Pasrah
Hujan sesekali menggertak
Kemudian reda dan kembali memburu, tatkala kenangan-kenangan itu mulai menggenang di pelupuk mataku
Menyisakan kesesakanMerutuk diri adalah hal termudah yang kulakukan
Seperti keledai yang selalu terjatuh pada lubang yang sama, aku pun terjatuh lagi padamuDiksimu begitu jelas merayu dan memikatku
Dan aku adalah keledai yang dungu tak paham arti klausa yang kau ucapkan hanyalah sebatas dustaTubuh ini mulai bergetar kembali
Meringkuk menutupi kebodohan yang jelas-jelas kusembunyikan dalam dekap lututku
Merebah tubuh adalah bentuk terakhir pasrahku---QatSeleva---
