Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hi Readers.. Maaf, aku gak bisa penuhin permintaan kalian, aku akan post sehari sekali, karena nulis itu gak gampang, di tambah aku kerja dan urus suamiku, Kim Taehyung.
Oke langsung saja, cekidot !
Bacanya pelan-pelan aja biar ngena ke hati, juga coba sambil dengerin lagu cover nya V dan Jhope - Hug Me
___
"Selamat tinggal, Taehyung"
Tubuh Juhee di tarik paksa oleh seorang pria yang sejak beberapa saat lalu mengejar Juhee saat gadis itu tengah berlarian menuju ke arah laut, pria itu terus mengikuti pemilik tubuh ringkih itu, dan benar saja dugaannya, gadis itu akan menenggelamkan kepedihan bersama seluruh harapannya.
Pria itu menarik tubuh Juhee saat gadis itu tengah terombang-ambing dalam ribuan ombak, menyeret tubuh Juhee untuk ke tepian, menepuk-nepuk kedua pipi, pun memberikan nafas buatan.
"Ahreum-ah, ku mohon bangunlah!"
"Tidak, jangan lagi. Jangan buat aku kehilanganmu sekali lagi, aku mohon Ahreum-ah bertahanlah" ucap pria tampan itu terus meracau.
Juhee yang tersadar pun mulai terbatuk-batuk, kala banyaknya air laut yang berhasil ia keluarkan.
Pria itu terduduk dengan lemas, memeluk tubuh Juhee dan menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa kau menyelamatkanku?!" Juhee berteriak tak terima aksi nekatnya di gagalkan oleh pria yang juga adalah salah satu penyebab goresan seluruh lukanya."Biarkan aku mati Jungkook! kau, Taehyung dan semua orang telah membodohiku"
"Ahreum-ah, ingatlah ada kehidupan lain dalam perutmu, tolong Ahreum-ah maafkan aku"
"Berhenti memanggilku dengan nama bodoh itu, aku Juhee, bukan kekasih Seokjin Oppa!"
"Kau Ahreum kekasihku !"
"Hentikan Jung, kau benar-benar sudah tidak waras"
"Apa kau perlu bukti? ikutlah denganku"
Jungkook membawa tubuh Juhee masuk ke dalam mobilnya, dengan jaket kebesarannya yang ia lilitkan pada tubuh kecil Juhee.
Dalam perjalanan melewati kota Seoul mobil Jungkook melaju menuju sebuah kota kecil bernama Gwanju, Jungkook menatap sekilas wajah Juhee, gadis itu hanya terdiam menatap ke arah luar jendela, tangan kecilnya spontan mengarah pada perut nya yang masih merata.