Happy reading.
Waktu menunjukkan pukul 05.00 Kia terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan shalat subuh, hal yang ajaib bukan?Kia sama seperti kita, kadang rajin kadang tidak, bukan berarti 'tidak' itu tidak sama sekali mengerjakan sholat (bukan ya), hanya saja Kia masih labil.
Setelah itu Kia langsung bergegas memakai seragam sekolah nya, kemudian turun ke bawah untuk mengisi perutnya yang lapar (sarapan).
Meja makan.
"Selamat pagi Bunda"sapa Kia dengan senyum manisnya.
"Pagi juga sayang"balas sang Bunda yang sedang menyajikan sarapan dimeja.
Kalau kalian beranggapan keluarga mereka tidak menggunakan art jelas salah, art ada tapi jika untuk hal memasak biasanya bunda Kia akan membuat nya sendiri.
Hening, hanya terdengar dentingan sendok makan saja sampai pada akhirnya Kia telah menyelesaikan acara sarapan nya.
"Bun Kia berangkat ya, sudah jam set7"ucap Kia sambil melihat jam tangan nya itu.
"Berangkat Sendiri apa dianter mang Asep?"
"Emang boleh Kia berangkat naik mobil Sendiri?"
"Boleh kalau dapet izin dari ayah"
"Kenapa harus izin ayah dulu, pasti ga bakalan bisa lah bun"ujar kia dengan lesu.
"Sudah lebih baik kamu berangkat dianter mang Asep sana, ntar telat lagi"
"Iya Bun Kia berangkat, assalamualaikum"sambil menyalami tangan Klisa.
"Waalaikumsalam hati hati ya"
•••"OLIFIA SADIRA ALIYAH!!!!BANGUN HEH SUDAH JAM SETENGAH TUJUH OLIP!!!"teriak Santi mama Olip.
"Aaaaaaaaaaaaaaaa, mampus gue telat"ujar Olip sambil berlari kearah kamar mandi.
10 menit didalam kamar mandi hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja, mandi? tidak olip sudah melupakan itu, ia bergegas memakai seragam nya lalu turun untuk sarapan pagi.
Aneh memang disaat saat seperti ini Olip masih memikirkan sarapan nya itu, ya sudah lah apa boleh buat.
"Kan kan telat, udah mama bilang kalo tidur tu gausah larut malem, kamu mah asik main hp aja sampe lupa waktu, telat kan jadinya"ceramah sang mama Olip.
"Lah terus udah tau Olip belum bangun, kenapa baru di bangunin jam segini mama"tanya Olip.
"Buru sarapan tu"titah mama Olip.
Olip hanya memakan roti yang diolesi selai saja, setelah itu dia memakai sepatu nya dan bergegas untuk berangkat sekolah.
"Ma olip berangkat dulu, assalamualaikum"
"Hati hati dijalan, waalaikumsalam kamu dianter apa berangkat sendiri nak"tanya mama Olip.
"Sendiri ma, udah ya Olip berangkat".
"Mama teteh mana"tanya Fira adik kecil olip yang berumur 5 tahun.
"Teteh sekolah, manti kalau Fira udah gede juga pasti sekolah kaya teteh"balas Santi.
•••"Caaaaa udah ditunggu in Dafa dibawah nihh"teriak Alya bunda Cica.
"Iya Bun bentaran napa"sahut Cica dari atas.
"Lama banget sih itu kasian Dafanya nak udah nungguin dari tadi ntar telat loh".
"Sabar Bun orang sabar disayang tuhan, kalo Dafanya ga mau nungguin duluan aja gituh".

KAMU SEDANG MEMBACA
Azkia dan Lukanya
Teen FictionEND. "Gue ga suka sama lo! dan sampai kapanpun gue ga akan pernah suka inget itu!!" Ujarnya. "Tapi kenapa?" Tanya Azkia. "Karna lo ga pantes untuk dicintai!" Ucapnya tegas. Hii semua, this is my first story! semoga kalian suka, maaf jika ada salah k...