Doyoung ft. Rosé, Completed
❝Apa untungnya gue jadi pacar pura pura lo kak?❞
Tentang hubungan sepasang kekasih yang layaknya simbiosis mutualisme. Mereka saling membutuhkan bukan saling mencintai, ingat itu!
Ⓒ fleurjposie 2020
Hightest rank:
#1 in c...
Vomentnya pokok! Ini chap ter lup yu aku, hehe👉👈 Sori aku sering apdet guys🥺💙
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rosé berlari keluar sekolah tanpa arah, dirinya cukup kecewa pada Doyoung. Mantan pacarnya itu, merupakan satu- satunya orang yang disayanginya dirinya setalah sang kakak dan sahabatnya.
Gadis itu terdiam sebentar, kemudian menoleh kebelakang berharap Doyoung akan menjelaskan semuanya. Namun nihil, itu hanya angan angan Rosé saja.
Rosé melanjutkan langkah kecilnya, satu tujuannya yaitu makam ibunya. Jika gadis itu sedang sedih, tempat ia bertukar cerita ialah dimakam sang ibu.
Dirinya tidak peduli lagi bahwa kini gadis itu tengah membolos jam pembelajaran sekolah.
"ROSÉANNE AWAS!"
teriakan itu, terasa sangat de javu untuk dirinya. Teriakan Doyoung sebelum, tubuh Rosé dihantam keras oleh truk yang dibawa ugal-ugalan.
Doyoung benar-benar tidak salah liat! Dia adalah Roséanne mantan pacarnya.
Bertepatan dengan itu kedua sahabatnya dan Sejeong tengah turun tangga lalu mendenger keributan itu segera berjalan menuju gerbang sekolah.
Hingga akhirnya ketiga gadis itu menemukan manusia tergeletak dengan berlumuran darah dimana mana tak lupa beberapa luka dibagian kepala gadis dedepannya.
"YA TUHAN, OCHI!"
Doyoung terlambat, sangat terlambat.
Kejadian Rosé tertabrak dan terpental jauh karena ditabrak supir truk yang ugal-ugalan berhasil membuat Doyoung diam membeku.
Jelas dirinya gemeteran dan takut untuk mendekat untuk melihat secara jelas sang mantan pacar yang dibanjiri darah segar.
Semuanya sudah terlambat, Doyoung terlambat mengingatkan gadis manis yang sedang berjalan gontai tanpa memikirkan nyawanya.
♡
Doyoung berjalan di lorong rumah sakit dengan cepat, tidak peduli bahwa sedari tadi dirinha menabrak-nabrak orang yang juga sedang berjalan. Ataupun orang-orang yang memandang aneh lelaki tersebut.
Yang terpenting ialah Rosé, saat ini!
Laki-laki jangkung itu berhenti didepan IGD dirinya ngos-ngosan akibat jalan terlalu cepat.
Kebetulan, ada suster paruh baya yang baru saja keluar dari IGD, keringat bercucuran di pelipis Doyoung saat melihat tangan susternya dipenuhi darah.
"Sus, gimana pasien yang baru kecelakaan tadi?!" tanya Doyoung sambil menahan tangan suster tersebut yang mau berjalan keluar.
Suster tadi menoleh, dirinya menghela napas berat, "Dokter masih usahain yang terbaik nak, doakan saja," ucapnya lalu berjalan pergi.
Doyoung terduduk lemas dikursi yang sudah disediakan di ruang tunggu itu.
Doyoung menggaruk kesal kepalanya, dirinya menangis. Menurutnya ini semua salah dirinya, mengapa tadi ia harus mengajari Mina?
Salah besar, sungguh Doyoung sangat menyesal 3000 kali. Laki-laki jangkung itu kini hanya berharap, bahwa ini hanya mimpi buruknya.
♡
Sudah dua minggu ini, Doyoung masih setia menjaga Rosé dirumah sakit. Walaupun dirinya hanya bisa memandang gadis itu lewat pembatas kaca.
Dua minggu ini, Rosé koma dan rencanya hari ini ia akan melaksanakan operasi.
Dokter laki-laki keluar dari ruangan Rosé sambil menggelengkan kepalanya pada kedua suster dibelakangnya.
Doyoung yang melihat dokter tersebut segera menghampirinya, "Dok gimana kabar Rosé, apa mengalami peningkatan?"
Dokter tersebut menggelengkan kepalanya, "Nanti malam Nona Rosé akan dioperasi, jika telat akan sangat fatal akibatnya."
Nafas Doyoung tercekat, apa Rosé separah itu?
"Kamu tau ayahnya atau keluarnya 'kan, sepertinya saya tidak pernah melihat. Saya hanya dua kali bertemu kakaknya? Apa kamu tau, saya harus memintai persetujuan dari keluarganya," tanya Dokter tersebut.