Sepulangnya dari pasar malam Jiha dikejutkan dengan tertukarnya handphone miliknya dan si Jancok. Tapi yang membuatnya gondok bukan main adalah kata-kata terakhir yang diucapkan si Jancok sebelum mengakhiri panggilannya, "sengaja kan lo nukar hape biar lo ketemu gue lagi?!"
iuhhh banget anjeengg, batin Jiha.
Jiha yang sudah memakai piyama kotak kotak dan menyepol asal rambutnya, tanpa berpikir dua kali langsung pergi menuju IndoApril tempat mereka janjian yang tidak jauh dari apartemen Jiha.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tadinya Jiha ingin meminta sepupunya agar ditemani, tapi Yuna sudah tidur dan kelihatan kelelahan soalnya baru pulang perjalanan bisnis di Jepang. Sementara Rose masih sibuk bersama Juna mengurus pernikahannya 1 setengah bulan lagi, Mino juga sudah terlelap saat ia mendatangi apartemennya tadi.
Jadi ia memutuskan untuk berjalan kaki saja sekalian membeli stok camilan buat nonton drama. Jiha yang hanya memakai piyama berlapis hoodie kebesaran milik Mino mengernyitkan hidungnya saat hawa dingin menerpanya. Ia memutuskan berlari agar cepat sampai ke tempat tujuan dan juga biar berkeringat jadi gak terlalu dingin.
Saat tiba disana ia belum melihat penampakan si Jancok jadi ia memutuskan untuk membeli kebutuhannya dulu. Ia mengambil keranjang dan mulai mengisinya dengan banyak makanan asin dan manis. Tak lupa ia memasukkan susu rasa karamel yang ia lihat , ia mengambil semuanya tapi masih dirasa kurang juga. Jangan heran pasalnya ini memang minuman kesukaan Jiha dan juga 2 sepupunya.
"Mba ini yang rasa karamel boleh diambilin lagi? Disini udah habis." Jiha menunjukkan kemasan susu itu kepada petugas yang berjaga, dengan segera petugas tersebut mengambil beberapa dus susu karamel dari ruang penyimpanan.
"Oke mba saya ambil semuanya yah. Ini mba sekalian ntar diangkutin kedepan yah," Jiha berjalan kearah kasir diikuti oleh petugas tersebut sambil mengangkat tujuh dus susu karamel pesanan Jiha.
Petugas tersebut menscan belanjaan Jiha dan menyebutkan nominal yang harus dibayarnya, "semua totalnya 890 yah kak."
"Oke. Genapin aja sejuta yah sisanya buat Mba aja karna udah mau bantu angkutin kedepan." Ucap Jiha memberikan kartunya. Dibalas senyum dan ucapan terimakasih dari sang petugas.
----
"Jancok sini!" Teriak Jiha saat melihat Jeffrey, semua orang yang berlalu lalang di jalan langsung menoleh.
Banyak banget yang ngerasa jancok njirr, batin Jiha.
"Buset, lo mau jualan susu?" Tanya Jeffrey saat turun dari mobilnya dan melihat Jiha dengan berdus dus susu disampingnya.