-6-

901 128 60
                                        

🌻🌻🌻

Pagi ini bisa di bilang pagi yang cerah buat Nanda. Bangun lebih pagi dari biasanya. Mandi dengan semangat tanpa perlu disuruh dan di seret bunda. Memakai baju dengan riang sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Pokoknya Nanda sedang bahagia.

Soalnya tadi malam Nanda mimpi indah sekali. Nanda bermimpi di ajak ke kebun buahnya paman dari ayah. Disana Nanda makan banyak sekali buah kesukaannya, ada mangga,stoberi,apel,buah naga,jeruk Mandarin, bahkan anggur juga ada, sebanyak itu kebun buah paman.

Jadi Nanda bangun pagi ini dengan hati senang. Inginnya libur semester ini mengajak ayah untuk merealisasi kan mimpinya semalam.

Nanda turun tangga dengan senang. Melompat-lompat kecil setiap turun anak tangga. Bahkan hampir jatuh dari tangga karna kakinya yang terpeleset.Ayah dan bunda sudah jantungan ketika melihat Nanda yang hampir terpeleset tadi.Untung saja ada Nando di belakang Nanda, jadi dia bisa menyelamatkan kembarannya itu dari bahaya jatuh dari tangga.

"Mbul, hati-hati dong!"

"Adek! Kalo turun tangga itu yang hati-hati jangan lompat-lompat begitu! Tadi kalo gak ada kakak dibelakang udah nyusruk di bawah kamu dek!" Omel bunda.

Sedangkan yang diomeli hanya mengerucutkan bibirnya. Tapi sedetik kemudian wajahnya sudah sumringah lagi ketika ingat dengan mimpinya.

Lalu kembali melanjutkan larinya kearah ayah, tanpa menghiraukan teguran bunda maupun kembarannya.

"Ayah~ liburan ini ketempat pakde ya. Mau ke kebun buah pakde yang di malang itu loh yah. Ya yah?!" Ujarnya sambil bergelayut di lengan ayah.

Ayah mengernyit. "Loh tumben ngajak kesana?"

"Tadi Nanda mimpi main ke kebun pakde. Terus dikasih stroberi banyak banget. Ya yah, ketempat pakde ya yah~" Rengek Nanda.

Ayah mengalihkan tatapannya ke bunda dan Nando. "Gimana?"

"Boleh yah, udah lama juga Nando gak kesana kan?"

Jawab Nando disambut sorakan dari Nanda dengan antusias. Anak itu sudah melompat-lompat dengan memeluk Nando. Pokoknya Nanda bahagia sekali lagi ini.

Tapi yang namanya kehidupan tuh kan ada yang namanya hitam juga putih. Ada suka ada duka, jadi setiap kebahagiaan pasti dibarengi dengan duka.

Buktinya saja tadi pagi Nanda masih jingkrak-jingkrak sambil memeluk kembarannya. Bahkan hampir jatuh dari tangga juga kan?

Tapi lihat sekarang! Muka Nanda sudah ditekuk 5 kali lebih sepet dari biasanya. Bagaimana tidak?! Tadi itu Nanda masih enak-enaknya makan bakso hasil malak pacarnya Iky. sendirian. Tanpa Nando dan tanpa orang yang di palak. Pokoknya enak sekali. Tapi dengan tidak etisnya seonggok kelinci tonggos menepuk bahunya keras sampai membuatnya tersedak bakso bulat yang baru masuk mulutnya.

"Ren?! Lu oke?!"

Rasanya Nanda ingin menendang pantat Axel saat ini juga. Sudah tau  tadi Nanda tersedak dan hampir mati kehabisan nafas. Dan itu Gara-gara manusia ini pula! Benar-benar keterlaluan Axel ini.

"GOBLOK KIRA-KIRA DONG! KALO NANDA MATI GIMANA?! AXEL BAKAAA!!" Teriak Nanda. Tangannya memukul tubuh Axel brutal. Pokoknya Nanda jengkel sekali!

"Ren, aduh Ren! Oy sakit! Sakit!"

Tangan Axel berusaha menangkap tangan Nanda yang masih aktif memukulinya. Setelah tertangkap pun Nanda berusaha untuk menggigit dan menendang Axel. Jadilah Axel benar-benar kewalahan menghadapi Nanda yang ngamuk.

Jadi dengan segenap tenaganya, Axel mengampit tubuh Nanda di antara tubuh bongsornya dari samping.

Tempat duduk dikantin tuh memanjang ya, jadi Axel duduk di sebelah Nanda gitu. Terus pas Axel ngempit Nanda tuh kaki dia di naikin gitu ke kursinya. Mudeng kan?

Enemy? Seriously?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang