adalah Jungkook saat ini.

"Menangis saja, Koo. Menangis sebanyak yang Koo mau, tumpahkan semuanya. Setelah itu, Koo jangan menangis lagi ya, Taehyungie disini dengan Koo," ucapnya lembut tak lupa usapan pelan di punggungnya disertai kecupan penenang di keningnya.

Afeksi yang terlampau manis tak hentinya diberikan yang lebih tua. Berangsur-angsur Jungkook mengakhiri tangisnya lalu menarik diri dari pelukan Taehyung. Hidungnya memerah diterpa cahaya rembulan. Begitu manisnya Jungkook dimata Taehyung saat ini.

regen ;taekook✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang