Seijuro membanting vas bunga keramik itu dengan keras menghantam cermin hingga keduanya pecah. Shintaro terduduk lemas di kasur. Menyesal? Oho, jangan mengharapkan kata itu dari kedua iblis ini. Mungkin masih bisa diharapkan pada Shintaro, tapi tidak dengan Seijuro.
"Si bajingan Dyroth itu..." desis Seijuro.
Shintaro menghembuskan nafasnya. Meremas tangannya. Dia belum sempat meminta... tunggu. Tidak. Dia tidak ingin... meminta maaf... benarkan?
"Dia bahkan menghapus tanda dariku!" jerit Seijuro murka.
Sebelum kalian salah paham. Tidak. Sebenarnya Dyroth tidak menghapus tanda itu. Dia melenyapkan pelacak pada tanda mate itu. Bukannya dia tidak ingin, tapi tanda mate dari pengguna elemen api tidak bisa dihilangkan kecuali oleh sang pemberi tanda itu. Sungguh.
Kalian tahu teori itu? Dimana seorang alpha akan mating, maka ia akan tahu kesakitan yang dialami oleh omega yang dimilikinya. Dimana seorang alpha akan mengetahui banyak tentang omega miliknya hanya dari tanda mating yang dijejakkannya. Itu semua ada. Ada dalam teori pengguna elemen api. Melalui suhu tubuh omega yang dipilihnya. Setelah tercetak tanda mating, maka pengguna elemen api akan tahu banyak tentang omega gen pilihannya melalui suhu tubuhnya.
"Aaarrghh! Seharusnya aku tidak membiarkannya pergi hari ini!!!" teriak Seijuro frustasi.
"Apa yang membuatmu sefrustasi ini Akashi? Ini tidak seperti kau adalah kekasihnya. Bukan berarti aku cemburu-nanodayo," desis Shintaro.
Shintaro meremas jemarinya. Menghembuskan nafasnya sekali lagi berusaha meraih ketenangan. Gemas sebenarnya. Itu artinya, Dyroth menerima penawaran Furihata Kouki.
"Jangan bercanda! Ini hanya soal perjanjian! Dia berjanji memberikan Tetsuya pada kita selama kita memberikan Gaara padanya!" seru Seijuro, mengelak sebenarnya.
"Lalu? Tetsuya juga putranya. Dia memiliki hak yang lebih atas Tetsuya," kata Shintaro.
"Dia... mate yang kupilih!" bentak Seijuro.
Shintaro menampilkan senyuman tipisnya. Mengejek Seijuro eh? Dan itu tak luput dari pengelihatan Seijuro. Seijuro menarik kerah Shintaro. Memandang tajam pemilik mata emerald itu.
"Kau terlibat dalam semua ini," desis Seijuro.
"Aku tidak. Apa yang kau pikirkan? Aku? Melepaskan orang yang sudah kuincar sejak tiga tahun? Apa kau memandangku sebagai orang bodoh?" tanya Shintaro.
Seijuro melayangkan tinjunya pada Shintaro. Membuat Shintaro terbaring di kasur empuk itu. Gelak tawa Shintaro terdengar. Shintaro tidak bisa menahan tawanya. Menimbulkan kerutan di dahi Seijuro. Mata berbeda warnanya memandang Shintaro dengan tatapan tajam.
Bukankah lucu? Melihat seorang iblis jatuh hati pada seorang malaikat polos? Bukankah itu sesuatu yang sangat menarik. Maka, Shintaro menghentikan tawanya. Mengusap air mata yang mengalir karena terlalu banyak tertawa.
Shintaro menampilkan seringainya. Menarik kerah baju Seijuro dan membenturkan kepalanya pada kepala Seijuro hingga mengalirkan darah.
"Kau...! Apa yang kau pikir sedang kau lakukan sialan?!" desis Seijuro.
Shintaro memandang Seijuro remeh, bukan maksud meremehkan atau merendahkan Seijuro. Hanya geli melihat Seijuro tidak mau mengakui bahwa ia tengah jatuh hati pada seorang malaikat manis yang begitu tak tersentuh.
"Akuilah saja Akashi. Kau, seorang iblis pembunuh yang bengis dan tak berperasaan, tengah jatuh hati pada seorang malaikat polos yang tak tersentuh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Pain of Love
Fanfiction(Kuroko no Basket x Naruto Shippuden) Main pair: AkaKuro, MidoKuro Side pair: GaaKuro, KagaKuro, intinya all x Kuroko. Jika mereka selalu berkata bahwa dia tidak pernah dan tidak akan pernah mengerti arti cinta, maka dia akan dengan senang hati menj...
