"Can i fuck you? "
"Hah? Ku e arep opo? "
"Can i fuck you? "
"Eee yes"
"Hm good"
Setelah itu lelaki yang berasal dari Amerika tersebut menarik tangan laki-laki yang dia ajak bicara.
Yang diajak bicara tentu saja bingung, ini dia mau dibawa kemana?
Tibalah mereka dihotel terdekat tempat mereka bertemu.
American guy tersebut menarik orang asli jawa tersebut menuju ke salah satu kamar hotel.
Orang jawa itu panik,
"Woi su kowe meh nggowo aku neng ndi? "
American guy itu lagi lagi terdiam dan terus menarik paksa orang jawa
tersebut dan mereka memasuki salah satu kamar.
Orang jawa tersebut langsung dilempar ke kasur,
"Woi! Loro su! "
Lelaki asing itu mengunci pintu dan melempar kunci itu ke sembarang arah.
Modyar we rak iso metu.
"Wes kowe nggowo aku neng kene, meh ngopo toh kowe ki? Rak ono kerjaan? "
"Shut up"
Okeh orang jawa itu langsung terdiam.
Maksudnya tuh dia gak tau orang asing ini bilang apa akhirnya dia diem aja.
Orang asing itu mengeluarkan secara bungkus permen dan botol berisi handsanitizer.
Yang diatas adalah pemikiran Jeongin.
Iya jadi laki-laki jawa tersebut bernama Jeongin.
"Lah? Ngopo kowe ngeluarake permen mbek sanitijer? Meh mangan opo piye ki? " tanya Jeongin pada orang asing tersebut
"Just fucking shut up! Goddammit! "
"Heh saru nying ngeluarke fucek fucek, kasar ndes" Jeongin berkata seperti itu sambil mukanya terlihat seperti jijik menatap si orang asing tersebut
Sudah cukup lelaki asing itu langsung mengukung Jeongin sehingga Jeongin tidak bisa bergerak.
"Eh eh eh meh ngopo kowe rek? Aku rak iso gerak wei"
Orang asing tersebut langsung menyobek baju tipis Jeongin dan membuang baju tersebut.
"Astaga! Woi klambi kaporitku kuwi huee ibuuk klambiku dikoyak mbek wong edan" Jeongin merengek karena baru saja pria asing itu menyobek atau membelah dua baju favoritnya itu
Pria asing itu seakan tuli dan membuka bajunya sendiri.
"Hiks hiks i-ibuk"
Jeongin menangis, tetapi tentu saja dihiraukan oleh orang lain yang ada disana.
"Moan for me bitch"
Pria itu menjambak rambut Jeongin ke belakang lalu menjilat dan mengigit leher putih Jeongin.
"A-aa loro su hiks"
"Ck moan for me! "
"Mo an ki opo to astaga aku ki rak ngerti, aku tu gak paham"
Tapi Jeongin menangis tetapi kenapa sekarang malah jadi marah seketika?
"Ck just follow my lead"
Jeongin merasakan kepalanya pusing karena bahasa inggris yang masuk ke telinganya, demi apa dia tidak mengerti 🙁.
Ada yang mau terjemahkan pada bayi ini?
Pria asing itu terus menjilat dan mengigit leher Jeongin sampai leher Jeongin terdapat banyak bercak merah.
"Engh-h"
Lelaki itu turun lalu mengecupi kedua pucuk dada Jeongin lalu menjilatnya.
"E-eng geli n-nying"
Setelah itu lelaki itu turun mengisap-isap perut rata dan polos Jeongin yang sekarang sudah diwarnai warna merah.
Jeongin hanya bisa menahan suara untuk tidak keluar.
"Don't hold back you're moans, just take it out"
Oke Jeongin tambah pusing dan rasanya mau pingsan.
"Eungh-h kowe ngomong o-opo toh? Aku ki rak ngerti"
Orang asing itu tetap terdiam dan melanjutkan aksinya.
Kan tadi dia tanya pada Jeongin bolehkan dia meng er er Jeongin dan Jeongin berkata iya kan?
Nah itu masalahnya Jeongin cuma tau yes dan no.
Lelaki itu menarik paksa celana Jeongin lalu melemparnya ke seberang arah juga.
Mulai dari kaki diciumi lalu paha yang bukan cuma dicium bahkan dihisap hingga merah.
"Engh-h aa-a geli su"
Disini kita harus say goodbye dengan keperjakaan Jeongin.
Laki-laki itu membuka celana dalam Jeongin lalu menunggingkan paksa Jeongin.
"Anying loro su! "
Laki-laki itu menggeram, ini anak banyak bacot deh heran.
Plak!
"AAh"
Plak!
Plak!
Plak!
"W-woi loro a-anying ahh"
Laki-laki asing tersebut langsung membaluri jarinya dengan lube.
Dan masuklah 1 jari ke lubang Jeongin.
"AAh o-opo kuwi eungh-h"
Keluar masuk keluar masuk tambah jari keluar masuk.
"Ngh-h aa engh ah-h"
Yak malah keenakan tuh anak dan lupa tujuan utamanya yaitu melepaskan diri.
Lalu Jeongin merasa kosong pada lubangnya, jujur dia ingin lebih.
Jleb!
"AAH-H EN-ngh loro nying su babi anjing monyet!! "
Sleb
Sleb
Sleb
Plop
Plop
Plop
Plop
Plop
Plop aja terus gak lanjut-lanjut.
"Engh-h a-a-ahh ah! Eungh-h-h"
Jeongin mendesah dengan sangat merdu, ditelinga lelaki asing itu pastinya.
Yap kita skip~
Setelah selesai melakukan 3 ronde, laki-laki itu berhenti.
Jeongin sangat kelelahan dan ada bekas air mata yang kering terlihat pada ujung matanya.
Laki-laki itu memakai bajunya kembali lalu meninggalkan amplop tebal dimeja dan meninggalkan Jeongin yang bertelanjang dikasur yang kelelahan.
"Hiks hiks i-ibuk huaa Jeje dah kotor huaaa hiks hiks"
Jeongin pun menangis malam itu meratapi nasibnya yang baru saja kehilangan keperjakaannya.
Sedangkan disisi lain,
"Jin where are you? "
"In the hotel, why? "
"Nevermind, aa i'm joking can you pick me up at Rose's hotel? "
"Why? "
"Just pick me up dude"
"Ck whatever"
Hyunjin pun menutup telepon dari temannya itu si Chan dan pergi bersiap-siap untuk menjemput Chan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Random Thought ~ End ~
ContoJust a oneshoot or mabye twoshoot or maybe threeshoot too
