"Wahh yang habis keramas, seger banget keliatannya" Ledek daddy sambil melirik Arion yang menatapnya kesal.
"Daddy" ujar Mommy berusaha tidak membuat anak dan menantunya malu atas kejahilan sang daddy.
"Ane, kamu sudah sembuh ?" Tanya mommy lembut.
"Sudah Mom"
"Kalian mau kemana ?" Tanya daddy penasaran.
"Mau pergi cari baju untuk Ane, daddy"
"Ikut"
"Ih daddy, ngapain sih ikutan. Mendingan daddy disini aja sama mommy"
"Ihh mommy cemburu yah, kalau daddy lebih dekat dengan anaknya" ledek Daddy sambil menoel mesra hidung Mommy.
"Siapa yang cemburu.. daddy tuh yang suka cemburuan, mommy sih enggak"
"Masa !!" Daddy mengecup pipi mommy singkat sambil memeluknya dari samping membuat Ane malu sendiri melihatnya. Dia tidak pernah melihay orang tua yang selalu bermesaraan didepan nya. Tidak untuk Arion, dia sudah hafal betul tingkah daddy nya yang selalu saja bermanjaan dan bermesraan sama mommy di semua tempat, bahkan terkadang daddy tidak malu bermesraan didepan umum.
"Kami berangkat dulu yah" Pamit Arion kesal. Kan jadi kepengen liat kemesraan daddy sama mommy nya.
"Pulangnya jangan cepat-cepat yah" Teriak daddy memberi kode kalau Arion tidak boleh mengganggu kesenangannya bersama mommy.
"Kamu kenapa ?" Tanya Arion melihat Ane yang memalingkan wajahnua canggung.
"Nggak enak ngeliatin mommy sama daddy bermesraan"
"Santai aja, mereka memang selalu seperti itu. Kita juga akan seperti itu" ucap Arion sambil mengusap kepala Ane lembut.
"Lohh kenapa kita ke atas ?" Tanya Ane heran. Bukannya mobil mereka di parkiran bawah.
"Kita pake helly aja, biar cepet"
Haaa...
Ane menatap tak percaya dengan apa yang didengarnya dan dilihatnya. Sebuah helikopter megah sudah hampir mendarat di dekatnya. Ini pertama kalinya Ane melihat helikopter secara dekat.
Kekagumannya tak henti saat sang pilot memberikan peralatan mengendarai helly kepadanya dan Arion.
"Kamu mau mengendarai helikopter ini ?" Tanya Ane setengah bingung setengah nggak percaya.
"Iya" ucap Arion sambil memakai peralatan keselamatan didalam helikopter.
"Nggak boleh, nanti kalau ada apa-apa bagaimana ?"
"Tenang aja, aku sudah mendaptkan izin untuk mengendarai helikopter ini"
"Tetap aja nggak boleh.. kamu disini saja, disamping aku" Arion menoleh kearah Ane "Aku takut, ini pertama kalinya aku menaiki helikopter"
"Iya.. iya, aku akan menemani kamu. Jangan takut lagi yah" Ane tersenyum sambil memeluk Arion erat
Hanya butuh 15 menit, mereka sudah tiba di pusat kota. Ane berdendang riang sambil berjalan disamping Arion, walaupun terkadang dia sedikit merintih karena sakit di bagian bawahnya masih terasa.
"Kita kesana" Tunjuk Arion pada sebuah butik ternama.
"Nggak usah, baju-baju disanakan mahal. Kita cari ditempat yang lainnya"
"Apa kamu lupa siapa suami kamu ini" Arion berusaha menyombongkan dirinya. Untuk harga baju di butik itu memang tidak seberapa bahkan Arion mampu untuk membelikan perusahannya sebagai hadiah untuk Ane.

KAMU SEDANG MEMBACA
Arion
RandomPlak.. Satu tamparan mendarat dengan keras di wajah Arion. " Lagi-lagi lo.. " Arion tersenyum sinis menatap gadis liar dihadapannya dengan tatapan membunuh. Ini kedua kalinya, tangan mungil itu mendaratkan tangannya tepat di pipi Arion. Bukan...