Mampukah kau menahan luka yang teramat dalam ini? Jika tidak kumohon biarkan aku menampung sebagian dari lukamu.
***
Alhena hanya pasrah saat tangannya ditarik paksa oleh Anjani. Gadis dihadapanya ini sangat crewet sekali, bahkan sudah diketusin saja masih ingin berteman dengannya.
Dasar kepala batu
Tentu apa yang tepat untuk mendeskripsikan gadis mungil cerewet seperti Anjani.
"Ayolah Al, cepetan dikit ih. Entar keburu antrian kantin banyak," ucapnya yang masih meyeret Alhena ke kantin.
Terserah oleh antrian yang panjang. Alhena sudah cukup dengan seteguk kopi yang ada dibotol kesayanganya dan tentu sepotong roti yang sudah bisa membuatnya kenyang.
"Nah kita duduk dibangku sana ajah, kosong tuh." tanpa mampu membantah dia lebih memilih diam.
"Lo tunggu sini ajah, gue pesenin roti pesenen lo," ucap Anjani langsung berjalan setengah berlari meninggalkanya.
Alhena menghela napas, bagaimana bisa dia bertemu oleh sosok Anjani yang cerewet. Dia terus saja meminta untuk menjadi temannya, sedangkan alasan dia memulai di sekolah ini agar masa SMA nya tenang sedikit tanpa ikatan pertemanan.
Alhena meneguk kopi kesukaannya dibotol sedang miliknya, kopi ini kopi lemon. Memang tidak dingin dan bukan juga es kopi lemon tapi rasanya tak jauh beda walaupun tak tercampur es. Kopi ini cukup bisa menenangkan pikirannya.
Brakkkk
Tuhan sangat lah baik, untung saja dia tidak tersedak.
Alhena mendongak sekedar ingin tau siapa yang sudah menggebrak meja ini seenak jidatnya.
Perempuan tinggi yang kekurangan bahan seragam berdiri dihadapannya bersama teman temanya yang berjumlah 4 orang.
"Berdiri lo"
Alhena hanya diam tanpa berminat meladeni perempuan kekurangan bahan seragam ini. Dia memilih melanjutkan meminum dan menikmati kopi kesukaannya itu.
"Lo budeg hah?Berdiri sini lo"
Tanganya ditarik kasar sampai memerah dan kopi kesukannya sudah tumpah berserakan dilantai.
Kopi gue
Alhena menatap miris kopinya, jangan tanya kenapa dia sangat suka dengan kopi lemon itu hanya satu alasan karena kopi itu bisa menenangkan perasaannya.
Dan sekarang kopinya ....
Mereka menjadi pusat perhatian semua orang dikantin itu, bahkan Anka sudah disana berdiri tak jauh dari Alhena.
Alhena berjalan menghampiri botolnya yang sudah retak, wajahnya tambah murung bagaimana dia tidak sedih botol ini adalah botol kesukaannya dari kecil.
Menghiraukan semuanya Alhena hanya menatap miris botolnya itu.
"Ka, itu anak yang nampol lo tadi pagi kan ya," Ucap Andre sambil menyenggol lengan Anka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Coffee Lover Girl
Ficção AdolescenteUntukmu yang pernah hadir dimasa lalu, Aku hanya ingin menulis ini untukmu. ~Anka Bagaskara Leonis Dari lelaki bodoh yang akan selalu mencintaimu. "Mencintaimu selalu itu adalah hakku, Merindukanmu itu caraku, Mengenangmu itu adalah bagian dari hid...
