(5) I hope you can accept me

14 3 0
                                        

Waalaikumsalam, mas mu?? Siapa mas ku ??"

"Yowes saperno ae, ra usah pura-pura ndak tau"
(Yasudah samperin aja, ngak usah pura-pura ngak tau)

-------------------------------

Dzila POV:

"Iya raa, aku kesana dulu nanti kalau sumiatun kesini bilang aja aku sedang ada urusan sebentar, terima kasih raa"

"Ckk sok manis kamu, sudah sana!!"

Kenapa savira seperti membenci ku. Memangnya apa salah ku?? Astagfirullah mungkin itu cuma firasat buruk aku aja dan kemungkinan juga kalau savira hanya sedang banyak pikiran jadi dia sekarang  sedang emosi.

Siapa pria itu? wajah nya tidak terlihat karna dia membelakangi ku. Kenapa dia memakai hoodie dan dimana pecinya?? Aku jadi penasaran mungkin Lebih baik aku segera menghampirinya dan bertanya apa tujuan pria tersebut.

"Assalamu'alaikum, maaf ada perlu apa ya mas nya dengan saya"

"Hmm saya Sangat perlu bahkan, ini adalah keadaan yang darurat dan sangat bahaya jika, terus dibiarkan akan terjadi hal yang buruk yang akan berimbas fatal"
Ucap pria tersebut.

Tunggu, sepertinya aku familiar sekali dengan suara pria ini bahkan, Aku seperti mengenal pria ini tapi, aku juga harus memastikan agar dugaan ku tidak Salah.

"Maksudnya mas?? Maaf saya kurang mengerti"

"Maksud saya, kamu itu sangat berbahaya dan dapat membahayakan orang lain jika tidak,,,"
Ucap pria itu terjeda seperti ingin membuat ku bingung.

"Jika tidak kenapa mas??"

"Jika tidak,,,

Menikah dengan ku"

Jujur aku terkejut, jantung ku pun memberi respon bergejolak hebat karna, pria yang sedari tadi memunggungi ku itu tiba-tiba mengajak atau apalah itu intinnya  dalam kalimat terakhir nya ia mengatakan 'menikah'

~FlashBack

Alif POV:

Astagfirullah Kenapa rasanya canggung begini, pipi ku rasanya panas dan jantung ku berdetak lebih cepat. Bagaimana caranya agar aku tidak terlihat canggung hmm mungkin, lebih baik aku memunggunginya daripada dek dzila melihat wajah ku yang memerah karna, menahan malu pasti itu akan menjatuhkan ku.


Author POV:

~back to the story

"Astagfirullah, aduh nih mulut kenapa malah bilang menikah sih, kan yang ada malah bikin suasana makin canggung dah gitu dek dzila diem aja" cicit alif sangat pelan

"Dek ini mas alif ?? Hmm maaf yaa soal yang tadi saya hanya,,"memutarkan badanya dan  berusaha untuk mencairkan suasana.

"I,,iya mas sebenarnya saya tadi juga mengiranya begitu tapi, saya takut salah menebaknya. Iya saya maaf kan mas" ucap dzila canggung.

"Iya dek terima kasih sudah di maafkan"

Haduh makin canggung aja , ternyata dari tadi dek dzila sudah dapat menebak saya~batinAlif.

"Mas, kenapa melamun?? Tadi itu hanya kenapa mas?"
Tanya dzila polos:^

------------------------------------

|| duhh dzil polos amat luh jadi org bikin gemes deh  jadi  pen nabok akutuh ~author

|| Woyy thor pa apaan lu pen nabok jodoh gw. Bosen idup luh ~kth

|| yaelah mas kth capt lu masih jauh ngapa dah nongol aja dah. Iye iye author minta maaf. Puas lu mas :^ ~author

----------------------------------


"Ndak apa-apa kok dek, ohh itu mas hanya hmm HANYA INGIN MELAMAR MU TAPI, KENAPA YA RASANYA CANGGUNG SEKALI!!"ucap alif lumayan keras dan untungnya keadaan disana sepi karna, kemungkinan para santri sedang sibuk berkemas.

"Dek?? Maaf ya kalau mas lancang melamar mu
Tapi, abah sebenarnya juga sudah tahu akan hal ini dan tujuan mas pada awal nya ingin menanyakan

Apakah kamu bersedia menerima saya atau tidak??
Tapi, saya harap kamu tidak menolaknya"

"Dek??"

"Hmm iya mas tapi, tentang lamaran mas barusan sepertinya saya masih ragu dan belum bisa menjawabnya  pasti karna, saya juga tidak terlalu mengenal mas alif dan mas alif pun belum mengenal saya sepenuh nya lebih baik kita mengenal satu sama lain dulu" ucap dzila dengan kepala yg tertunduk.

"Tapi, mas sudah jauh mengenal mu dengan baik dek"
Ucap alif seraya tersenyum getir, dadanya sesak  seperti ada yang menghujani jantung nya dengan ribuan benda berat.

"Maksud saya, saya memang tidak menolak mas alif hanya saja saya hanya ingin kita jauh mengenal lebih baik lagi dan sejujurnya saya juga belum mau terburu-buru membina rumah tangga karna, masih banyak cita-cita saya yang belum terwujud terlebih lagi, saya harus kuliah di negeri gingseng" ucap dzila menjelaskan.

"Iya mas paham dek, mas pasti akan selalu nunggu kapan kamu siap dan mendukung apa yang kamu lakukan sekarang karna, itu pasti yang terbaik buat kamu" ucap alif dengan suara parau

|| Jangan hina dia cengeng gaess karna, siapa sih yang   ngak sakit kalau sosok yg sudah lama kita puja dan kasihi malah nolak sesuatu yang sudah kita rencanakan intinya ngk sesuai realita gitu gaes:^
Tenang ae maz athor bela nih

|| makasih thor, saya sedihh thor hiks,, ~Ahm

|| uhh sini sini peluk author \ plakk *ditampar readers

~Back to the story

"Dek?? Kamu hati-hati disana kalau, ada apa-apa jangan sungkan buat hubungin saya pasti, saya akan langsung otw kesana" ucap alif dengan mata sendunya.

"Iya mas terimakasih"

"Dek? Hmm sebenarnya saya ingin menikahi kamu sekarang juga lalu kita akan tinggal bersama di korea dan tentunya aku akan menjaga kamu dan mengantar jemput di tempat kuliah mu disana pasti, itu akan terasa bahagia tapi, mas terima kok keputusan kamu:^" cicit alif perlahan tapi, tetap terdengar wanita pujaan yang ada dihadapannya.

"Maaf yaa mas kalau, kita berjodoh pasti akan bertemu dan hidup bersama seperti apa yang mas harapkan." Ucap dzila seraya tersenyum dan berpamitan untuk kembali berkemas di kamar nya.

Alif hanya dapat menatap sendu kepergian dzila dan mungkin juga ini pertemuan dia yang trakhir karna, cepat atau lambat dzila pasti akan berangkat menimba ilmu di negeri gingseng.

Andai ada mesin waktu mungkin, saat ini alif akan membelinya untuk memutar kejadian barusan yang membuat nya tidak rela membiarkan kan dzila pergi.

Kenapa ada rasa kecewa??
Karna, Kita lebih berharap pada ciptaan
Dan melupakan penciptanya
.

See you next part
Jangan lupa vote yaa🤗
💕
💕
Salam hangat dari author mnss

Maaf part ini kependekan
Soalnyh pikiran author lagi buntu:^

Takdir CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang