Pergi

3.3K 503 158
                                        

Alloooo, selamat membaca, btw kaget kemarin komenan kalian sendiri (yang gak kina bales) tembus 200 wahhh makasih makasihh ❤️

Alloooo, selamat membaca, btw kaget kemarin komenan kalian sendiri (yang gak kina bales) tembus 200 wahhh makasih makasihh ❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Oh, lu udah bangun?"

Hyunjin tampak mengedipkan pelan matanya, kemudian menatap lesu Bomin.

"Lu gak usah ngomong apa apa, gw tau lu masih lemes, dan mungkin kepala lu pusing"

Bomin tampak tersenyum tipis, pemuda tinggi itu melangkah mendekati Hyunjin, kemudian menyikap poni dari pemuda manis itu, dan langsung menempelkan tangannya pada dahi Hyunjin.

"Udah lumayan turun demam lu"

"Kemarin lu pingsan gara gara kekurangan cairan, lu kurang istirahat juga, dan telat makan, makanya gw langsung panggil dokter kesini"

"Lu-kenapa gak bawa gw kerumah sakit?" tanya Hyunjin dengan suara yang sangat pelan.

"Kalau gw bawa lu kerumah sakit, kemungkinan besar Jeno bakal tau"

Menunduk, Hyunjin lantas mengangguk. Mendengar nama Jeno membuat kepalanya bertambah pening, tangan kanan pemuda itu terangkat, berniat mengurut pelan hidungnya, namun setelahnya dia sadar, tangannya di pasangi infus.

"Oh- yah lu di infus, karena kekurangan cairan"

"Makasih dan maaf udah ngerepotin lu"

Tertawa pelan, Bomin lantas mengusap lembut pipi Hyunjin, dan tentu saja hal itu membuat Hyunjin berjengit kaget, serta langsung memundurkan badannya.

"Ja-jangan sentuh pipi gw"

Raut wajah Hyunjin berubah menjadi ketakutan, dan hal itu langsung membuat Bomin menegang bukan main.

Dengan cekatan pemuda yang juga bersekolah di SMK itu menarik tubuh Hyunjin di dalam pelukannya, tangan kirinya bergerak pelan, mencoba membuat Hyunjin nyaman kembali.

"Shh.. sorry Hyunjin, gw gak bakal ngusap pipi lu lagi"

Hyunjin tidak menjawab, dirinya hanya diam, dan semakin menyembunyikan wajahnya di leher Bomin.

Entah kenapa, disaat Bomin menyentuh pipinya, Hyunjin langsung teringat dimana Jeno melakukannya hal yang serupa.

Hyunjin memang awalnya menikmati semua perlakuan dari Jeno, tapi untum sekarang rasanya tidak, Hyunjin benci semua itu.

"Tolong bantu gw sekali lagi, Bomin"

Melepaskan pelukannya, Bomin lantas menatap lembut Hyunjin.

"Bantu gw ngurus surat perpindahan"

"Maksud lu?" tanya Bomin

"Gw bakal pergi dari Indonesia"

Dan yah, ucapan Hyunjin berhasil membuat Bomin terdiam.























































































BadboyvsFuckboy [✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang